Loading...

BUDIDAYA KETELA POHON SAAT MUSIM KEMARAU

BUDIDAYA KETELA POHON SAAT MUSIM KEMARAU
Oleh : Siti Fatimah, A.Md BPP Kecamatan Jatirejo Kab. MojokertoMusim kemarau sudah masuk di indonesia begitu juga di Kecamatan Jatirejo dan Kabupaten Mojokerto. Berbagai cara untuk mempersiapkan kelangsungan budidaya di musim kemarau telah dilakukan. Salah satunya adalah dilaksanakannya Rapat Koordinasi Mitigasi dan Adaptasi guna menghadapi dampak kekeringan di wilayah Kabupaten Mojokerto yang dilaksanakan hari kamis tanggal 18 juli 2019 di Aula Makodim 0815 Mojokerto Jl. Mojopahit No. 1 Kota Mojokerto yang dipimpin langsung Dandim 0815 mojokerto bersama Pejabat terkait termasuk Dinas Pertanian Kabupaten Mojokerto dan semua Koordinator PPL se Kabupaten Mojoketo dengan Nomor Surat B/ 700/ VII/ 2019.Untuk Kecamatan Jatirejo beberapa petani mengantisipasinya dengan berbudidaya tanaman singkong atau ketela pohon. Karena tanaman singkong ini merupakan salah satu tanaman yang tidak membutuhkan air banyak, karena tidak manja terhadap air dan dapat ditanam dimana pun dan kapan pun. Terlebih jika dirawat dengan baik, hasil panen komoditas ini bisa melimpah.Bibit / StekBibit berupa stek diambil dari tanaman yang sehat dan berumur lebih dari 7 bulan dan kurang dari 14 bulan.Yang digunakan untuk stek adalah bagian tengah batang yang bagus. Bagian pucuk yang masih terlalu muda (sekitar 50 cm) dan bagian pangkal yang terlalu tua (sekitar 20 cm) sebaiknya tidak digunakan untuk stek.Batang kemudian dipotong-potong dengan gergaji. Untuk stek normal panjang stek sekitar 15–25 cm.Apabila terpaksa menggunakan batang yang terserang hama/penyakit, maka stek perlu disemprot atau direndam dalam pestisida sebelum ditanam.Varietas UnggulPemilihan varietas disesuaikan dengan keperluan. Saat ini banyak tersedia pilihan varietas unggul ubi kayu. Untuk konsumsi langsung, pilih yang kualitas rebusnya baik dan rasanya enak (tidak pahit), seperti Malang-1 atau Adira-1. Untuk tepung/tapioka, pilih varietas unggul yang kadar patinya tinggi, walaupun rasanya biasanya pahit (langu).Pengolahan Tanah dan TanamTanah diolah sedalam sekitar 25 cmPada awal pertumbuhan, ubi kayu memerlukan air yang cukup. Oleh karena itu, apabila tidak menggunakan irigasi, tanam sebaiknya dilakukan pada musim hujan.Stek ditanam dengan cara menancapkan ke tanah sedalam sekitar 3 – 5 cm. Posisi stek jangan sampai terbalik.Jarak tanam yang umum digunakan adalah 80 x 70 cm atau 100 x 70 cm, tergantung varietas. Dengan jarak tanam ini populasi mencapai 13.000–17.000 tanaman/ha. Jarak tanam yang lebih rapat biasanya menghasilkan umbi yang lebih kecil walaupun produksi per hektarnya tidak berkurang.2. PemupukanTakaran pupuk yang dibutuhkan adalah 200 kg Urea, 100 kg SP36, dan 100 kg KCl per hektar, yang diberikan dalam dua tahap:umur 7–10 hari dipupuk dengan takaran 100 kg Urea, 100 kg SP36, dan 50 kg KCl per hektar.umur 2–3 bulan dipupuk dengan takaran 100 kg Urea dan 50 kg KCl per hektar.bila dianggap perlu, pada umur 5 bulan bisa ditambahkan Urea.Pupuk diberikan secara tugal, sekitar 15 cm dari tanaman3. Wiwil (membatasi jumlah tunas)pada umur 1 bulan tunas-tunas yang berlebih dibuang/dirempes, menyisakan 2 tunas yang paling baik.4. Penyiangan dan Pembumbunanpenyiangan dilakukan sedikitnya 1–2 kali, sehingga tanaman bebas gulma hingga umur 3 bulan.pada umur 2–3 bulan perlu dilakukan pembumbunan.5. Panenumur panen ubi kayu bervariasi menurut varietasnya. Varietas unggul umumnya dapat dipanen pada umur 8–11 bulan.Sumber Artikel :http://www.agronet.co.id/detail/indeks/tips/2041-Tujuh-Tanaman-yang-Pas-Ditanam-Saat-Kemarauhttp://balitkabi.litbang.pertanian.go.id/infotek/teknologiproduksiubikayu