BIOSAKA Biosaka adalah salah satu sistem teknologi terbarukan dalam pertanian organik modern yang terbentuk sebagai bio-technology. Biosaka dibuat dari rerumputan yang dicampur dengan air lalu dihancurkan, setelah itu dapat langsung diaplikasikan di lahan untuk semua jenis tanaman. Untuk pemilihan rumput harus memakai rumput yang sehat yang tidak tercampur bahan kimia dan harus diketahui masa pertumbuhan rumput berada di fase vegetatif atau generatif. Biosaka memiliki banyak manfaat, yaitu mengefisien biaya produksi, membuat hama penyakit sedikit/ hilang, hasil panen lebih bagus, tanah menjadi lebih subur, harga hasil panen menjadi bagus, dan akhirnya petani mendapat untung besar. Membuat larutan biosaka yang homogen, minimal ada tiga dimensi cara memilih rumput, yaitu dimensi cuaca, dimensi tempat dan dimensi umur/fase tanaman. Petani yang mau mempraktekan ini boleh, tetapi harus banyak diskusi dan belajar. Biosaka yang merupakan kepanjangan dari Selamatkan Alam Kembali ke Alam ini bukanlah pupuk, akan tetapi elisitor. Penemu inovasi Biosaka berasal darmenciptakan inovasi biosaka tanpa keahlian khusus. Tujuannya simpel, yakni dirinya ingin membantu petani mendapatkan nutrisi tanaman dengan biaya yang sangat terjangkau di tengah kondisi mahalnya harga pupuk kimia. Produknya ini berasal dari rumput-rumputan, ilalang atau tanaman apapun yang ada disekitar lahan sawah ataupun tegalan asalkan dalam kondisi sehat. Proses Pembuatan Biosaka: Proses pembuatan Biosaka harus secara manual (diremas) tidak dapat menggunakan alat seperti blender atau sejenisnya sampai larutannya homogen. Setelah itu bisa langsung di aplikasikan di lahan untuk semua jenis tanaman. untuk pemilihan rumput harus memakai rumput yang sehat yang tidak tercampur bahan kimia dan harus diketahui masa pertumbuhan rumput berada di fase vegetatif atau generatif. Dan rumputnya pun harus minimal ada 5 jenis. Kelebihan biosaka Biosaka memiliki beberapa kelebihan. Pertama, efektifitas kinerja yang baik. Reaksi biosaka dapat dilihat dalam waktu 24 jam setelah aplikasi Kedua, dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih sampai panen. Ketiga, proses produksinya pun sangat cepat karena tidak menggunakan metode fermentasi yang biasanya memakan waktu paling cepat 1 minggu. Keempat, cara penggunaannya mudah dan penggunaan dosis yang sangat sedikit, cukup 40 ml dicampur 15 liter air untuk satu kali penyemprotan untuk luasan 1.000m2, atau 400ml untuk 1 ha tanaman padi