Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel aktif mendorong penyuluh pertanian menggunakan perangkat Informasi Teknologi dan Multimedia untuk mendukung program penyuluhan pertanian di wilayah binaan masing-masing. Seiring pesatnya perkembangan teknologi informasi menuntut penyuluh pertanian untuk semakin kreatif dan inovatif untuk membuat materi penyuluhan melalui media interaktif terkoneksi internet. Dalam rangka meningkatkan kapabilitas penyuluh pertanian di bidang teknologi informasi, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Prov. Sulsel menyelenggarakan Bimbingan Teknis Multimedia dan Teknologi Informasi Penyuluhan Pertanian dengan peserta dari 14 kab./kota dan provinsi sebanyak 35 orang. Bimtek dilaksanakan di Hotel Ibis Style Makassar pada tanggal 18 s.d. 20 Oktober 2022. Sepuluh kab./kota telah mendapat pelatihan serupa terlebih dahulu melalui program IPDMIP dan READSI. Hadir pada pembukaan bimtek yakni Kepala UPT Pelatihan SDM Pertanian Dinas TPHBUN Prov. Sulsel, Asninda, SP, MP beserta kepala seksi lingkup UPT. Kegiatan bimtek dibuka langsung oleh Kepala Dinas TPHBUN Prov. Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Indonesia tidak luput dari krisis pangan dunia, ketika komoditi sawit dan porang ditutup, hal ini menjadi masalah dan Indonesia turut menerima dampaknya. Masih banyak kantong-kantong kemiskinan sehingga diperlukan action secara infrastruktur dan sosio-culture. Bagaimana kita melakukan intervensi untuk menuntaskan kemiskinan. Semua komoditi yang berpotensi inflasi ditutup menggunakan lahan-lahan tidur. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa program mandiri benih dianggap berhasil di Sulawesi Selatan karena produktivitasnya di atas 7 ton/ha, melebihi target Kementerian Pertanian yakni 7 ton/ha. Alih fungsi lahan pertanian masih, sehingga mendesak untuk melakukan intensifikasi pertanian melalui program mandiri benih. Mendorong penggunaan benih unggul, penggunaan teknologi pertanian cerdas iklim. Peran penyuluh pertanian sangat besar. ”Sebuah survei memperlihatkan bahwa gaya belajar anak milenial melalui pendekatan multimedia khususnya berbasis perangkat elektronik. Diharapkan penyuluh dapat membuat materi penyuluhan dalam bentuk video pendek-pendek, maksimal 7 menit, lebih dari itu dianggap durasi terlalu panjang, sehingga sering di skip. Ribuan petani milenial didorong, ada yang berada di sektor hulu hingga hilir. Tahun 2023, dilakukan perubahan layanan-layanan berbasis aplikasi untuk meningkatkan kualitas kinerja,”tegas Imran Jausi Penyuluh pertanian dipandu dalam hal pembuatan dan editing video penyuluhan, pembuatan media informasi penyuluhan berbasis aplikasi serta pengenalan aplikasi pertanian berbasis android. Materi bimtek dipandu oleh widyaiswara beserta tim dari Balai Besar Pelatihan Pertanian Batangkaluku. Melalui kegiatan ini diharapkan penyuluh pertanian mahir dalam membuat materi penyuluhan berbasis multimedia dan memaksimalkan penggunaan teknologi informasi. Hal ini penting agar penyuluh pertanian tidak gagap menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Sementara petani sebagai mitra penyuluh telah banyak yang menggunakan perangkat seperti smartphone dan perangkat multimedia lainnya untuk mengakses informasi pertanian. Dwi Arnir Wanayenti, SP Penyuluh Pertanian DTPH-BUN Prov. Sulsel