Loading...

Bercocok Tanam Kubis di Dataran Rendah

Bercocok Tanam Kubis di Dataran Rendah
Selama ini tanaman kubis atau kolu (kol) hanya dapat diproduksi oleh petani di daerah pegunungan (dataran tinggi) karena tanaman ini menyukai daerah yang berhawa sejuk dan dingin. Dalam budidaya, kubis merupakan komoditas musiman. Jika tidak mendapatkan suhu dingin, tanaman ini akan terus tumbuh tanpa mekar. Setelah berbunga, tanaman mati.Untuk petani yang ada di dataran rendah tidak perlu khawatir. Kini sudah ada bibit kolu yang dapat tumbuh sampai panen di daerah yang bersuhu agak panas. Seperti yang dicoba oleh Dedy salah seorang petani di Kampong Guru dusun Tanre Essona kecamatan Mattirobulu, Pinrang. Meskipun hanya sekadar coba-coba dalam dua petak bedengan namun hasil panennya cukup menggembirakan. Pada musim berikutnya Dedy dan kaawan-kawan akan mengembangkan lebih luas.Dengan adanya kultivar baru yang lebih tahan terhadap suhu tinggi maka petani di daerah dataran rendah (0-200 m dpl) sudah dapat budidaya kembang kol. Di dataran rendah, suhu malam yang terlalu rendah menyebabkan sedikit keterlambatan dalam pembentukan bunga.Penyuluh Pertanian Kampong Guru, Muliati, SP menjelaskan, tanaman kol menghendaki tanah lempung berpasir dibanding tanah liat. Sebab tanaman ini toleran di tanah berpasir atau tanah liat berpasir. Selain itu tanaman kol cocok untuk keasaman tanah antara 5,5-6,5 dengan irigasi dan drainase yang memadai. “Tanah harus subur, gembur dan banyak mengandung bahan organik,” ungkap Miliati. Dijelaskan Muli, sebelum bercocok tanam lebih dahulu dilakukan pengolahan tanah untuk memperbaiki kondisi tanah menjadi gembur, sehingga pertumbuhan akar tanaman maksimal. Pengolahan juga akan memperbaiki tekstur tanah. Tahap berikutnya adalah membuat bedengan dengan lebar 1 m , jarak bedengan 30 m dan panjangnya sesuai dengan lahan. Penggemburan ketanah dengan kedalaman 30-40 cm, pemupukan organik dan non organik. Pupuk kandang diberikan sebelum memasang mulsa plastik dan diratakan di atas bedengan. Pupuk anorganik aplikasi pupuk SP 36, ZA, KCL dengan perbandingan 1: 1: ½ berfungsi untuk penyanter tanaman vegetatif, metode pemupukan dengan meratakan atas dengan jarak 1 meter dan diberikan per 100 gr. (Abdul Salam Atjo)