Loading...

Budidaya Bawang Merah Dikelompok Tani Sumber Rejeki Desa Keras Wetan Kec. Geneng Kab. Ngawi

Budidaya Bawang Merah Dikelompok Tani Sumber Rejeki Desa Keras Wetan Kec. Geneng Kab. Ngawi
Wilayah kecamatan geneng yang merupakan wilayah yang strategis dilihat dari sisi potensi pertanian. Salah satu yang bisa dijadikan potensi dari sektor perkebunan yaitu tanaman hortikultura berupa bawang merah. Seperti kita ketahui bawang merah merupakan kebutuhan dalam usaha kuliner masak. Potensi wilayah itu yang dijadikan inspirasi kelompok tani sumber rejeki untuk berbudidaya bawang merah. Bawang merah yang ada Dikelompok Tani Sumber Rejeki Desa Keras Wetan Kec.Geneng Kab.Ngawi terus dikembangkan. Sehingga bawang merah saat ini sudah menjadi bagian dari kelompok tani sumber rejeki Desa Keras Wetan Kec.Geneng Kab.Ngawi Cara atau tahapan tanam bawang merah yang dilakukan di Kelompok Tani Sumber Rejeki Desa Keras Wetan Kec.Geneng Kab.Ngawi sebagai berikut: 1. Pemilihan bibit bawang merah Dalam usaha Menanam bawang merah yang perlu diperhatikan pertama adalah pemilihan bibit bawang merah yang berkualitas, seperti kita ketahui bersama bahwa banyak jenis bibit bawang merah. cara memilih bibit bawang merah seperti dibawah ini: Bibit harus padat tidak gembos dan sehat serta warna harus pudar Selanjutnya potong bagian bawah bawang merah jika warna hijau tunas sudah tumbuh Calon bibit yang baik setelah umur 2-3 bulan 2. Pengelolaan lahan tanaman bawang merah Selanjutnya yang perlu kalian lakukan adalah menyiapkan lahan tanaman bawang merah, kalian dapat membuat bedengan dengan luas sesuai dengan berapa banyak yang ingin kalian tanam saran kami untuk memberi jarak antara bedengan satu dengan yang lain sekitar 50 cm. Pembuatan bedengan pada lahan dengan ukuran 120-180 cm, tanah bisa dicangkul ataupun dibajak Pemberian pupuk kandang/organic disebarkan merata di lahan dengan dosis 0,5-1 ton/ 1000 m2 Diantara bedengan dibuat saluran air (canal) dengan lebar 40-50 cm dan kedalaman 50 cm. Pemberian dolomit dosis + 1,5 ton/ha disebarkan di atas bedengan dan diaduk rata dengan tanah lalu biarkan 2 minggu. 3. Pemberian pupuk Cara menanam bawang merah selanjutnya dengan memberikan pupuk secara teratur pada bawang merah, cara pemupukan sebagai berikut: Pemupukan yang pertama dalam budidaya bawang merah, yaitu pemupukan dasar. Pemupukan dasar dilakukan bersamaan dengan pengolahan lahan dengan cara memberikan pupuk organik atau pupuk kandang Selanjutnya kita tambahkan juga pupuk (P) SP-36 dengan dosis 180 kg/ha yang disebarkan dipermukaan tanah kemudian diaduk merata. Pemeberian pupuk dasar P tersebut dilakukan pada saat pembuatan bedeng 1 minggu sebelum tanam. Selain pupuk organik dan P tanaman bawang merah memerlukan pupuk N dan K, yang diberikan umur 10-15 hari setelah tanam. Kemudian pupuk susulan kedua diberikan setelah tanaman beusia 1 bulan dengan takaran masing-masing dari pupuk pertama dan kedua 1/2 dosis 4. Penanaman bibit bawang merah Berikutnya adalah proses penanaman bawang merah ke lahan, sebelum itu siapkan bibit bawang merah yang berusia kurang dari 2 bulan. Potong bagian ujung bawang merah sepanjang 0,5 dengan bertujuan mempercepat proses pertumbuhan tunas. 5. Penyiraman bibit bawang merah Tanaman yang berumur 0-10 hari, disiram dua kali yaitu pagi dan sore hari, sesudah umur tersebut penyiraman cukup dilakukan sekali sehari (sebaiknya dilakukan pada pagi hari).Penyiraman menggunakan gembor atau selang. Penyiangan tanaman bawang merah dengan cara manual dilakukan sesuai keadaan gulma di lapangan, yaitu antara satu sampai dua kali penyiangan yakni pada saat tanaman berumur 10-15 hari dan 28-35 hari (sebelum pemupukan susulan). 6. Pengendalian hama tanaman bawang merah Pengendalian hama ini dapat dilakukan secara manual atau pun menggunakan obat nabati, jika tanaman bawang merah menggunakan cara manual dengan mengambil secara langsung ulat dan memusnahkannya tetapi jika tanaman bawang merah. Beberapa hama yang menyerang pada lahan bawang merah kelompok tai sumber rejeki antara lain : Ulat daun bawang (Spodoptera exigua) Gejala serangan: pada daun yang terserang terlihat bercak putih transparan. Hal ini karena ulat menggerek daun dan masuk ke dalamnya sehingga merusak jaringan daun sebelah dalam sehingga kadang-kadang daun terkulai. Cara pengendalian: rotasi tanaman, waktu tanam serempak, atau dengan pengendalian secara kimiawi yaitu menggunakan Curacron 50 EC Ulat tanah (Agrotis epsilon) Pengendalian dilakukan secara manual yakni dengan mengumpulkan ulat ulat pada sore/senja hari di antara pertanaman serta menjaga kebersihan areal pertanaman. Penyakit bercak ungu atau trotol (Alternaria porri), melakukan penyemprotan setelah hujan dengan air untuk mengurangi spora yang menempel pada daun. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan fungisida, antara lain Antracol 70 WP, Ditane M-45, Deconil 75 WP, atau Difolatan 4F. 7. Panen Bawang Merah Pemanenan bawang merah diantaranya bawang merah sudah berumur 60-75 hari setelah tanam. Tanaman yang telah siap dipanen memiliki ciri-ciri: Tanaman telah cukup tua, dengan hampir 60-90% batang telah lemas dan daun menguning Umbi lapis terlihat padat berisi dan sebagian tersembul di permukaan tanah Warna kulit umbi mengkilat atau memerah Panen dilakukan dengan cara mencabut tanaman bersama daunnya dan diusahakan agar tanah yang menempel pada umbi dibersihkan. Biarkan umbi beberapa jam pada bedengan, kemudian diikat (1-1,5 kg/ikat) Umbi yang telah diikat dijemur dengan posisi daun berada di atas (selama 5-7 hari). Setelah daun kering, ikatan diperbesar dengan menyatukan 3-4 ikatan kecil menggunakan tali bambu. Selanjutnya ikatan dijemur kembali dengan posisi umbi di atas (selama 2-3 hari), Bila umbi telah kering, umbi siap disimpan di gudang atau di para-para.atau dilakukan pengasapan aga tidak mudah busuk dan tahan lama. Penulis : ANDRI YATWOKO, S.ST PPL Desa Geneng Kec. Geneng Kab. Ngawi