Belajar Bertani Cabai PraktisTanaman Cabai merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomi tinggi, dan merupakan sayuran yang wajib ada pada masyarakat Indonesia. Dimasa sekarang tanaman cabe merupakan tanaman primadona masyarakat sehingga permasalahan tentang cabai merupakan masalah nasional. Di tahun 2017 Kabupaten Purbalingga pernah mencanangkan Gerakan Macan Manis (Mama Cantik Menanam Cengis) ,dalam upaya untuk menekan harga cabai yang melonjak saat itu. Harapannya masyarakat bisa mempunyai tanaman sendiri sehingga tidak terganggu dengan fluktuasi harga cabe pada saat itu.Selain Gerakan Macan Manis, Kabupaten Purbalingga juga membantu menaikkan harga cabe yang sedang menurun dengan upaya mewajibkan seluruh ASN untuk membeli hasil panen petani cabe lokal. Hal ini merupakan kepedulian para Pemimpin Daerah atas kegelisahan para petani karena turunnya harga cabai.. Buah cabai mengandung antioksidan yang berfungsi untuk menjaga tubuh dari serangan radikal bebas. Cabai kelompok tanaman hortikultura yang rentan dengan segala macam hambatan, terutama di musim hujan, misal serangan hama dan penyakit. Oleh karena itu, di lapangan dibutuhkan kecerdasan dan keterampilan khusus tentang budidaya cabai. Selain itu, penting juga untuk menguasai manajemen lapangan, seperti pengaturan drainase, pH (tingkat keasaman) dan kualitas tanah. Virus, menjadi ancaman paling serius bagi tanaman cabai, dibutuhkan tindakan preventif dan profilaksis sedini mungkin, bukan terapi, karena virus belum ada obatnya, yang paling ideal adalah membentuk kondisi imunitas pada cabai.Dari pengalaman banyak petani cabai yang sekarang banyak bergabung dalam komunitas petani, berbagai penyakit tanaman cabai bisa terkendali dengan baik, daun keriting pun bisa dikendalikan dengan hormon/ ZPT, bahkan bisa panen sebanyak 19 kali dalam luasan ± 0.5 Ha dengan populasi tanaman ± 7000 pohon yang ditumpangsarikan dengan jabon. Hasilnya sangat memuaskan, dan inilah nikmatnya menjadi petani. Berikut berbagai pengalaman/ kiat bertani cabai :Persiapan LahanSiapkan lahan dengan antisipasi kebutuhan air rutin terinterval, pH tanah netral.Olah lahan dengan memberikan pupuk kandang pasca fermentasi sebanyak 2 ton/ha, diperkaya dengan pupuk organik cair dengan kadar C-organik tinggi sebagai media pembiakan mikroba yang sinergis dengan cabai.Perkaya dengan bakteri penambat N, penghasil hormon (ZPT), contohnya Azospirillum sp., Azotobacter sp., dll.Perkaya dengan bakteri pelarut P & K serta bakteri peningkat antibodi tanaman dan biopestisida seperti Bacillus isp., Pseudomonas sp., dll.PersemaianRendam benih dengan ZPT organik/ pupuk hayati dengan dosis 20 ml/ liter air selama 1 malam.Semprot kabut di daun dengan ZPT organik/ hormon pada pagi/ sore hari saat stomata daun membuka, berikan dengan dosis rendah (2 ml/liter air) setiap minggu sekali.Bibit siap tanam/ pindah lapang pada 20 hari setelah semai.Pemeliharaan dan Pasca PanenUntuk pemeliharaan, siram/kocor pupuk hayati pada perakaran tanaman setiap 2 minggu sekali dengan dosis 10 ml/ liter air.Semprot kabut dengan tepat dosis ZPT Organik/ hormon yang mengandung sitokinin, auksin, giberellin (pemacu percepatan vegetatif), etilena (perangsang bunga), asam absisat (pencegah dehidrasi), dan asam traumalin (pemacu percepatan penyembuhan luka), dimulai pada umur 10 hari setelah tanam, setiap 2 minggu sekali.Setiap pasca panen, semprot kabut pada pagi/ sore hari ketika stomata daun membuka dengan ZPT organik dosis 3 ml/ liter air. Hal ini bermanfaat untuk memperpanjang umur panen dan meningkatkan volume panen, karena ZPT organik yang mengandung asam traumalin dapat mempercepat penyembuhan luka bekas petik, serta mengandung etilena untuk merangsang keluarnya bunga lagi secara serempak.Buah cabai sekarang banyak yang menggunakan obat-obatan kimia sehingga kita juga harus waspada untuk mengkonsumsinya. Hendaknya kita bisa menggunakan sarana pertanian yang murni organik atau jumlah input kimia sintetis yang diminimalkan. Dan anehnya lagi, petani tidak ada kapok-kapoknya dalam berbudidaya cabai walaupun banyak yang gagal khususnya di musim hujan sehingga banyak petani juga yang bisa belajar dan akhirnya sukses dalam berbudidaya cabai.Data Statistik Pertanian Harga Cabai Besar dan Rawit Kecamatan Rembang tiga bulan teakhir di tahun 2019 adalah pada Bulan Januari Cabai Besar Rp 17.000,- dan Rawit 12.000,- , Bulan Februari Cabai Besar Rp. 7.000,- dan Rawit Rp. 10.000,- , Bulan Maret Cabai Besar Rp. 13.800,- dan Rawit Rp. 8.000,-Dari data tersebut harga cabai sangat fluktuatif dan tidak setabil, sehingga sering merugikan petani cabai. Dari hal tersebut adanya campur tangan dari pemerintah sangat diperlukan dalam upaya perbaikan harga di tingkat petani.