Loading...

Bercocok tanam Sorgum untuk meningkatkan Produksi Pangan

Bercocok tanam Sorgum untuk meningkatkan Produksi Pangan
Bercocok tanam sorgum sangat disarankan karena pengelolaannya tak butuh banyak tenaga, tidak makan waktu dan uang disamping itu tahan kekeringan. Dari sisi harga, jagung 3 ribu per kg gelondongan. Sorgum 5-6 ribu per kg. dari gizi sorgum mampu mengatasi stunting. Sorgum merupakan salah satu tanaman pangan lahan kering yang potensial dikembangkan di Indonesia. Sorgum dapat digunakan sebagai pangan, pakan, dan bioenergi (bioetanol), mampu beradaptasi pada lahan marginal dan membutuhkan air relatif lebih sedikit karena lebih toleran terhadap kekeringan. Sorgum bagaikan mutiara yang hilang bagi masyarakat utamanya masyarakat Flores Timur, setelah Masyarakat merasa enak makan nasi. Untuk kembali ke pangan lokal terasa sulit. Sebetulnya jika masyarakat beralih ke pangan lokal akan menemukan kemudahan karena pengelolaannya lebih sederhana. Secara ekonomi sangat menguntungkan untuk pengelolaannya karena tak butuh banyak tenaga, tidak makan waktu dan uang. Ketika tanaman padi dan jagung mati akibat kekeringan, sorgum tetap bertahan. Produktivitasnya di lahan berbatu 2-3 ton per hektar dan pada lahan tak berbatu 4-7 ton per hektar. Sorgum sangat membantu ekonomi. Jagung 3 ribu gelondongan. Sorgum 5-6 ribu per kg. Ekonomi petani ketika mengalami masa krisis, sorgum sangat membantu. Mengkonsumsi sorgum mampu mengatasi stunting. Sorgum pernah dikaji dikasihkan ke12 orang anak yang mengalami stunting, selama tiga (3) bulan, setelah 3 bulan dicek gizinya, ternyata yang mengalami gizi buruk turun jauh dari 12 anak menjadi satu anak. Satu anak memang karena bawaan (stunting). Oleh karena itu maka sorgum harus dikembangkan terutama untuk daerah kering, karena sorgum bisa hidup di lahan kering. Kandungan gizi sorgum dibanding beras, atau gandum, ternyata pada sorgum mengandung energy, protein dan lemaknya lebih tinggi disbanding beras ataupun gandum. Cara bercocok tanam Sorghum Penyiapan Benih; Kebutuhan benih sorgum untuk satu hektar lahan berkisar antara 10-15 kg, bergantung pada varietas yang akan ditanam, ukuran benih, jarak tanam, dan sistem tanam. Untuk mendapatkan pertumbuhan tanaman yang baik, vigor kecambah benih yang digunakan daya tumbuhnya 90%. Beberapa varietas memiliki masa dormansi benih satu bulan pertama setelah panen. Untuk meningkatkan efisiensi penggunaan lahan, penanaman sorgum dapat dilakukan dengan menggunakan bibit yang sudah disemaikan. Penyemaian benih; dilakukan 15-20 hari sebelum tanam. Cara pembuatan persemaian bibit sorgum hampir sama dengan persemaian padi. Bedanya, persemaian sorgum tidak digenangi air. Waktu Tanam; Sorgum dapat ditanam sepanjang tahun, baik pada musim hujan maupun musim kemarau asal tanaman muda tidak tergenang atau kekeringan. Di lahan kering, sorgum dapat ditanam pada awal atau akhir musim hujan secara monokultur setelah panen palawija. Jika ditanam pada musim kemarau, sorgum dapat ditanam setelah panen padi kedua atau setelah palawija di lahan sawah. Pertanaman musim kemarau umumnya memberi hasil lebih rendah dibandingkan dengan musim hujan. Hal ini antara lain disebabkan oleh hama burung, selain proses pengisian biji kurang sempurna karena ketersediaan air terbatas. Penyiapan Lahan; Lahan dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya ataupun gulma. Pengolahan tanah dimaksdukan untuk menggemburkan tanah, meningkatkan aerasi tanah dan mengendalikan gulma. Pada lahan yang tingkat ketersediaan airnya cukup atau beririgasi, pengolahan tanah dapat dilakukan secara optimum, yaitu dibajak dua kali dan digaru satu kali. Setelah tanah diratakan, Penanaman; Pada areal yang telah disiapkan sebelumnya dibuatkan lubang tanam dengan jarak tanam yang disesuaikan dengan varietas yang digunakan sekitar 65 x 20 cm, ketersediaan air, dan tingkat kesuburan tanah. Pada lahan yang kurang subur dan kandungan air tanah rendah sebaiknya menggunakan jarak tanam lebih lebar atau populasi tanam dikurangi dari populasi baku (sekitar 125.000 tanaman/ha). Penanaman dapat dilakukan dengan cara ditugal. Pembuatan lubang tanam menggunakan alat tugal mengikuti arah yang telah ditentukan sesuai dengan jarak tanam yang diinginkan. Kedalaman lubang tanam tidak lebih dari 5 cm. Setiap lubang tanam diisi 3-4 benih, kemudian ditutup dengan tanah ringan atau pupuk organik.. Pada umur 2-3 minggu setelah tanam dapat dilakukan penjarangan tanaman dengan meningggalkan dua tanaman/rumpun. penanaman sorgum segera setelah panen padi di lahan sawah berpengaruh terhadap hasil. Hal ini tampaknya berkaitan dengan ketersediaan air. Di Lamongan, tanam sorgum 10 hari setelah panen padi hanya mampu memberikan hasil 2,1 t/ha. Di Bojonegoro, dengan tanam sorgum dua hari setelah panen padi memberikan hasil 8,1 t/ha). Pemupukan sorgum dapat tumbuh dengan baik dibandingkan tanaman pangan lainnya, namun hasilnya akan tinggi pada kondisi air dan hara yang optimal. Tanaman sorgum tumbuh baik pada tanah dengan pH 6-7,5. Pada tanah dengan pH 7,5 namun gejala defisiensi jarang terjadi pada tanaman sorgum. Pada tanah yang kekurangan hara mikro, hasil sorgum rendah. Hara makro adalah nitrogen, fosfor, dan kalium, sedangkan hara mikro adalah besi, seng, magnesium, boron, tembaga, molibdenum, khlor, dan timah. Nitrogen merupakan salah satu hara pembatas pertumbuhan tanaman yang ketersediaannya terbatas hampir di semua lahan pertanian di Indonesia. Hasil penelitian hampir 50% N yang diberikan dialokasikan untuk pembentukan biji, 67% untuk P, dan 17% untuk K. Tanaman sorgum tanggap terhadap pupuk nitrogen. Takaran pupuk N bergantung pada tingkat kesuburan tanah dan varietas yang digunakan. Varietas unggul lebih tanggap terhadap pupuk N dibanding varietas lokal. Hasil pengujian di tanah Aluvial Bojonegoro menunjukkan bahwa takaran pupuk N optimum untuk sorgum adalah 90 kg N/ha. Pada lahan kering, penggunaan pupuk N tidak lebih dari 100 kg/ha, sedangkan pada lahan cukup air dapat mencapai 135 kg/ha. Pupuk N diberikan satu kali pada umur 10 hari setelah tanam atau dua kali, 1/3 takaran pada saat tanam dan 2/3 takaran 3-4 minggu setelah tanam atau bersamaan dengan pembumbunan. Pupuk diberikan di samping tanaman dengan cara tugal kemudian ditutup untuk mengatasi kehilangan pupuk N. Pupuk P dapat meningkatkan hasil sorgum. Pemeliharaan; Selama pemeliharaan tanaman kegiatan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut: 1. Pemberian air, dilakukan jika tanaman kekurangan air. Sebaliknya, kelebihan air justru harus segera dibuang melalui saluran drainase. Sorgum termasuk tanaman yang toleran kekeringan, namun pada periode tertentu memerlukan air dalam jumlah yang cukup, yaitu pada saat tanaman berdaun empat (pertumbuhan awal) dan periode pengisian biji sampai biji mulai mengeras. 2. Penyiangan gulma. Kompetisi tanaman sorgum dengan gulma dapat menurunkan hasil dan kualitas biji, terutama pada awal musim hujan. Bahkan keberadaan gulma dapat menurunkan hasil sorgum secara nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil sorgum turun 10-20% 3. Pembumbunan, dilakukan bersamaan dengan pemupukan kedua (3-4 minggu setelah tanam) atau sebelumnya. Pembumbunan dilakukan dengan cara menggemburkan tanah di sekitar batang tanaman, kemudian menimbunkan tanah pada pangkal batang untuk merangsang pertumbuhan akar dan memperkokoh tanaman agar tidak mudah rebah. Pengendalian hama dan penyakit; dilakukan jika tanaman menunjukkan gejala-gejala serangan. Cara dan waktu pengendalian bergantung pada jenis hama dan penyakit yang menyerang. penanaman sorgum segera setelah panen padi di lahan sawah berpengaruh terhadap hasil. Hal ini tampaknya berkaitan dengan ketersediaan air. Di Lamongan, tanam sorgum 10 hari setelah panen padi hanya mampu memberikan hasil 2,1 t/ha. Di Bojonegoro, dengan tanam sorgum dua hari setelah panen padi memberikan hasil 8,1 t/ha). Panen; Tanaman sorgum sudah dapat dipanen pada umur 3-4 bulan setelah tanam, bergantung pada varietas yang ditanam. Saat panen dapat ditentukan berdasarkan umur tanaman setelah biji terbentuk atau melihat ciri-ciri visual biji atau setelah lewat masak fisiologis. Panen juga dapat dilakukan setelah daun berwarna kuning dan mengering, biji bernas dan keras dengan kadar tepung maksimal. Panen sebaiknya dilakukan pada keadaan cuaca cerah. Cara panen yang baik adalah memotong tangkai malai sepanjang 15-20 cm dari pangkal malai. Selanjutnya malai dijemur di bawah sinar matahari dan dirontok. Yulia T S. yuliatrisedyowati@gmail.com Pustaka: gatra.com › detail › news › sorgum-mutiara-terse.. Fahdiana Tabri dan Zubachtirodin , Balitsereal.litbang.pertanian.go.id/wp-content/uploads/2016/11/fahdianas.pdf https://ekonomi.bisnis.com/read/20190729/99/1129846/budidaya-sorgum-sebagai-pengganti-beras-ini-untungnya