Loading...

Bpp Tamalatea Bekerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia Menyelenggarakan Penyuluhan Pengendalian Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung

Bpp Tamalatea Bekerjasama Dengan PT. Syngenta Indonesia Menyelenggarakan Penyuluhan Pengendalian Penyakit Bulai Pada Tanaman Jagung
Balai penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tamalatea menyelenggarakan penyuluhan pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung bekerja sama dengan PT. Syngenta Indonesia sebagai salah satu perusahaan pemasok benih terbesar di Indonesia. Kegiatan penyuluhan penyakit bulai yang disebabkan oleh cendawan Peronosclerospora maydis ini didasari dari tingginya tingkat serangan penyakit bulai di Kecamatan Tamalatea. Tidak tanggung-tanggung bahkan ada salah seorang petani atas nama Mustari yang juga merupakan ketua kelompok tani di Desa Karelayu harus membabat tanaman jagungnya seluas 0.5 ha karena serangan penyakit ini. Kegiatan penyuluhan ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 24 November 2022 bertempat di kantor Desa Karelayu Kecamatan Tamalatea. Kegiatan penyuluhan pengendalian penyakit bulai ini dihadiri oleh kepala BPP Tamalatea, Kepala Desa Karelayu, Babinsa, Bhabinkantibmas, penyuluh dan para ketua kelompok tani Desa Karelayu. Serangan penyakit bulai di Kecamatan Tamalatea dalam dua tahun terakhir mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh karena itu PPL bersama dengan pihak dari PT. SYNGENTA selaku produsen benih NK 212 dan NK Sumo menyelenggarakan penyuluhan tentang bagaimana mengendalikan penyakit bulai ini. Dikatakan oleh Mustari “varietas NK 212 merupakan varietas yang paling disenangi oleh petani karena hasilnya yang tinggi. Namun tahun ini dia mengalami gagal panen karena serangan penyakit bulai ini”. Sedangkan menurut Sahabuddin. SP selaku perwakilan dari PT Syngenta untuk wilayah Tamalatea, Bontoramba, "penyakit bulai ini sudah menyerang pertanaman jagung di Kecamatan Bontoramba dua tahun terakhir dan tahun ini sudah menyerang tanaman jagung di Kecamatan Tamalatea, sehingga kami tidak menyarankan untuk kembali menanam varietas NK 212 dan NK Sumo karena memang tidak tahan dengan penyakit bulai". Lanjut dikatakan oleh Sahabuddin bahwa "untuk mengendalikan penyakit bulai ini salah satunya dengan menanam varietas yang tahan oleh penyakit bulai seperti NK Juara karena merupakan varietas yang tahan bulai juga produksi tinggi serta tahan penyakit busuk batang". Penyakit bulai ini juga bisa dikendalikan dengan cara melakukan perlakuan benih sebelum melakukan penanaman dengan perendaman Ridomil dan melakukan penyemprotan dengan Amistartop jika ada serangan penyakit bulai, demikian dijelaskan oleh Sahabuddin. SP. Penyuluhan tentang pengendalian penyakit bulai ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan para petani jagung dalam melakukan pengendalian penyakit bulai pada tanaman jagung di Kecamatan Tamalatea. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas petani baik dalam hal pengetahuan maupun keterampilan dan sikapnya dalam melakukan pengendalian penyakit bulai. Penulis : Kurniati. SP (Penyuluh Pertanian Madya)