Loading...

Budidaya Cabai Merah Disela-sela Tanaman Kelapa Sawit

Budidaya Cabai Merah Disela-sela Tanaman Kelapa Sawit
Cabai merupakan tanaman perdu dari famili terung-terungan dengan nama ilmiahCapsicum sp.Tanaman cabai memiliki banyak ragam tipe pertumbuhan dan bentuk buah. Pada umumnya masyarakat hanya mengenal beberapa jenis saja, yaitu cabai besar, cabai keriting, cabai rawit, dan paprika. Cabai merah merupakan salah satu komoditas pertanian dengan harga yang tetap tinggi di pasaran karena cabai merah mempunyai kegunaan yang sangat beragam, yaitu digunakan sebagai bumbu dapur, bahan baku industri makanan, obat-obatan, zat pewarna, percampuran minuman dan lain-lain. Petani di Desa Kuala Baro Kecamatan Kuala Pesisir Kabupaten Nagan Raya umumnya mempunyai lahan perkebunan sawit. Guna memaksimalkan pemanfaatan lahannya yang baru ditanam sawit, maka petani menanam cabai merah di sela-sela tanaman kelapa sawit yang masih berumur dibawah 3 tahun dan hasilnya cukup bagus. Selain cabai, kebun kelapa sawit yang belum produktif juga dimanfaatkan untuk tanaman pangan dan sayur-sayuran. Dengan cara tersebut, Petani mengaku beruntung, karena bisa memanfaatkan lahan dengan cara tumpang sari, menanam di satu lahan dengan beberapa jenis tanaman yang berbeda. Persiapan Lahan Pengolahan tanah dilakukan disela-sela tanaman kelapa sawit untuk pembuatan bedengan, di atas bedengan diberikan kapur (jika diperlukan), pupuk kandang/organik dan pupuk lengkap. Terlebih dahulu bedengan dibuka tengah-tengah untuk tempat pemberian pupuk dan diaduk serta ditutup kembali. Persemaian Benih Cabai Membuat media persemaian berupa campuran pupuk kandang yang siap pakai/ kompos dengan tanah 1:1 atau 1:2 (1 tanah + 1 pupuk kadang) dan (1 pupuk kandang + 2 tanah). Polibag yang telah terisi media semai ditata rapi di rak persemaian atau ditempat pada tanah yang tinggi seperti bedengan tanah. Sebelum benih cabai merah disemai dipolibag, terkebih dahulu direndam dalam larutan air yang telah diberikan berupa : Fungisida Agreep 1 gram / liter air, Radifarm 0,5 cc / liter air, diarkan terendam selama lebih kurang 2,5 – 3 jam, kemudian ditiriskan lalu disemai. Sesudah benih cabai merah disemai. Disiram sampai jenuh, kemudian ditutup yang rapi dengan MPHP hitam keatas, supaya temperatur suhu agar lebih merangsang pertumbuhan yang serentak setelah 9-10 hari sudah terlihat benih cabai. Benih cabai diberi plastik naungan, setelah tumbuh lalu dibuka dan atur penyiramannya. Setelah umur 14 hari setelah tumbuh, cabai merah harus disemprot dengan larutan pupuk daun 1,5 cc/liter air dan ditambah 1,5 gram DITHENE M45 4 hari sebelum pindah kelapangan. Penanaman Pada umur tanaman 25-28 hss benih cabai merah dilakukan pemindahan setelah mencapai ketinggian 12-14 cm berdaun 3-6 lembar. Sebelum bibit ditanam, terlebih dahulu dicelupkan dalam larutan Agrep yang sudah disiapkan percampuran 2 gram/liter air dalam sebuah ember. Setelah penanaman tanaman dipelihara yaitu: penyiraman, pemangsangan ajir, penyemprotan, penyiangan, pembuangan, perapelan tunas bunga I sampai umur 30 hari, pembersihan saluran dll. Pemupukan lewat pengocoran dilakukan seminggu sekali tiap lubang. Pemupukan Dosis pembuatan pupuk cair NPK 4-5 kg untuk 200 liter air dalam drum plastik dan diberikan untuk tanaman yaitu:7 HST 250 cc/tanaman, 15 HST 250 cc/tanaman, 30 HST 350 cc/tanaman, 45 HST 500 cc/tanaman + 100 gram topsin, 60 HST 500 cc/tanaman + 100 gram topsin. Untuk tanaman cabai merah lebih sehat dan resisten terhadap penyakit serta tidak hama tanaman cabai diberi pupuk cair organik. Pengendalian hama dan penyakit Penyemprotan hama dilakukan bila kelihatan tanda-tanda hama, lakukan penyemprotan, diulang kembali menurut kebutuhan sesuai keadaan hama. Panen Pemanenan cabai dapat dilakukan pada umur 70-80 HST, bisa dilakukan pada pagi hari karna buahnya masih segar dan bobotnya masih maksimal. Pemanenan cabai dilakukan pada buah cabai yang memenuhi kriteria panen yakni berwarna merah mengkilap, ukuran buah maksimal dan keras. Untuk menjaga tanaman cabai tetap sehat dan berproduksi tinggi perlu dijaga dengan baik dari serangan hama dan penyakit serta lakukan pengocoran NPK setiap 2 kali panen dengan dosis 5 kg NPK dalam 200 liter air disiram diantara dua batang tanaman cabai merah lakukan sekurang-kurangnya 4 kali. Penulis : Hardik Nasutomo, S.TP dan Cut Fitri Yandi, SP (Penyuluh Pertanian BPP Kuala Pesisir)