Penanaman dapat dilakukan 4-6 minggu setelah lubang tanam disiapkan. Untuk mengurangi keasaman tanah, pembuatan lubang tanam sebaiknya dilakukan pada musim kemarau.Hal-hal yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut: a) Bibit yang akan ditanam dilepas dari polybag. Tanah yang melekat pada akar dijaga jangan sampai berantakan agar perakaran bibit tidak rusak, b) Penanaman dilakukan sampai sebatas leher akar atau sama dalamnya seperti sewaktu masih dalam persemaian. Bila menggunakan bibit dari okulasi dan sambung, diusahakan akar tunggangnya tetap lurus. Letak akar cabang diusahakan tersebar kesegala arah. Ujung-ujungnya yang patah/rusak sebaiknya dipotong, dan c)Tanah disekitar batang dipadatkan dan diratakan agar tidak dapat terdapat rongga-rongga udara diantara akar dan tidak terjadi genangan air. Tanaman perlu diberi penyangga dari bambu agar dapat tumbuh tegak Pemeliharaan tanaman jambu mete meliputi penyiraman, penyulaman, penyiangan dn penggemburan, pemupukan, pemangkasan dan penjarangan. Penyiraman Bibit yang baru ditanam memerlukan banyak air. Oleh karena itu tanaman perlu disiram pada pagi dan sore hari. Penyiraman dilakukan secukupnya dan air siraman jangan sampai menggenangitanaman. Penyulaman. Penyulaman dilakukan setalah tanaman berumur 2-3 tahun. Apabila tanaman berumur =3 tahun maka pertumbuhan tanaman sulaman umumnya kurang baik atau akan terhambat. Penyiangan dan Penggemburan Bibit jambu mete mulai berdaun dan bertunas setelah 2-3 bulan ditanam. Pembasmian gulma sebaiknya dilakukan sekali dalam 45 hari. Tanah yang disiram setiap hari tentu semakin padat dan udara di dalamnya semakin sedikit. Akibatnya, akar tanaman tidak leluasa menyerap unsur hara. Untuk itu tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan. Pemupukan Tanaman jambu mete dipupuk dengan pupuk kandang, kompos, atau pupuk buatan. Pemberian pupuk kandang/ kompos dilakukan dengan cara menggali parit melingkar, di luar tajuk sebanyak ± 2 blek minyak tanah (20 kg). Pupuk dituangkan ke dalam parit dan ditutup dengan tanah. Pemupukan berikutnya dilakukan dengan pupuk buatan. Pemangkasan. Cara pemangkasan tanaman jambu mete dilakukan sebagai berikut: • Tunas-tunas samping pada bibit terus-menerus dipangkas sampai tinggi cabang mencapai 1 - 1,5 m dari tanah. • Pilih 3 - 5 cabang sehat dan baik posisinya terhadap batang pokok . • Pemangkasan ini dilakukan sebelum tanaman berbunga. Pemangkasan untuk pemeliharaan dilakukan setelah tanaman berbuah. Penjarangan. Penjarangan dilakukan bertahap pada saat tajuk tanaman saling menutupi. Apabila jarak tanaman 6 x 6 m dan ditanam secara monokultur maka tajuk tanaman diperkirakan sudah bersentuhan pada tahun 6 - 10 tahun. Pada saat itu penjarangan mulai dilakukan. Perbanyakan jambu mete dapat dilakukan secara vegetatif (tanpa dengan biji) dan generatif (dengan biji). Perbanyakan Vegetatif lebih sulit daripada perbanyakan generatif, dan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu antara lain: mencangkok (air layering), merunduk (layering), menyambung (grafting), menempel (budding), dan stek (cutting). Cara melakukan perbanyakan/pembiakan secara vegetatif yang mudah dan murah adalah dengan mencangkok. Cara pembiakkan/perbanyakan dengan mencangkok dilakukan pada awal musim penghujan, agar cangkokan tetap lembab dan perakarannya cepat tumbuh. Bahan tanaman yang akan dicangkok, pilihlah tanaman yang pertumbuhannya baik, sehat, berumur kurang lebih 10 tahun,subur dan produktif, mempunyai sistem percabangan yang rimbun dan bentuk percabangan yang baik. Pencangkokan dilakukan pada saat tanaman belum berbunga. Pilihlah cabang yang tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda. Bila terlalu muda pertumbuhannya akan lemah dan bila terlalu tua akan sulit berakar. Sedangkan dalam perbanyakan generatif yang perlu diperhatikan adalah berat biji calon bibit daripada ukuran besarnya biji. Hal ini dikarenakan daya biji dan pertumbuhan lebih baik. Berat benih dapat ditentukan dengan cara merendam biji ke dalam larutan gula (± 20 %), biji yang tenggelam dapat digunakan untuk bibit. ( Penulis : Nanik Anggoro P, SP / Penyuluh Pertanian Pertama BBP2TP; Sumber : Pedoman Peningkatan Produktivitas Usahatani Jambu Mete, Dirjen Perkebunan, Kemtan 2005; Teknologi Unggulan Jambu Mete, Puslitbang Perkebunan, Badan Litbang Pertanian, 2007)