Loading...

BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU KACANG HIJAU

BEBERAPA VARIETAS UNGGUL BARU KACANG HIJAU
Salah satu permasalahan dalam budidaya kacang hijau adalah masih rendahnya produktivitas. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kacang hijau adalah dengan penggunaan varietas unggul. Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian telah melepas berbagai varietas unggul kacang hijau. Diantaranya varietas Murai, Perkutut, Walet, Gelatik, Kenari, dan kutilang. Kelima varietas ini rata-rata memiliki daya hasil diatas 1,5 t/ha, dengan umur tanaman dapat dipanen 60-75 hari. Untuk menentukan pilihan varietas apa yang akan diusahakan, diantaranya didasarkan pada warna biji. Warna biji pada tanaman kacang hijau adalah hijau kusam, dan hijau mengkilat. Ciri lainnya adalah berat 100 biji, ciri ini menunjukkan ukuran biji. Diantara kelima varietas tersebut, varietas kenari memiliki berat 100 biji paling tinggi, yaitu mencapai 6,7 gr, sedangkan yang paling rendah adalah varietas Sampeong, dengan berat 2,5-3 gr/100 biji. Varietas Sempeong sangat cocok digunakan untuk membuat kecambah. Berikut ciri-ciri utama lima varietas unggul kacang hijau, sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan varietas mana yang akan diusahakan. Murai Varietas murai rata-rata dapat menghasilkan 1,5 ton/ha biji. Vaietas ini dapat dipanen pada umur 63 hari setelah tanam. Ciri khas vaietas ini alah memiliki posisi polong terkulai, dengan warna biji kusam. Berat 100 bijinya mencapai 6 gram. Sifat khusus varietas Murai adalah tahan terhadap penyakit bercak daun. Perkutut Varietas Perkutut rata-rata dapat berproduksi 1,6 ton/hektar. Varietas Perkutut dapat dipanen pada umur 60 hari setelah tanam. Memiliki ciri posisi polong terkulai, dengan warna biji hijau pengkilap, dengan berat 100 bijinya hanya 5 gram, varietas ini sangat cocok sebagai bahan baku taoge/kecambah. Varietas Perkutut memiliki sifat khusus, yaitu ketahanannya terhadap serangan penyakit embun tepung , serta agak tahan penyakit bercak daun. Sampeong Varietas Sampeong memiliki rata-rata hasil yang cukup tinggi, yaitu mencapai angka 1,80 ton per hektarnya. Memiliki ciri posisi polong mendatar, biji varietas ini berwarna hijau mengkilat, dengan berat 100 bijinya hanya mencapai 2,5-3 gram. Jenis ini sangat cocok sebagai bahan baku pembuatan taoge/kecambah. Varietas Sampeong memiliki sifat khusus, yaitu peka terhadap hama thrips dan aphis; agak tahan embun tepung dan bercak daun; dan polong tidak mudah pecah. Kenari Rata-rata produksi varietas Kenari adalah 1,64 ton per hektarnya. Posisi polong varietas ini terkulai, warna biji mengkilat, dengan berat 100 bijinya mencapai 6,7 gram. Artinya varietas Kenari memiliki biji dengan ukuran besar. Sifat khusus varietas Kenari adalah agak tahan penyakit bercak daun, dan toleran penyakit karat. Sriti Varietas Sriti dapat berpoduksi sekitar 1,58 ton per hektar. Varietas ini dapat dipanen pada umue 60-65 hari setelah tanam. Ciri-ciri vaietas Sriti adalah posisi polingnya terkulai, warna biji hijau kusam, dengan berat 100 bijinya 6 gram. Sifat khusus varietas Sriti adalah toleran terhadap penyakit embun tepung. Vima-1 Sejumlah kelebihan dimiliki oleh Vima -1 ini. Dari sisi budi daya, varietas ini memiliki keunggulan, yakni hasil cukup tinggi, umur yang genjah, dan tahan penyakit embun tepung. Tandan polong Vima-1 yang seluruhnya berada di atas kanopi merupakan daya tarik tersendiri bagi petani, karena relatif mudah dipelihara dan dipanen. Kualitas biji Vima-1 memiliki kandungan protein yang cukup tinggi, lemak rendah, dan pati tinggi. Kulit biji yang lunak, daging biji yang cepat empuk ketika direbus, dan tekstur bubur kacang hijau yang baik sesuai dengan preferensi pengusaha makanan, khususnya bubur kacang hijau, bakpia, dan onde-onde. Varietas ini, memang varietas unggul kacang hijau yang disukai produsen maupun konsumen. Vairetas Vima-1 dengan potensi hasil dapat mencapai 1,76t/ha dan rata-rata hasil mancapai 1,38 t/ha. Keunggulan lain varietas Vima-1 adalah ketahanannya pada serangan penyakit embun tepung Umur genjah (57-60 hari bisa dipanen) sesuai dengan kondisi lahan yang tidak ada pengairan pada musim kemarau, tanaman cukup memanfaatkan lengas tanah setelah padi, 2) polong masak serempak dan tidak mudah pecah, 3) toleran terhadap penyakit embun tepung, 4) tandan polong di atas kanopi dan masak serempak, sehingga dapat mudah dipanen, 5) biaya dan tenaga, 6) potensi hasil 1,76 t/ha, dan 7) warna biji hijau kusam, banyak disenangi pengguna. Sumber: ‘- http://balitkabi.litbang.deptan.go.id. ‘- Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian. 2008. Deskripsi Varietas Unggul Kacang Hijau 1945-2008.