Pengembangan ternak besar dan kecil sangat tergantung terhadap penyediaan pakan. Menurut Galib (2008), besarnya biaya untuk pakan berkisar antara 70-80% dari komponen biaya usaha sapi dan sebagian besar berasal dari tanaman pangan, perikanan dan agroindustri.Ketersediaan pakan dari perkebunan kelapa sawit dapat berupa hijauan atau rerumputan antar tanaman sawit dan limbah ikutan sawit. Salah satu limbah ikutan sawit adalah pelepah kelapa sawit. Dengan asumsi per hektar akan didapatkan 22 pelepah per pohon per tahun dengan berat per pelepah 5 kg dan jumlah pohon sawit per hektar 130 pohon, maka potensi penyediaan pakan dari pelepah kelapa sawit dalam satu hektar kebun sawit adalah adalah 14,3 Ton per tahun, atau sekitar 40 kg per hari. Jika kebutuhan pakan satu ekor ternak 10 kg/ hari, itu artinya dalam satu hektar kebun sawit telah tersedia pelepah kelapa sawit untuk memenuhi 4 ekor ternak sapi.Menurut Tarigan (2010), faktor yang mempengaruhi produksi sapi adalah kecukupan nutrisinya, bila ternak mengalami defisiensi vitamin dan mineral maka akan berpengaruh pada proses metabolisme yang mengakibatkan terhambatnya produktivitas maupun pertumbuhannya. Selanjutnya menurut Tarigan (2010), pemanfaatan pelepah sawit sampai level 10 % dalam pakan dapat meningkatkan konsumsi pakan, menghasilkan pertambahan bobot badan sebesar 0,675 kg/ekor/hari dan meningkatkan efisiensi pakan. Bahkan menurut Galib (2008), pertambahan bobot badan hidup ternak sapi dapat mencapai 0,770 kg/ekor/hari dengan memanfaatkan pelepah sawit sebagai pakan.Menurut Mathius (2006), pakan limbah kelapa sawit cukup bagus untuk menunjang peningkatan berat badan sapi. Mathius (2006) bahkan menyebut dengan menggunakan cara ini, ketergantungan terhadap hijauan dapat diatasi, kita sebenarnya dapat beternak sapi tanpa rumput. Bahan-bahan yang dapat digunakan, diantaranya mulai dari pelepah kelapa sawit sebagai salah satu bahan pakan hijauan altematif (sumber serat), hasil ikutan pengolahan buah sawit, seperti lumpur sawit, serat perasan, buah inti dan tandan kosong. Sebagai limbah industri kelapa sawit, kualitas nutrisi bahan tersebut cukup rendah, dan oleh karena itu dalam pemanfaatannya perlu mendapat perhatian khusus, Untuk dapat dimanfaatkan secara optimal dibutuhkan sentuhan teknologi atau diolah sebelum dapat digunakan sebagai bahan pakan.Pemanfaatan pelepah sebagai pakan ternak memerlukan sentuhan teknologi lebih lanjut atau diolah sebelum dapat digunakan sebagai pakan (Mathius, 2006). Salah satu komponen penting dalam proses ini adalah mesin shredder pencacah pelepah kelapa sawit. Mesin ini berfungsi mencacah pelepah kelapa sawit menjadi bagian-bagian kecil, sehingga dapat dikonsumsi oleh ternak sebagai pakan, baik diberikan secara langsung maupun dengan pengolahan lebih lanjut.Terdapat banyak tipe mesin pencacah pelepah kelapa sawit, tipe chopper, tipe shredder dan terakhir adalah tipe grate shredder. Kelebihan alat tipe grate shredder adalah tingkat kehalusan hasil cacahan pelepah kelapa sawit yang diperoleh serta terpakainya seluruh bagian pelepah, termasuk daunnya tergiling dalam sekali proses.Untuk dapat memanfaatkan pelepah sebagai sumber pakan ternak, diperlukan mesin shredder pencacah pelepah kelapa sawit. Ada 49 mesin pencacah pelepah kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Barat yang tersebar di kelompok tani maupun peternak perorangan yang telah menggunakan mesin pencacah untuk mencukupi kebutuhan pakan ternaknya. Mesin pencacah pelepah kelapa sawit yang ada di Kabupaten Kotawaringin Barat merupakan mesin produksi lokal yang dibuat di Pangkalan Bun. Ditulis oleh: Heru Hiswara, S.TP, MMPenyuluh Pertanian Muda, BPP Arut Utara, Kotawaringin BaratEmail: heruhiswara@yahoo.co.idWhatsapp 081346262374https://www.hiswara.blogspot.com/2017/10/membuat-pakan-konsentrat-dari-pelepah.htmlhttps://www.youtube.com/.../UCqxkUqAXliET4_9Eeaqv6-Qviyoutube.com/channel/...9Eeaqv6-Q/heru%20hiswara Pustaka : Galib, R. 2008. Pemanfaatan Pelepah dan Solid Kelapa Sawit sebagai Pakan Sapi di Lahan Kering Kalimantan Selatan. Seminar Optimalisasi Hasil Samping Perkebunan Kelapa Sawit dan Industri Olahannya sebagai Pakan Ternak di Banjarbaru. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Selatan.Mathius, W. 2006. Beternak sapi tanpa rumput. Sinar Tani Edisi 8-14 Februari 2006.Purba, T., R. Burhansyah, J.D. Halolo, L.M. Gufroni, dan D. Anshory. 2012. Kajian mesin pencacah pelepah kelapa sawit untuk pengolahan pakan ternak mendukung integrasi sawit-ternak di Kalimantan Barat. Tarigan A.Y., 2010. Pemanfaatan Pelepah sawit dan Hasil Ikutan Industri Kelapa Sawit Terhadap Pertumbuhan Sapi Peranakan Simental Fase Pertumbuhan. Fakultas Sumatra Utara.