Program Farmer Empowerment Through Agricultural Information and Technology (FEATI) atau Pemberdayaan Petani Melalui Teknologi dan Informasi Pertanian (P3TIP) di Kabupaten Sukabumi telah berakhir pada tahun 2012. Program ini dirasakan telah memberikan banyak manfaat bagi petani, khususnya di 13 kecamatan, yang selama 5 tahun telah mendapatkan fasilitasi pemberdayaan. Farmers Managed Extension Activities (FMA) atau penyuluhan yang dikelola petani, merupakan ciri khas FEATI yang perlu dikembangkan selanjutnya oleh Kabupaten Sukabumi, baik di lokasi FEATI sebelumnya maupun di kecamatan lain. Untuk itulah, pada tahun anggaran 2014, BP4K Kabupaten Sukabumi akan melaksanakan Kegiatan Reflikasi FMA di 16 kecamatan yang tidak mendapatkan program FEATI sebelumnya, yaitu Kecamatan Cicurug, Parakansalak, Gegerbitung, Cisaat, Cisolok, Palabuhanratu, Kadudampit, Cidahu, Nagrak, Jampangtengah, Kabandungan, Bojonggenteng, Sukaraja, Sukalarang, Sukabumi, dan Cireunghas. Reflikasi FMA setidaknya akan dilaksanakan selama 3 (tiga) tahun, namun tidak menutup kemungkinan dikembangkan di kecamatan lainnya di luar 16 kecamatan tersebut, apabila anggaran memungkinkan. Reflikasi FMA diisi dengan berbagai kegiatan pemberdayaan, diantaranya Bimbingan Teknis dan Sekolah Lapang. Bedanya dengan program FEATI, Reflikasi FMA dari APBD Kabupaten Sukabumi menyentuh pula sektor perikanan dan kehutanan, selain pertanian. Kegiatan Reflikasi FMA dimulai dengan dilaksanakannya Bimbingan Teknis Bagi Penyuluh Pendamping FMA Desa. Bimtek dilaksanakan selama 3 (tiga) hari, yaitu pada tanggal 11-13 Pebruari 2014, bertempat di Villa Yustik, Selabintana, Sukabumi. Peserta Bimtek berjumlah 32 orang, terdiri dari Kepala BP3K dan seorang Penyuluh dari 16 kecamatan lokasi Reflikasi FMA. Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir.Iwan Karmawan, MM. Dalam sambutannya, Beliau menyampaikan bahwa melalui Reflikasi FMA diharapkan tumbuh wirausahawan-wirausahawan baru di bidang pertanian, perikanan, dan kehutanan yang mampu menghasilkan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi, serta mampu menembus pasar yang menawarkan jaminan harga yang baik dan berkelanjutan, sehingga pada akhirnya diharapkan dapat mendongkrak pendapatan dan kesejahteraan petani. (SURYA).