Kesalahan manajemen kandang dalam usaha peternakan ayam kampung bisa berakibat fatal. Bau dan kotoran ayam tidak bisa dianggap enteng, karena berdampak pada lingkungan sekitar kandang. Penyebab utama munculnya bau di peternakan ayam adalah kotoran yang berada dalam kondisi lembab, becek atau basah . Kotoran ayam pada kondisi seperti ini ditambah kelembapan udara yang tinggi serta suhu yang relative rendah memunculkan gas amonia (NH3) dengan ciri bau menyengat yang mengganggu kenyamanan bagi yang menghirupnya. Agar tercipta usaha peternakan ayam kampung yang bebas bau, perhatikan beberapa hal berikut : Pemilihan Lokasi Lokasi peternakan yang ideal bila berada cukup jauh dari daerah pemukiman penduduk, wilayahnya cukup lapang dan tidak padat penduduk. Lahannya datar dengan aliran udara yang baik. Lokasi juga mudah dijangkau transportasi dengan kondisi jalan yang baik. Bila lokasi peternakan berada dekat pemukiman penduduk, sebaiknya harus diperhatikan kandang ayam selalu dalam kondisi bersih dan yang lebih penting tidak menyebarkan bau. Aktifitas dilokasi kandang seperti lalu lalang kendaraan pengangkut pakan atau hasil produksi tidak mengganggu ketenteraman penduduk sekitar. Bentuk Kandang Bentuk kandang sangat menentukan keberhasilan usaha dan terciptanya usaha peternakan ayam kampung yang bebas bau. Kandang untuk memelihara ayam kampung dibedakan menjadi dua, yaitu kandang pemeliharaan anak (brooding) dan kandang pembesaran (kandang koloni dan kandang baterai). Tiap jenis kandang memiliki peran masing-masing dalam menciptakan usaha peternakan yang bebas bau. Kandang pemeliharaan anak (brooding) Kandang ini berfungsi untuk membesarkan anak mulai dari pemeliharaan awal (DOC) sampai berumur 21 hari. Kandang berukuran 1m persegi untuk 100 ekor anak, dan dilengkapi pemanas dan tirai kandang. Manajemen pemeliharaan di kandang brooding ini berperan dalam membatasi bau dan amoniak di kandang dan juga menentukan keberhasilan pertumbuhan ayam sampai panen atau berproduksi. Kandang pembesaran (koloni) Merupakan kendang utama yang sering digunakan pada peternakan. Kendang koloni biasanya berbentuk postal/litter yang dibangun tanpa kaki (alas tanah/semen). Bentuknya biasa persegi panjang tergantung ukuran yang dikehendaki. Biasanya kandang berukuran panjang 10-20 m, lebar 4-7 m, dan tinggi 4-7 m. Bila kandang berbentuk panggung, tinggi tiang bervariasi antara 1,6–2 m. Ukuran kandang terutama lebar dan tinggi yang idel bertujuan agar sirkulasi udara didalam kandang baik dan dapat meminimalisasi bau. Agar memudahkan sirkulasi udara, dinding kandang sebaiknya terbuat dari kawat atau bilahan bambu dengan jarak tertentu. Sedangkan atap kandang koloni menggunakan asbes atau genteng, karena dapat menyerap panas dan tidak berisik saat hujan turun. Sarana dan Prasarana Sarana dan prasarana yang harus diperhatikan oleh peternakan ayam kampung antara lain tempat makan dan tempat minum, serta perlengkapan pemberian pakan dan perlengkapan pembersihan kandang. Tempat makan dan minum Tempat minum sejak DOC sampai ayam dewasa menggunakan tempat minum tabung, mulai kapasitas 1 liter yang digunakan saat DOC hingga umur 3-4 mingu, kemudian diganti dengan tempat minum yang berukur lebih besar. Pemanas dan tirai Untuk kandang brooding berukuran kecil bagi DOC yang berjumlah 100 ekor, untuk pemanasan cukup menggunakan lampu bohlam dengan jumlah sesuai kebutuhan dan luas kandang. Tirai kandang berfungsi untuk menjaga suhu dalam kandang brooding dan juga menjaga ayam tidak terkena angin langsung. Agar alas kandang tetap kering, biasanya alas kendang diberikan sekam untuk menyerap cairan dan kotoran ayam sehingga kotoran menjadi kering dan menempel pada sekam. Perlengkapan pakan dan alat pembersih Alat-alat yang digunakan untuk pemberian pakan ternak antara lain ember dan wadah untuk menuang pakan serta kereta dorong untuk memudahkan membawa pakan dari gudang ke kandang. Sedangkan alat untuk membersihkan kandang antara lain selang dan penyemprotan air serta steam apabila diperlukan saat pencucuian kandang secara total setelah panen. Perlengkapan lain berupa sikat, pel, serta kain lap untuk membersihakan wadah pakan dan minum. Edizal (Pusat Penyuluhan Pertanian); Bacaan : Udijanto, A. Beternak Ayam Kampung Tanpa Bau dengan Prebiotik, Penerbit Penebar Swadaya-Jakarta. 2017