Loading...

Bimtek Pengembangan Kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya

Bimtek Pengembangan Kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya
Pembangunan pertanian diarahkan untuk tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan indonesia yang bermartabat, mandiri, maju, adil dan makmur. Salah satu upaya untuk mewujudkannya yakni mengupgrade sumberdaya manusia yang berkualitas, handal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan dan organisasi bisnis serta menguasai teknologi agar pelaku pembangunan pertanian mampu membangun usahatani yang berdaya saing tinggi serta berkelanjutan. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPH-BUN) Provinsi Sulawesi Selatan melalui UPT. Pelatihan Sumber Daya Manusia Pertanian (PSDMP) sukses menyelenggarakan Kegiatan Bimbingan Teknis Peningkatan Kompetensi Penyuluh Pertanian Swadaya selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 27 – 29 Oktober 2022 bertempat di Hotel d’Maleo Jalan Pelita Raya VIII No.1 Makassar dan diikuti oleh peserta penyuluh swadaya sebanyak +50 orang yang berasal dari Kabupaten Luwu serta Kabupaten Luwu Timur. Ketua panitia, Ashari melaporkan, tujuan dari bimbingan teknis ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan teknis penyuluhan penyuluh pertanian swadaya sebagai mitra kerja penyuluh pertanian lapangan (PPL) yang secara potensial terdapat di setiap desa/kelurahan. Kepala Dinas TPH-BUN Sulsel, Ir. H. Imran Jausi, M.Pd menjelaskan makna filosofis “Penyuluh Sahabat Petani”, maknanya adalah pendekatan emosional yang kuat dan intim, yang merupakan faktor penting penunjang keberhasilan penyuluhan. Melalui hubungan yang baik dan intensif, penyuluh dapat dengan mudah memposisikan diri sebagai kawan sejajar dengan petani dalam melakukan perubahan-perubahan. Lebih mendalam beliau memaparkan bagaimana paradigma pembelajaran saat ini sangat begerser jauh, dulu belajar classical yang hanya memiliki daya dorong/motivasi sebesar 10%, belajar dari sesama memiliki daya dorong/motivasi sebesar 20%, sedangkan proses melakukan sendiri dengan pendekatan coaching, mentor seperti demplot, sekolah lapang memiliki daya dorong/motivasi sampai 70%, bahkan konsep learning market place, dimana semua bisa jadi murid sekaligus bisa jadi guru dipandang sebagai metode pembelajaran aktif yang mengimplementasikan gaya belajar aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan (PAIKEM), Pungkasnya. Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan bimtek ini yaitu pengenalan dan pengembangan pertanian organik di Sulawesi Selatan oleh Koordinator Fungsional Penyuluh Pertanian Prov.Sulsel, dilanjutkan materi teknik pembuatan pupuk organik oleh Fungsional Penyuluh Pertanian Prov.Sulsel, selanjutnya materi kebijakan penumbuhan penyuluh pertanian swadaya oleh Kepala UPT. PSDMP, dan materi akhir secara panel mengenai budidaya sistem aquaponik lalu ditutup dengan materi teknik pembuatan video penyuluhan oleh Fungsional Penyuluh Pertanian Prov.Sulsel. Acara terakhir untuk memantapkan kegiatan ini yakni Praktek Kerja Lapang di BPP Kanreapia Malino Kabupaten Gowa selama sehari. Andi Untung, SP (Fungsional Penyuluh Pertanian Provinsi Sulsel)