Keberhasilan penyelenggaraan penyuluhan di suatu daerah salah satunya tergantung dari kuat tidaknya kelembagaan penyuluhan. Kekuatan kelembagaan penyuluhan itu sendiri sangat dipengaruhi oleh kebijakan, struktur, dan sumberdaya yang dimiliki. Bagi BP4K Kabupaten Sukabumi, dilihat dari struktur kelembagaan, relatif telah memadai, karena semua fungsi penyuluhan telah tertangani di empat bidang yang ada. Kebijakan Pemerintah Kabupaten Sukabumi terhadap penyelenggaraan penyuluhan pun relatif lebih baik, terbukti dengan semakin tingginya anggaran BP4K, dimana Belanja Langsung mencapai 11 milyar rupiah. Adanya perubahan dan perbaikan dalam fasilitasi dan kelembagaan penyuluhan di Kabupaten Sukabumi menjadi daya tarik tersendiri bagi daerah lainnya untuk melaksanakan studi banding ke BP4K Kabupaten Sukabumi. Salah satunya BP4K Kabupaten OKU. Studi banding dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 12 Pebruari 2014, dengan jumlah rombongan 7 (tujuh) orang, terdiri dari Kepala Badan, dua orang Kepala Bidang, dan empat orang Kepala Sub Bidang/Kasubag. Fokus kunjungan ditekankan pada struktur kelembagaan BP4K, tupoksi setiap bidang, dan kunjungan ke kelompok yang telah berhasil. Rombongan BP4K Kabupaten OKU diterima langsung oleh Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi, didampingi para pejabat eselon III dan IV. Dalam acara penerimaan tersebut, Kepala BP4K Kabupaten Sukabumi memaparkan sekilas tentang profil BP4K Kabupaten Sukabumi, kelembagaan tani yang dibina, termasuk potensi agroekosistem yang dimiliki. Para pejabat dari BP4K Kabupaten OKU begitu antusias dalam menggali data, termasuk berdiskusi secara langsung di ruangan setiap Kepala Bidang, setelah acara penerimaan di Ruang Pertemuan BP4K Kabupaten Sukabumi dilaksanakan. Yang cukup menarik, BP4K Kabupaten OKU hanya memiliki dua bidang, berbeda dengan BP4K Kabupaten Sukabumi yang memiliki empat bidang. Setelah berkunjung ke BP4K Kabupaten Sukabumi, rombongan diarahkan ke BP3K Sukabumi, yang jaraknya hanya sekitar 4 km dari kantor BP4K. BP3K Sukabumi merupakan salah satu BP3K yang diunggulkan untuk menjadi BP3K Model. BP3K ini diisi oleh Penyuluh yang memiliki kreativitas yang cukup tinggi, salah satunya dilihat dari pemanfaatan lahan BP3K yang efektif dan keberhasilan kelompok tani dalam menjalankan usaha agribisnisnya. Semoga kunjungan BP4K Kabupaten OKU ke BP4K Kabupaten Sukabumi memberikan nilai positif bagi kedua belah pihak. Amiin. (SURYA)