Loading...

BERAKTIVITAS KEMBALI SETELAH MUSIBAH BANJIR MELANDA

BERAKTIVITAS KEMBALI SETELAH MUSIBAH BANJIR MELANDA
BERAKTIVITAS KEMBALI SETELAH MUSIBAH BANJIR MELANDACurah hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir di beberapa wilayah DI Konawe Utara pada awal Juni 2019. Khususnya di Kecamatan Motui Puluhan hekktar terdampak karena banjir di wilayah tersebut hingga mengakibatkan tanaman padi sawah rusak atau puso.Secara umum Kabupaten Konaw Utara Sulawesi Tenggara kerusakan banjir yang terjadi berdampak pada sentra-sentra aktivtas masyarakat yang ada. Bencana di beberapa kecamatan tersebut menyebabkan ratusan hektar area pertanian, perikanan serta fasilitas umum. Sejumlah desa terdampak banjir di Kecamatan Motui, dan salah satunya adalah Desa Tondoatu. Khususnya di Kecamatan Motui Aeral persawahan yang terkedampak banjir seluas 23 ha yang terletak di Desa Tonowatu.Namun setelah berapa bulan berlalu keadaan pasca banjir di Didesa Tondowatu sudah mulai tergerus oleh aktivitas para petani,dimana para petani ini yang tergabung alam kelompok tani bersama telah melakuan kegiatannya penaman padi. Mereka tak mau terdiam dalam musibah yang terjadi beberap waktu yang lalu. Kelempok tani ini bergiat bersama-sama guna menyongsong masa depan yang lebih baik. Kelompo tani bersama yang dinahkodai oleh Pak Made dan para anggotanya telah melakukan penglahan tanah sejak dua pekan setelah banjir terjadi. Hal ini memperlihatkan bahwa masyarakat Konawe Utara khususnya Kecamatan Motui Desa Tondowatu merupakan peani yang handal.