Loading...

BUDIDAYA LABU KUNING

BUDIDAYA LABU KUNING
PERSEMAIANBenih direndam dalam air panas atau larutan HCl. Benih disemai dalam bumbungan plastik atau daun pisang sebanyak 1 biji tiap bumbungan. Media tanam terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1. Benih yang ditanam tidak boleh terlalu dalam untuk mencegah layu batang dan ditutup dengan pasir halus. Tempat pembibitan harus diber naungan dan kelembabannya dijaga selama persemaian.PERSIAPAN LAHANTanah diolah dengan cara dibajak atau dicangkul sebaik mungkin. Buat bedengan dengan lebar 100 – 120 cm dengan jarak antar bedengan 40 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan kebutuhan. Buat lubang tanam dengan jarak 50 x 300 cm. Pada saat pengolahan tanah sebaiknya dilakukan pengapuran dengan memberikan dolomite pada tanah. Hal ini penting untuk meningkatkan pH tanah sebab tanaman labu hanya dapat tumbuh secara optimal pada tanah yang pH nya netral.PINDAH TANAMDilakukan pada saat bibit berumur 15 hari. Bumbungan disobek dan diupayakan tanah tidak pecah. Bibit ditanam sampai pangkal batang pada lubang tanam yang sudah disediakan.PEMELIHARAANTanaman waluh/labu pada umumnya dibudidayakan oleh petani secara telasah. Kunci keberhasilan dalam budidaya tanaman ini kecuali pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit adalah pemangkasan cabang-cabang sekunder. Apabila tidak dilakukan pemotongan cabang sekunder seringkali terjadi kelebihan pertumbuhan vegetatif. Tanah tempat pemeliharaan cabang dan buah sebaiknya diberi alas dari jerami atau daun tebu, agar buah yang dipelihara tidak menyentuh tanah. Hal ini sangat penting untuk mengurangi buah yang busuk karena serangan jamur atau bakteri.PEMUPUKANa. Tanpa mulsa plastik Pupuk Saat Olah Lahan (Kg/tan) Saat Tanam (gr/tan) Susulan I 10 HST (gr/tan) Susulan II 24 HST (gr/tan) Susulan III 44 HST (gr/tan)P. Kandang 10.000 KGUrea 7,5 GR/TAN SAAT TANAM, 7,5 Gr/tan PADA 24 HST, 7,5 Gr/tan PADA 44 HSTSP-36 15 Gr/tan PADA SAAT TANAMKCl 10 Gr/tan PADA SAAT TANAM, 5 Gr/tan PADA 24 HST, 5 Gr/tan PADA 44 HSTCatatan :Pupuk saat tanam dan susulan diberikan di samping tanaman sejauh 10 – 15 cm.Pakai mulsa plastikPupuk Jumlah Pupuk (Kg/Ha) Jumlah Pupuk (gr/tan)P. Kandang 10.000, 1.500Urea 150 SP 36 100 KCL 130Catatan :Pupuk diberikan bersamaan pada saat pembuatan bedengan sebelum pemasangan mulsa dengan cara ditabur secara merata pada semua permukaan bedengan. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT1. Hama aphidPengendalian dengan menggunakan insektisida berbahan aktif imidaklorit. Pengendalian aphid tidak boleh sampai terlambat karena aphid selain menghisap cairan, juga dapat menjadi vector virus CMV.2. Hama Penggerek BatangPengendalian menggunakan insektisida golongan peritroid atau dapat dicegah pada saat awal penanaman dengan memberikan insektisida butiran yang berbahan aktif karbofuran pada lubang tanam.3. Hama MitePengendaliannya dengan menggunakan pestisida yang berbahan aktif propargit. Dengan dosis 0,25 – 0,5 ml/liter dan interval waktu 7 hari sekali atau disaat terlihat adanya serangan (gejala).4. Hama Kumbang DaunPengendaliannya menggunakan insektisida dengan bahan aktif Metomil.5. Penyakit Downy MildewPengendaliannya menggunakan fungisida dengan dosis 2 – 4 gram/liter.6. Penyakit Busuk Buah / AntraknosaPengendaliannya menggunakan fungisida dengan dosis 1 – 2 gram/liter atau bakterisida dengan dosis yang sama.7. Penyakit Mosaik virus pada daun (Cucumber Mosaic Virus/CMV)Pengendaliannya dengan mencabut dan membakar tanaman yang terserang. Selain itu tindakan pencegahan harus dilakukan pemberantasan hama yang menjadi vektornya yaitu aphid dengan menggunakan pestisida. OLEH GEORGE Z ROTTY (BPP AERTEMBAGA) Sumber : Buku Saku BISI-2