Loading...

BIMTEK BUDIDAYA ALPUKAT PASAMAN BARAT

BIMTEK BUDIDAYA ALPUKAT PASAMAN BARAT
Direktorat Buah dan Flori Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Republic Indonesia mengadakan kegiatan bimbingan teknis budidaya alpukat di gapoktan Karya Bersama nagari Giri Maju kecamatan Luhak Nan Duo kabupaten Pasaman Barat. Bimtek ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia pertanian terutama petani dan petugas baik penyuluh, popt, pengawas benih dibidang hortikultura khusus tanaman alpukat. Selain peningkatan kapasitas sdm, bimtek dilaksanakan guna mendukung kegiatan kebun buah dan penguatan kembagaan ekonomi petani yaitu Koperasi Pokat Super Pasbar Rangkaian acara dimulai dari arahan penyelenggara yaitu sambutan dirjen horti, diikuti oleh DPTPH propinsi Sumbar serta sambutan sekaligus pembukaan acara oleh ka.DTPHP Pasbar yang diwakili oleh kabid TPH bp.afdal, sp. Selanjutnya penyampaian profil kegiatan gapoktan sejak berdiri sampai terbentuknya Koperasi Pokat Super Pasbar dan perkembangannya saat ini yang disampaikan oleh ketua Gapoktan. Kisah boomingnya alpukat pasbar sebagai komsumsi sehat para atlit Asian Games 2018, juga mewabahnya serangan kutu putih sehingga merosotnya produksi buah alpukat mencapai 50% dari kebun petani pada tahun 2019. Adanya pengawalan dan pemdampingan dari petugas baik penyuluh, popt dan stake holder terkait saat sekarang petani kembali bangkit dan semangat dalam usahanya berbudidaya alpukat sehingga hasilnya dapat ditingkatkan bahkan sudah masuk pasar eksport keluar negeri bukan hanya memasok buah dalam negeri saja. Peserta bimtek diikuti oleh 50 peserta terdiri dari 15 petugas dan 35 orang petani yang tergabung dalam gapoktan. Materi disampaikan oleh narasumber dari balitbu tropika kementan RI. Peserta diberikan buku lapang budidaya alpukat sebagai panduan dari materi yang disampaikan oleh narasumber. Materi yang diberikan seputar budidaya alpukat sesuai good agriculture practice (GAP), mulai dari pengenalan alpukat, persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, pemeliharaan; pemupukan, popt, penyiangan, pemangkasan, top working,, pengairan, penjarangan buah, pemberongsongan buah, panen dan pascapanen. Selesai materi bimtek, peserta melaksanakan praktek menyambung top working metode sisip bertujuan peremajaan kembali tanaman yang sudah tua atau kurang produktif dengan tanaman yang lebih produktif dan beragam. Setelah elaksanakan praktek menyambung, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab para peserta dan narasumber. Petani menyampaikan kendala yang ditemui selama berbudidaya dan harapan mereka kepada pemerintah agar tetap memberikan perhatian dan bimbingan di lapangan seperti adanya kegiatan pelatihan atau bimtek ini, bantuan sarpras mendukung peningkatan produksi tanaman alpukatnya. Setelah diskusi diberikan sedikit sarana penunjang yaitu pupuk NPK yara mila kepada masing-masing peserta. Semoga ilmu yang diterima selama bimtek ini bermanfaat dan bisa dilaksanakan oleh petani dalam berbudidaya alpukat yang baik sehingga dapat meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani (by:Zuhelmi,SP/PPL LND)