Loading...

BUDIDAYA BAWANG PUTIH DI LERENG BROMO (2)

BUDIDAYA BAWANG PUTIH DI LERENG BROMO (2)
BUDIDAYA BAWANG PUTIH DI LERENG BROMO (2) Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persiapan tanam bawang putih adalah sebagai berikut : Syarat Tumbuh Bawang Putih Suhu Optimum 16 – 20 °C untuk pembesaran umbi. Tanah gembur dengan bahan organik tinggi untuk pertumbuhan umbi yang optimum Ketinggian tempat 600 – 1700 m dpl Tingkat kemasaman tanah 5.5-6.5, lahan dengan kemasaman rendah perlu tambahan kapur. Topografi datar (<30%) Sinar matahari cukup untuk produksi umbi yang tinggi. Bukan bekas penanaman bawang-bawangan Persiapan Benih Sebelum ditanam, umbi bawang putih yang telah disiapkan harus dirumih (dipisahkan siungnya). Siung – siung inilah yang nantinya akan digunakan sebagai benih bawang putih. Setelah dirumih, sebaiknya benih direndam dengan fungisida atau trichoderma cair 10 cc/l air selama 10 menit sesuai dosis yang dianjurkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah serangan patoogen tular tanah atau jamur Fusarium. Selain itu benih dapat direndam dengan ZPT (Zat Pengatur Tumbuh) perangsang pertumbuhan akar dan tunas seperti auksin dan giberelin. Persiapan Lahan Lahan dibersihkan dan dibuat bedengan : lebar : 100-120 cm tinggi : 15-30 cm jarak antar bedeng : 30-40 cm Tambahkan bahan organik, bila perlu tambahkan kapur bila ph < 5 Lahan diistirahatkan sekitar 2-3 minggu, dan diolah 2-3 kali hingga tanah benar – benar gembur. Sebelum tanam dilakukan pemberian pupuk dasar yaitu menggunakan pupuk kandang (>20 ton/ha) dan SP-36 sebanyak 200 - 300kg /ha. Kebutuhan Benih Bawang Putih Dengan jarak tanam 10 cm x 20 cm membutuhkan 500-750 kg/ha Dengan jarak tanam 15 cm x 20 cm membutuhkan 350-500 kg/ha Dengan jarak tanam 20 cm x 20 cm membutuhkan 250-400 kg/ha Pemupukan Pupuk Dasar Organik (utama): kompos SP 36 200-250 kg/ha +ZA 200kg/ha (4-7 hr sebelum tanam) Pemupukan susulan I pada umur 20-25 HST, NPK 16:16:16 200kg/ha Pemupukan susulan II pada umur 45-60 HST kg/ha dan NPK 200kg/ha Pemupukan susulan III berumur 75-80 HST dengan dosis pupuk NPK sebanyak 200 kg/ha dan KNO3 50 kg/ha Pengairan Frekuensi pemberian air pada awal pertumbuhan dilakukan setiap hari di MK sampai 30 HST, dan 2-5 hari sekali sampai awal pembentukan umbi Pada masa pembentukan tunas-pembentukan umbi, pemberian air 7-15 hari sekali. Pada saat pembentukan umbi maksimal atau 10 hari menjelang panen tidak dilakukan pengairan.