Loading...

BUDIDAYA MELON PADA LAHAN KERING

BUDIDAYA MELON PADA LAHAN KERING
Oleh : EDI SUMANTRI, SP. PENYULUH PERTANIAN LAPANGAN (PPL) KAB. KEPULAUAN MERANTI - PROPINSI RIAU Disini saya tidak menjelaskan secara mendetail bagaimana cara budidaya tanaman Melon dari mulai pembibitan hingga panen dan pasca panen, tapi sedikit menjelaskan peranan air dalam fisiologi tanaman melon. Fungsi air sangat penting untuk semua jenis tanaman, terutama sebagai unsur terpenting dalam membentuk kelembaban media tanam, di samping itu juga air berfungsi sebagai media pengangkut ion dan katiom dari unsur-unsur hara yang dibutuhkan tanaman melalui jaringan kapiler fisiologi tanaman.Mengingat musim tanam bervareasi, ada bulan basah dan bulan kering. Jika bertanam di musim bulan basah kita tidak dipusingkan dengan persediaan air untuk kebutuhan tanaman. Namun jika bertanam bertepatan dengan musim kering, tentunya jadi masalah dan beresiko gagal panen. Beberapa tanaman yang sangat signifikan membutuhkan air yaitu salah satunya komoditi Melon. Tanaman Melon sangat jelas perubahan drastis terhadap pertumbuhannya ketika kekurangan air, hal tersebut dikarenakan daun melon termasuk jenis tanaman berdaun lebar dan rimbun, akibatnya pada saat intensitas cahaya tinggi otomatis penguapan tinggi sehingga air di media tanam akan cepat kering terserap oleh tanaman dan menguap melalui stomata-stomata daun. Jika air banyak menguap dan media kekurangan air akibatnya daun layu serta mengering.Sebenarnya tidak menjadi persoalan membudidaya melon pada musim kering, asalkan persediaan air masih tetap tersedia walau sedikit.Caranya kita harus menyuplai air dengan system tetes, pada dasarnya system menyiram lansung ke tanaman sebenarnya belum tentu efektif dikarenakan kekewatiran tekstur tanah tak mampu menyimpan air pada beberapa jenis tanah, dan air menghilang melalui pori-pori tanah. Namun dengan memberikan air secara perlahan ini akan efektif apalagi pada musim kering.Resep dan teknisnya untuk menyuplai air pada tanaman melon di musim kering, cukup sederhana sekali yaitu menggunakan limbah botol minuman mineral yang masih memiliki tutup. Botol minuman mineral di belah bagian dasar bawah nya dengan pisau atau gunting, tutupnya dilubangi dengan paku kemudian di kasih kain atau sumbu kompor yang mudah mengaliri air secara perlahan. Selanjutnya botol tersebut dibuat gantungan dari kawat halus pas di bagian dasar yang dipotong atau digunting, jadi waktu di gantung posisi botol terbalik ke bawah.Setelah selesai botol-botol tersebut digantung pada ajir dengan di atur sedemikian rupa agar sumbu atau kain mendekati pada media tanam atau pangkal tanaman. Satu botol untuk satu tanaman, selanjutnya Tanamlah bibit melon yang sudah siap tanam setelah dilakukan pembibitan dalam polybag. Kemudian isi air pada botol yang sudah tersedia dari awal. Atur tetes air dengan durasi 4 detik per tetes. Lebih efektif jika menggunakan limbah alat pengatur infus di rumah sakit. Pengisian air sebaiknya pagi hari, sebab pada siang hari pada saat intensitas cahaya tinggi media tetap lembab dan persedian air tetap terjaga hingga sore hari. Diharapkan terus dikontrol jika ada tetesan air tidak normal menetes, perlu diperbaiki. Besok harinya jika ada botol yang segera di isi, tapi kalau keadaan tanah masih lembab, sebaiknya jangan di isi lagi sampai kondisi media kelihatan kering. Hal tersebut dikewatirkan media terlalu lembab akan mudah jamur berkembang biak. Dengan cara begini kita dapat menghemat persediaan air pada musim kering. (SELAMAT MENCOBA)