BPP Kota Agung Barat: Proyek Pengembangan dan Manajemen Irigasi Partisipatif Terintegrasi atau Integrated Participatory Development and Irrigation Program (IPDMIP) adalah proyek kerja sama antara Pemerintah Indonesia, International Funds for Agriculture Development (IFAD) dan Asian Development Bank (ADP) untuk mendukung pembangunan pertanian di Indonesia. Pembangunan pertanian diarahkan sebagai upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional yaitu mewujudkan Indonesia yang bermartabat, mandiri, maju, adil dan makmur. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian menyusun dan melaksanakan Tujuh Strategi Utama Penguatan Pembangunan Pertanian Untuk Kedaulatan Pangan (P3KP) yang meliputi 1) Peningkatan ketersedian dan pemanfaatan lahan,2) Peningkatan infrastruktur dan sarana pertanian, 3) Pengembangan dan perluasan logistic benih/bibit, 4) Penguatan kelembagaan petani, 5) Pengembangan dan penguatan pembiayaan, 6) Pengembangan dan penguatan bioindustri dan bioenergy, dan 7) Penguatan jaringan pasar produk pertanian. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan sumberdaya manusia yang berkualitas, handal, berkemampuan manajerial, kewirausahaan, dan organisasi bisnis serta menguasai teknologi. Peran Penyuluh Pertanian sebagai ujung tombak keberhasilan tujuan tersebut dengan pembinaan dan pemberdayaan pelaku utama dan pelaku usaha pertanian. Undang undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (SP3K) mengamanatkan bahwa Penyuluhan dilakukan oleh Penyuluh Pertanian PNS, Penyuluh Pertanian Swadaya dan Penyuluh Pertanian Swasta. Selanjutnya dalam UU Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani pasal 46 mengamanatkan bahwa penyedian penyuluh pertanian paling sedikit 1 (satu) orang dalam 1 (satu) desa. . Keberadaan Penyuluh Pertanian PNS dan Penyuluh THL TBPP saat ini masih dirasakan kurang memadai untuk bisa memberikan pelayanan penyuluhan yang optimal bagi pelaku utama maupun pelaku usaha. Oleh karena itu diperlukan pemberdayaan Penyuluh Pertanian Swadaya sebagai mitra Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di setiap desa. Penyuluh Pertanian Swadaya pada hakekatnya adalah pelaku utama atau pelaku usaha yang berhasil dalam usaha taninya. Namun demikian agar dapat menjalankan perannya perlu ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan teknik penyuluhan pertanian dan teknik budidaya pertanian. Dan Proyek IPDMIP memfasitasi ini dengan melaksanakan Kegiatan Pelatihan Penyuluh Swadaya Bagi Ketua Kelompok Tani (Lead Farmer Extension Staff Training). Kabupaten Tanggamus yang dilaksankan oleh DPIU Dinas Pangan dan Pertanian rencana melaksanakan pelatihan ini di Daerah Irigasi yang melaksanakan Sekolah Lapangan (SL) Petani yang ditempatkan di 5 (lima) kecamatan lokasi proyek. Kecamatan Kota Agung Barat salah satu yang tertunjuk menggelar kegiatan Pelatihan Penyuluh Swadaya ini. Pelatihan dilaksanakan di Balai Penyuluh Pertanian Kota Agung Barat (BPP Kobar) selama 5 (lima) hari (7-12/10). Pelatihan yang dibuka langsung oleh Camat Kota Agung Barat, Firdaus, S.Pd diikuti 30 peserta yang terdiri dari para ketua kelompok tani di Daerah Irigasi (DI) Way Maja yaitu Desa atau Pekon Pejajaran yang terdiri 6 kelompok tani, Pekon Kesugihan 4 kelompok tani dan Pekon Maja 1 kelompok tani. Firdaus berharap ilmu dan informasi dari pelatihan ini termanfaat oleh para peserta untuk diiplementasikan di wilayah binaan masing masing penyuluh swadaya ”Semoga pertanian di Kecamatan Kota Agung Barat lebih maju dari sebelumnya,” ujar Firdaus yang sekaligus menjabat Ketua Komando Strategi Pembangunan Pertanian (Kostratani) Kecamatan Kota Agung Barat. Roni Sepriyono SP, selaku Plt. Koordinator BPP Kobar menjelaskan pelatihan ini bertujuan melatihan para penyuluh pertanian swadaya untuk membantu tugas Penyuluh Pertanian Lapangan di setiap desa/pekon dan peningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap (PKS) tekniks usaha tani Penyuluh Pertanian Swadaya. Materi yang diberikan adalah Pendekatan Penyuluhan Pertanian; Komunikasi yang efektif dalam Penyuluhan Pertanian; Metode Penyuluhan Pertanian; Perencanaan Penyuluhan Pertanian; Melaksanakan Kegiatan Penyuluhan Pertanian;P enumbuhan Kelembagaan Petani dan Kelembagaan Ekonomi Pertanian; Membangun Jiwa Kewirausahaan Agribisnis; Monitoring, Evaluasi dan Laporan Penyuluhan Pertanian; Pembiayaan Pengelolaan Air; Perataan Lahan (On Farm Land Laveling) dan Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Karena masih dalam suasana pandemi Covid 19, jalanya pelatihan menerapkan Protocol Covid 19 yaitu cuci tangan dan tes suhu tubuh, diwajibkan memakai masker dan jaga jarak. Para peserta antusian mengikuti pelatihan, hal ini ditunjukkan tidak ada peserta yang absen selama mengikuti kegiatan. Mustakim peserta dari Pekon Kesugihan mengatakan saat sesi diskusi, kami berterimaksih dengan pelatihan ini, apalagi materi disampaikan sangat cocok dengan keadaan petani di pekon kami. "Kami berharap pembinaan ini berlanjut seperti pemberian fasiltas dan biaya pembinaan,” tambah Mustakim yang juga Ketua KTNA Kecamatan Kota Agung Barat. Peserta lain dari Poktan Bina Karya III Pekon Kesugihan M Saleh A mengatakan selain pembinaan petani dan kelompoknya, semoga pembangunan dan perehaban saluran dan bedungan juga segera dilakukan. Askhori peserta dan selaku Ketua P3A Kilu Andan I mengaminkan. "Selain pembinaan para pengurus poktan dan petani, pembangunan dan perehaban saluran irigasi baik sekunder sampai tersier semoga cepat terealisasi. Sehingga kemajuan pertanian di DI Way Maja cepat tercapai," ujar peserta dari Pekon Pejajaran ini. Semoga! TIM BPP Kota Agung Barat