Loading...

Budidaya Padi

Budidaya Padi
Beras merupakan bahan pangan pokok bagi lebih dari 95 persen penduduk Indonesia. Usahatani padi menyediakan lapangan pekerjaan dan sebagai sumber pendapatan bagi sekitar 21 juta rumah tangga pertanian. Selain itu, beras juga merupakan komoditas politik yang sangat strategis, sehingga produksi beras dalam negeri menjadi tolok ukur ketersediaan pangan bagi Indonesia. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika campur tangan pemerintah Indonesia sangat besar dalam upaya peningkatan produksi dan stabilitas harga beras. Kecukupan pangan (terutama beras) dengan harga yang terjangkau telah menjadi tujuan utama kebijakan pembangunan pertanian. Kekurangan pangan bisa menyebabkan kerawanan ekonomi, sosial, dan politik yang dapat menggoyahkan stabilitas nasional.Badan Pusat Statistik telah merilis Angka Ramalan I (ARAM I) produksi padi tahun 2011. Diperkirakan mencapai 67,31 juta ton GKG. Produksi ini naik 895,86 ribu ton (1,35%) bila dibandingkan dengan Angka Sementara (ASEM) 2010 sebesar 66,41 juta ton GKG. Sedangkan target yang ingin dicapai oleh pemerintah sebesar 70,6 juta ton pada tahun 2011.Dalam rangka mendukung program 4 (empat) sukses pembangunan pertanian yang telah dicanangkan Kementerian Pertanian maka pada tahun 2011 dan untuk mendukung Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian mendukung program peningkatan produksi beras nasional (P2BN) dengan tugas pokok dan fungsi meningkatkan SDM pertanian melalui Diklat yang diawali dengan pelaksanaan TOMT Agribisnis Padi tingkat nasional, TOT Agribisnis Padi tingkat regional dan Diklat Teknis Agribisnis Padi di seluruh UPT Diklat Pertanian se Indonesia. DESKRIPSI SINGKATBahan ajar ini memberikan pemahaman tentang teknologi budidaya padi mulai dari : Agroekosistem padi, Komponen Teknologi Dasar, Pilihan dan Pola Tanam dalam Spesifik Lokalita.PENULIS ARMIZI, SST