Bawang merah tidak hanya tumbuh di lahan yang luas dan terbuka seperti di sawah, pegunungan dan di pekarangan rumah. Namun tanaman horti yang satu ini bisa diproduksi di wadah yang terbatas seperti pot, polybag bahkan di botol bekas air mineral. Untuk bertanam bawang merah di botol bekas tidaklah sulit. Selain wadahnya gampang didapat juga perawatannya tidak rumit. Sedangkan media tanamnya tidak perlu biaya mahal, sebab dapat memanfaatkan bahan organik yang ada di sekitar tempat tinggal. Alat dan bahan yang disediakan untuk bertanam bawang di botol bekas adalah botol bekas air mineral volume 1,5 liter, pisau catter, tali plastik atau kawat kecil. Bahan yang disiapkan antara lain pupuk organik/pupuk kandang, tanah gembur, trichoderma,bibit bawang merah dan air.Wadah tanam disiapkan lebih dahulu dengan cara memotong botol sekitar 15-20 cm dari bagian bawah. Potongan botol yang digunakan bagian atas yang lengkap dengan tutup botolnya. Lubangi tutup botol untuk membuang air resapan dari dalam botol saat penyiraman tanaman.Media tanam seperti pupuk kandang dan trichoderma lebih awal diinkubasi selama 7-10 hari dengan perbandingan 1 kg trichoderma dengan 250 kg pupuk kandang. Tricho tidak hanya berfungsi untuk kompos tapi juga untuk anti fungi (fusarium dll), anti bakteri juga menguraikan unsur hara yang terikat dalam pupuk kandang. Jika wadah dan media tanam telah siap, letakkan botol yang telah dipotong dengan posisi terbalik. Isi botol dengan pupuk kandang, siramkan air secukupnya agar ,media menjadi padat di dalam botol. Selanjutnya potong ujung bibit bawang merah 1/3 dari panjang bibit dan tancapkan bibit bawang merah ke media sedalam 2/3 dari panjang bibit dengan biji perbotol. Selanjutnya botol-botol yang telah berisi bibit tanaman digantung di sisi dalam pagar. Perawatan tanaman bawang merah meliputi pengairan, pemupukan susulan, pembersihan gulma , pembubunan dan pengendalian hama dan penyakit. Pengairan tanaman bawang merah di pot botol dilakukan tiap 5-7 hari tergantung kondisi curah hujan dan setelah pemupukan susulan. Pemupukan susulan menggunakan pupuk organik setiap 20 hari sampai panen, karena panen pada umur 55-60 hari maka pemupukan susulan 2-3 kali. Pembersihan gulma dilakukan 1 minggu sekali atau apabila gulma telah tumbuh, sedangkan pembubunan atau penimbunan tanah di pangkal batang tanaman dilakukan 2 minggu sekali. Pengendalian hama dan penyakit cukup mudah, untuk ulat dan telur cukup diambil ulat dan telur dari daun, sedangkan hama yang terbang dapat dijebak menggunakan alat likat kuning yaitu pipa paralon 4 inch panjang 35 cm dicat kuning diolesi lem tikus digantung sekitar tanaman bawang. (Abdul Salam Atjo)