Sebagai salahsatu tugas dari BPP yaitu selalu mengakses informasi dan budidaya tanaman baru agar tidak ketinggalan , maka BPP Kecamatan Wonosari mencoba menanam buah gac ( Momordica cochinchinensis ). Buah ini mungkin masih terasa asing bagi sebagian besar orang di Indonesia namun buah yang berwarna merah ini sudah cukup lama dikenal oleh masyarakat Vietnam , Thailand, Myanmar, dan Cina. Masyarakat di sana sudah familiar sekali dengan tanaman kaya manfaat ini. Masyarakat di Vietnam mengkonsumsi buah gac dengan cara memasak daging buah dan bijinya dicampur dengan nasi ketan. Kini buah gac sudah di ekspor ke seluruh dunia dalam bentuk jus sebagai suplemen makanan karena kandungan fitonutrientnya yang tinggi.Bagian luar buah gac berwarna merah dan agak berduri serta beracun, namun bagian dalamnya lembut serta tidak beracun. Buah gac mengandung banyak sekali antioksidan, khususnya beta karoten. Bahkan kandungan beta karoten buah gac jauh lebih tinggi daripada kandungan beta karoten semua jenis buah dan sayuran lainnya, termasuk wortel. Beta karoten akan diubah menjadi vitamin A di dalam tubuh. Kandungan beta karoten buah gac 10 kali lebih banyak daripada wortel. Kandungan likopen buah gac 70 kali lebih banyak daripada tomat. Selain itu buah gac juga merupakan sumber zeaxanthin yang baik. Sekelompok peneliti di Thailand menguji sampel buah gac untuk menemukan kandungan fitokimianya. Mereka menemukan bahwa daging buah gac mengandung senyawa beta karoten dan likopen tertinggi, sementara kulit buahnya mengandung senyawa lutein tertinggi. Senyawa lain yang teridentifikasi di buah gac meliputi asam galat dan rutin. Aktivitas antioksidan ekstrak buah gac bervariasi. Ekstrak daging buahnya memiliki nilai FRAP tertinggi. FRAP adalah ukuran kekuatan antioksidan. Evaluasi kandungan karotenoid buah gac telah dilakukan oleh peneliti dari Jepang menggunakan HPLC. Senyawa likopen merupakan senyawa yang paling banyak di lapisan bijinya, kandungannya lebih besar daripada kandungan likopen buah dan sayuran lainnya.Sebuah penelitian di Vietnam menunjukkan bahwa buah gac merupakan sumber beta karoten yang baik. Pada penelitian ini sebanyak 185 anak prasekolah yang menderita kekurangan vitamin A diikutkan dalam penelitian yang berlangsung selama 30 hari. Para penbeliti membagi anak-anak tersebut menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok yang mendapat olahan buah gac dalam nasi ketan, kelompok yang mendapat beta karoten sintesis, dan kelompok yang mendapat nasi ketan tanpa buah gac. Setelah 30 hari, kelompok anak yang mendapat nasi ketan dicampur gac dan beta karoten sintetis memiliki peningkatan konsentrasi beta karoten serum. Konsentrasi beta karoten pada kelompok yang mendapat buah gac lebih tinggi dibanding kelompok yang mendapat beta karoten sintetis. Manfaat buah gac bagi kesehatan, terutama bagi kesehatan prostat dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa likopen buah gac. Likopen efektif mencegah kanker prostat dan penting perannya dalam terapi BPH (benign prostatic hyperplasia). Buah gac juga memiliki khasiat antikanker serviks, ginjal, dan paru-paru. Penelitian lainnya membuktikan khasiat buah gac dalam melawan kanker usus besar pada tikus percobaan. Manfaat kesehatan buah gac yang dikaitkan dengan tingginya kandungan senyawa beta karotennya tidak hanya bermanfaat untuk memacu sistem kekebalan tubuh dan mata, juga dapat meningkatkan produksi sperma. Senyawa likopen dan beta karoten terbukti menurunkan risiko serangan jantung, sedangkan senyawa zeaxanthin pada buah gac bermanfaat melindungi mata dari bahaya radiasi ultraviolet.Budidaya buah gac sebenarnya sangat mudah dilakukan karena tanaman ini tidak memerlukan kondisi tanah yang solumnya tebal. Kondisi tanah di halaman BPP Wonosari solumnya sangat tipis tidak lebih dari 20 cm dan meruoakan tanah yang berbatu ternyata tanaman gac dapat tumbuh dan berbuah dengan baik.Tanaman gacjuga relatif tahan terhadap kekeringan. Karena tanaman gac merupakan tanaman merambat maka di BPP Wonosari ditanam menggunakan pergola dari bambu dengan ukuran 6 m x 4 m.. Pergola seluas ini dapat digunakan untuk 3 pohon gac.Perawatan tanaman gac sangat mudah yaitu bila tidak ada hujan maka cukup diiram seminggu 2 x dan pemupukan cukup diberikan pupuk NPK sebulan sekali. Tanaman gac mulai berbunga pada umur enam bulan dan merupakan tanaman berumah dua yaitu antara bunga jantan dan bunga betina terpisah, Bunga gac harus diserbuki secara manual dengan bantuan manusia karena tidak bisa diserbuki oleh angin ataupun serangga. Saat pernyerbukan juga harus tepat yaitu saat bunga jantan maupun betina pada kondisi tepat masak yaitu saat kelopak bunga mekar sempurna dan keopak bunga belum gugur, Cara penyerbukannya adalah memetik bunga jantan dan menempelkan kepala saribunga jantan pada kepala putik bunga betina. Bila penyerbukan berhasil maka bakal buah pada bunga betina tetap berwarna hijau dan tumbuh membesar tetapi kalau gagal maka bakal buah menjadi berwarna kuning. Buah gac muda berwarna hijau dan bila sudah tua berwarna kuning dan saat masak sempurna berwarna merah menyala. Buah gac siap dipanen pada umur kurang lebih 3 bulan sejak penyerbukan. Cara mengonsumsi buah gac adalah dengan cara daging buah dan isinya diambil dan dimasukkan ke dalam gelas dan dicampur dengan sedikit air matang .Campuran tersebut kemudian diaduk hingga semua pulp larut dalam air. Selanjutnya disaring dan langsung siap untuk diminum atau dicampur lebih dahulu dengan madu. Disusun oleh Tugimin STP. Penyuluh BPP Wonosari