Loading...

BUDIDAYA PADI DALAM POT

BUDIDAYA PADI DALAM POT
Padi merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita Indonesia ini. Betapa tidak karena makanan pokok di Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi. Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain. Padi merupakan tanaman berupa rumput berumpun. Tanaman pertanian ini berasal dari dua benua yaitu Asia dan Afrika Barat tropis dan subtropis. Bukti sejarah memperlihatkan bahwa penanaman padi di Zhejiang (Cina) sudah dimulai pada 3.000 tahun SM. Fosil butir padi dan gabah ditemukan di Hastinapur Uttar Pradesh India sekitar 100-800 SM. Selain Cina dan India, beberapa wilayah asal padi adalah Bangladesh Utara, Burma, Thailand, Laos, Vietnam. Hama yang banyak menyerang tanaman ini adalah tikus, orong-orong, kepinding tanah (lembing batu), walang sangit dan wereng coklat. Hama-hama itulah yang sering menyebabkan padi gagal panen dan tentunya membuat petani merugi. Banyak cara untuk menanam padi. Yang umum memang di sawah, sekarang ini namanya varietas inpari ( inbrida padi irigasi ). Bisa juga di rawa-rawa makanya disebut inpara ( inbrida padi rawa ). Untuk di tegalan, biasa disebut padi gogo. Istilahnya: inpago (inbrida padi gogo). Ini untuk varietas non hibrida. Sejak tahun 2008, sudah ada insan yang cinta pertanian, menanam padi dalam pot. Mereka memberi inspirasi kepada yang lain. Seakan-akan dia berkata: padi bisa juga tumbuh dalam pot. Dan subur lagi. Teknik Menanam padi dalam Polibeg atau pot, sangat ramah sekali dengan lingkungan, dikarenakan kita menggunakan pupuk alamiah, seperti Kompos dan MOL (Mikro Organisme Lokal) dan bahan pupuk ini banyak terdapat di daerah kita juga kita bisa membuatnya sendiri. Untuk cara kita menanam teknik seperti ini bila dibandingkan dengan menanam di sawah jelas sangat berbeda sekali, untuk bibit padi kita cukup meletakkannya saja di media yang sudah kita campur dengan pupuk kompos, dan umur biasa 20 hari bila menggunakan teknik ini hanya cukup dengan 5 hari, kita juga biasanya untuk satu hektar membutuhkan 30 kg dengan memakai teknik ini hanya cukup 3kg saja bibit dipakai untuk 1 hektar. menurut beberapa peneliti sudah mempraktekan teknik seperti ini biasanya dari satu butir benih padi kita tebar bisa tumbuh menjadi 100 batang padi, masih menurut mereka bahwa air menggenangi benih padi seperti biasa kita lakukan ini bisa membuat mikro organisme menjadi mati, dan imbasnya calon anak padi menjadi busuk. CARA MENANAM PADI DALAM POT 1) Memilihjenis padi yang akan kita tanam Untuk memilih jenis benih ini rekan-rekan silahkan memilih jenis apa saja yang rekan-rekan anggap baik di daerah rekan, jangan lupa untuk dipilih dulu biar hapa tidak ikut tertanam, biasanya cara memilihnya yaitu dengan merendamnya di air dan diberi sedikit garam, bila ada yang mengapung kepermukaan berarti hapa, dan tenggelam adalah yang baik. 2) Merendam benih Merendam benih yang akan kita tanam selama satu hari, ini dimaksudkan biar kulit benih keras menjadi lunak. 3) Menyiapkan Wadah Wadah yang akan kitagunakan sebenarnya tidak terbatas bentuk atau jenis apa saja, bisa memakai besek, pot bunga, yangterpenting agak lebar, setelah wadah siap maka kita tinggal memasukan tanah serta dicampur dengan kompos, diusahakan tanahnya hanya 1 bagian saja, sdangkan kompos 2 bagian, setelah itu basahi mengguakan MOL, diencerkan. MOL-nya 1 bagian dan airnya 15 bagian. untuk Membuat MOL nanti akan saya bahas lebih lanjut dalam postingan selanjutnya; 4) Penebaran Benih Benih kita rendam selama 1 hari kita tebar kedalam media yang tadi telah kita siapkan, biasanya benih ini akan tumbuh dalam waktu 2-3 hari biarkan benih-benih itu tumbuh sampai agak besar.sekitar 5-7 hari 5) Menyiapkan Media Tanam dan wadah Sekarang waktunya kita menanam benih sudah tumbuh tadi, untuk menanam padi ini kita siapkan wadah plastik, polibeg, ember, pot bunga atau apa saja terserah anda, setelah wadah tersedia lalu kita isi penuh wadah tersebut dengan tanah dan kompos, menyiramnya dengan MOL ingat jangan terlalu basah cukup macak-macak saja oke. 6) Memilih Bibit Terbaik untuk memilih bibit baik kita bisa melihatnya dari ciri pisiknya, pilih salahsatu dari bibit tersebut menurut rekan-rekan kualitasnya bagus, cara pengambilan bibit lakukan dengan ekstra hati-hati kalau bisa jangan sampai putus akarnya, lalu kita pindahkan kedalam wadah. usahakan dalam menanamnya jangan sampai terlalu dalam hanya cukup dipermukaan saja. lakukan hal ini sampai pada wadah-wadah lainnya juga. 7) Perawatan Untuk cara perawatan kita harus merawatnya secara intensip, misal ada rumput kita harus segera membuangnya, untuk penyiraman kita bisa melakukannya setiap 3 hari sekali menggunakan MOL yang telah dicairkan, cukup sedikit saja penyiramannya jangan sampai terendam macak-macak saja, usahakan kita juga mengaduknya tapi ingat jangan sampai mengenai akarnya. Bila cara perawatan benar, maka bibit padi yang asalnya hanya satu, telah beranak pinak menjadi sekitar 60 batang padi yang masing-masing penuh dengan bulir padi. Dalam waktu 3 bulan bulir-bulir padi bisa dipanen (tergantung dari jenis padinya). Pada saat panen hasilnya dalam 1 pot mencapai 1 ons (tradisional), atau 0,1 kg, atau 100 gram padi kering panen atau gabah kering panen (GKP). Kalau diekstrapolasi sampai seluas 1 hektar?Dalam konversi Jarak tanam 30 cm. Jadi dalam 1 meter persegi kurang lebih sebanyak 10 batang padi yang ditanam satu-satu. Luas 1 hektar sawah sama dengan 10.000 meter persegi, jadi jumlah padinya sama dengan 100.000 batang. Total panen padi sama dengan 100 gram dikalikan 100.000 batang padi, sama dengan 10.000.000 gram atau 10.000 kg atau 10 ton gabah kering panen (GKP), atau sekitar 7,5 ton gabah kering giling (GKG), atau 5 ton beras organik yang sehat karena tanpa pupuk kimia. Sumber : http://perk-sainsiptek.blogspot.com/2012/10/menanam-padi-dengan-media-tanam-pot-1.html http://warungtanimandiri.com/index.php/budidaya/padi/113-cara-menanam-padi-dalam-pot