Tanaman Kakao (Cocoa) merupakan tanaman tahunan yang batangnya bisa tumbuh tinggi namun untuk dibudidayakan sebaiknya dibatasi hingga 4 meter, karena semakin tinggi tanaman justru tidak produktif. Saat ini kakao menjadi komoditas unggulan yang berperan penting dalam perekonomian nasional, karena ampu menyediakan lapangan pekerjaan dan menambah pengasilan dan devisa negara. Selain itu Indonesia menjadi negara penghasil terbesar ketiga di dunia.Selain sebagai bahan utama pembuatan cokelat, kakao memiliki khasiat tersendiri bagi kesehatan tubuh. Kandungan dalam kakao mampu menjadi antioksidan tinggi bagi tubuh, mampu mencegah dan melawan kanker serta menurunkan tekanan darah. Selain itu kakao juga berkhasiat untuk menghilangkan stres. Berikut cara budidaya tanaman kakao : PembibitanPembibitan tanaman kakao bisa dilakukan secara generatif maupun vegetatif. Berikut langkah-langkah pembibitan kakao secara generatif atau biji :1. Ambil biji segar dan sehat atau biji bagian tengah, dari buah berkualitas.2. Pisahkan biji dari daging buah, kemudian bersihkan dengan air.3. Semai di atas karung goni yang memiliki sirkulasi baik, selama masa perkecambahan karung goni harus dijaga kondisinya agar selalu lembab.4. Biji ditanam mengarah ke bawah dan kurang lebih setengah dari biji harus tertutup tanah.5. Setelah seminggu kotiledon akan muncul.6. Pindahkan ke polybag ukuran 20 x 30 cm, yang telah diisi media tanah atau kompos dua minggu sebelum penyemaian.7. Berikan naungan sekitar 60-70% bisa menggunakan daun kelapa. Bibit siap pindah tanam pada umur 4 - 6 bulan. Pengolahan LahanSebelum melakukan pengolahan, lakukan pembersihan area lahan dengan menghilangkan gulma, semak belukar, maupun alang-alang. Pembersihan area lahan biasanya diikuti dengan tahap penanaman tanaman penutup tanah, untuk mempertahankan lapisan atas tanah, menambah kesuburan tanah dan mencegah pertumbuhan gulma. Kemudian lakukan pengolahan lahan secara mekanis. Selain itu, penanaman pohon pelindung juga sering dilakukan untuk mengurangi intensitas sinar matahari langsung. Namun, saat ini penanaman pohon pelindung sedang dikurangi secara bertahap, untuk mengurangi biaya, resiko hama dan penyakit, dan mengindari kompetisi air dan unsur hara. PenanamanLakukan pengajiran di lahan. Tinggi ajir 80-100 cm, terbuat dari bambu. Ajir induk dipasang terlebih dahulu sebagai patokan saat pengajiran, lalu untuk meluruskan ajir gunakan tali sehingga memperoleh jarak tanam yang seragam. Tanam bibit yang telah berumur 4-6 bulan di lahan. Dua minggu sebelum penanaman, siapkan lubang tanam ukuran 40 x 40 x 40 cm atau 60 x 60 x 60 cm tergantung ukuran polybag. Kemudian lubang ditutup dengan seresah. PemeliharaanPenyiraman dilakukan 2 kali sehari pada siang dan sore hari sebanyak 2-4 liter/pohon. Pemupukan diaplikasikan pada tanaman mulai dari tanaman muda hingga tanaman menghasilkan. Dosis pemupukan terdiri dari : Tanaman Muda (0–1 tahun), pupuk organik padat, pemupukan diulangi 3 bulan sekali. Penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman, Tanaman Belum Menghasilkan (1–3 tahun), pupuk kompos secukupnya, penyiraman dilakukan sesuai kebutuhan tanaman.Selain penyiraman dan pemupukan, pemangkasan juga perlu dilakukan secara intensif. Namun pemangkasan lebih ditujukan kepada tanaman yang belum menghasilkan, setelah 8 bulan agar pembentukan cabang seimbang. Pemangkasan bertujuan untuk memperoleh pertumbuhan tajuk yang seimbang dan kokoh, mengurangi kelembaban sehingga aman dari serangan hama dan penyakit, memudahkan pelaksanaan panen dan pemeliharaan, serta mendapat produksi tinggi. PemanenanBuah Kakao bisa dipanen ketika sudah masak, namun jangan terlalu masak. Caranya memotong tangkai buah dengan menyisakan 1/3 bagian tangkai buah. Hal ini bertujuan agar tidak merusak bantalan bunga sehingga pembentukan bunga tidak terganggu. Ciri-ciri buah kakao masak ditandai dengan perubahan warna. Kakao muda warna hijau berubah menjadi kuning, sedangkan kakao muda warna merah berubah menjadi jingga. Rata-rata kakao bisa dipanen satu tahun sekali, sekitar 5-6 bulan setelah pergantian musim. Pemanenan dilakukan pada pagi hari dan pemecahan pada siang hari. Penulis : RENI EFITA, S.TP