Pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan di Kabupaten Sukabumi menghadapi tantangan yang cukup besar. Bukan hanya karena aspek infrastrukturnya, seperti jalan, yang belum dapat mendukung secara maksimal, serta karena program-program dari berbagai OPD terkait yang biasanya belum bersinergi dengan baik, selain tantangan peningkatan kualitas sumberdaya pelaku utama yang saat ini kondisinya relatif rendah. Untuk itu, BP4K Kabupaten Sukabumi berinisiatif untuk menggulirkan kegiatan Rintisan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT) di Desa Neglasari Kecamatan Purabaya. Harapannya, muncul suatu kawasan di Kabupaten Sukabumi yang memiliki tingkat ekonomi yang relatif tinggi, yang mampu menopang kesejahteraan pelaku utama di dalamnya, melalui keterpaduan pembangunan pertanian, perikanan, dan kehutanan, mulai dari hulu hingga hilir. Rencananya, kegiatan KUAT dapat dioperasionalisasikan pada tahun 2015, selama 3 (tiga) tahun berturut-turut. Mengawali rencana tersebut, maka pada tanggal 27 Pebruari 2014, bertempat di Villa Yustik, BP4K Kabupaten Sukabumi menyelenggarakan Seminar Rintisan KUAT. Seminar ini dibuka secara resmi oleh Asisten Sekda Bidang Ekbang, Ir.H.Dana Budiman, M.Si, didampingi oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, Ir. Iwan Karmawan, MM. Narasumber berasal dari Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian RI serta akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Peserta seminar ini berjumlah 60 orang, berasal dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, unsur desa dan kecamatan calon lokasi KUAT, serta Penyuluh di BP3K Purabaya. Dalam laporannya, kepala bp4k kabupaten sukabumi menyampaikan bahwa seminar ini dilaksanakan dengan tujuan mensosialisasikan rencana pelaksanaan kegiatan KUAT di Kecamatan Purabaya; menggali masukan dari narasumber dan peserta sebagai bahan penguatan perencanaan kegiatan KUAT; serta menumbuhkan kesamaan persepsi mengenai kegiatan kuat, terutama bagi opd di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi. Dalam sambutannya, Assda II menyampaikan agar kegiatan ini mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, bukan hanya dari OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, namun juga dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Pusat. Apabila kegiatan ini hanya dilaksanakan oleh unsur penyuluhan saja, tentunya akan sulit mencapai tujuan yang dimaksud.