Loading...

BERMITRA ALA UPPO TUNAS MUDA

BERMITRA ALA UPPO TUNAS MUDA
Berangkat dari kurangnya stok bahan buku berupa limbah kotoran hewan (sapi) sebagai bahan dasar pengolahan pupuk organik sekelompok anak muda yang bergabung dalam Poktan Tunas Muda berjumlah sekitar 12 orang bersama I Wayan Jasana yang sekaligus sebagai penyuluh pendamping di Kelurahan Ngkari-ngkari Kecamatan Bungi Kota Baubau mencoba untuk keluar dari persoalan dasar tersebut, setelah melalui musyawarah kecil bersama anggota Poktan tunas muda terbangunlah komunikasi yang intens dengan peternak unggas yang ada disekitar wilayah dampingan guna mengatasi masalah tersebut. Kemitraan ini terbentuk seperti pengambilan limbah kotoran ayam di Peternak unggas Raja Telur dengan sekali pengambilan bisa mencapai 15− 30 karung ukuran 50 kg dengan harga setiap karungnya Rp 2500 /kg, kemudian terbangun juga kemitraan dengan kelompok tani Sumber Harapan peternak kambing lokasi di Kelurahan Waborobo yang mana untuk sekali pengambilan limbah kotoran ternak dapat mencapai 10 – 15 karung dengan harga Rp 5000/ karung sedangkan untuk mendapatkan jerami diperoleh dengan cara gratis dilahan masyarakat tani setelah panen, jika tidak panen mengambil di Kecamatan Kapuntori dengan demikian bahan baku bukan lagi menjadi persoalan dasar dengan kemitraan ini. Namun persoalan baru muncul ketika produksi pupuk organik mengalami peningkatan produksi sehingga memerlukan tempat penyimpanan yang luas. Untuk masalah ini UPPO Tunas Muda dan I Wayan Jasana membangun kemitraan dengan poktan Mulia Jaya untuk peminjaman gudang. Disamping itu juga untuk memperluas jangkauan kemitraan pemasaran pupuk organik selain di wilayah Kota Baubau pada tanggal 18 Juni dan 10 Juli 2018 telah melakukan pengiriman perdana pupuk organik sebanyak 3 ton ke Kabupaten Wakatobi. Gambaran aktifitas ini setidaknya telah menunjukkan eksistensi UPPO Tunas Muda dalam membangun kemitraan lewat kegiatan UPPO guna mewujudkan kesempatan berusaha, peningkatan nilai tambah, peningkatan pendapatan petani dan lebih jauh lagi menyiapkan pertanian yang sehat, ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penulis : I Wayan Sujana (Penyuluh BPP Bungi)