Loading...

BUDIDAYA PADI GOGO DI SAWAH TADAH HUJAN

BUDIDAYA PADI GOGO DI SAWAH TADAH HUJAN
BUDIDAYA PADI GOGO DI SAWAH TADAH HUJAN1. PENDAHULUANBudi Daya Padi Gogo adalah tanaman pertanian yang diusahakan di lahan kering pada daerah yang curah hujannya rendah atau pada bagian teratas dari suatu daerah berlereng yang kurang mampu menampung air relatif lama. Sedangkan sawah tadah hujan adalah sawah yang mempunyai sumber pengairannya tergantung pada air hujan. Sawah ini mulai digarap jika sudah musim penhujan tiba dan akan berhenti di tanami ketika musim hujan selesai, karena untuk mendapatkan sumber air di kawasan sawah tadah hujan sangat sulit.Budi daya di lahan tsawah tadah hujan biasanya dilakukan setiap satu tahun sekali, sawah tersebuat biasanya terletak di antara hutan, pegunungan dan perkebunan sehingga mendapatkan sumber air sangat sulit. Meskin demikian usaha tani padi sawah tadah hujan memiliki prospek yangs dapat diangat baik terutama pada daerah yang memiliki bulan basah yang berturut-turut 4-8 bulan.Produksi padi sawah tadah hujan saat ini rata-rata baru mencapai 3,0-4,0 ton/H, sementara hasil penelitian Rri-CRIFC sudah mencapai 6,5-7,5 ton/H, dengan tekologi pasi sawah tadah hujan yang tepat diharapkan mampu meningkatkan produktifitas padi gogo.Penanaman padi gogo di lahan sawah tadah hujan memliki keuntungan antara lain :1. Mengurangi resiko gagal panen akibat kekurangan air2. Produksi dapat di tingkatkan dengan varietas padi gogo yang unggul di tanam di lahan sawah tadah hujan 3. Menambah luas tanam pada suatu daerah karena dengan menanam padi gogo pada lahan yang bero atau istirahat karena tidak cukup air. 2. PENGOLAHAN TANAH Pada dasarnya pengolahan tanah lahan sawah tadah hujan hampir sama dengan pengolahan padi sawah irigasi tehnis sebelum mengolah lahan di mulai pematang di perbaiki dan pembuangan air pematang di tutup agar dapat menahan air dengan baik, sebab dalam dalam pengolahan tanah, air tidak boleh mengalir, saluran saluran pengairan di bersihkan dan di perbaiki untuk mencegah kehilangan air pengairan.Pengolahan sawah di lakukan ketika memasuki musim penhujan atau akhir musim kemarau, pengolahan dilakukam menggunakan mesin traktor atau tenaga ternak dengan cara sringkel atau membajak untuk meratakan selanjutnya siap untuk penanaman.3. PENANAMAN Penanaman dapat dilakukan dengan dua acara yakni :1. Sistem tanam benih langsung ( TABELA), sistem dengan tanam padi biji langsung di hambur di sawah atau menggunakan roda pipa.2. Sistem tanam pindah ( TAPIN), tanam pindah adalah tanam padi setelah melakukan terlebih dahulu persemaian.menurut Sumarna ( 2003 )ada beberapa tahapan yang dilakukan petani dalam budidaya lahan sawah pindah ( Tapin) di antaranya, Bersemaian Benih, Pemeliharaan Benih, pencabutan Benih untuk di pindahkan. Jarak Tanam yang digunakan antara lain :- Jajar Legowo ( 20 x 10 ) x30 Cm atau ( 20x10)x40 Cm dengan 3-5 batang perlubang dengan seperti ini populasi tanaman mencapai 4,000,000 Rumpun/ Haatau 330,000 Rumpun/Ha- Model Tegel, penanaman model tegel adalah penanaman dengan menempatkan tanaman seperti susun tegel rumah dengan Jarak tanam 20x30 Cm, 25x25 Cm, atau 30x30 Cm sehingga Populasi Mencapai 16,000 Rumpun/Ha. 4. PEMUPUKAN Untuk pemberian pupuk pada padi lahan tadah hujan dapat berupa pupuk kompos atau pupuk alami dan pupuk buatan, pupuk kompos di berikan sebelum tanam dengan kebutuhan 10 Ton/ Ha. Pupuk Organik dapat diberikan pada umur 10-15 H ST dengan dosis 50 kg Urea, 100 Kg SP36 dan 50 Kg KC, Pemupukan susulan 35-40 HST dengan dosis 100 Kg Urea. 5. HAMA PENYAKIT Hama yang sering menyerang tanaman padi lahan tadah hujan adalah penggerek Batang, ulat Graya, Kepik Hita, Wereng Coklat dah wereng hijau serta penyakit lain yang sering menyerang padi lahan tadah hujan antara lain: penyakit bercak daun yang di sebkan oleh jamur, pengedaliannya mengunakan Nordox, Amstartop, Ridomil dan Rabba.6. PENYIANGANRumput yang tumbuh liar di lahan swah dan di pematang harus segera di bersihkan dengan sabit, parang dan cangkul, penyiangan dilakukan setiap ada rumput yang tumbuh dan mengganggu tanaman atau paling baik 3 x seminggu setelah tanam.pengendaliahn hama terpadu yaitu pengendalian dilakukan secara fisik, kimia dan mekanis. 7. PANEN DAN PASCA PANEN Panen Dapat dilakukan pada padi lahan tadah hujan apabila padi sudah melebihi umur masak dilihat dari 95% gabah telah menguning, umumnya umur panen 110-130 HST dengan menggunakan sabirt bergerigi dengan alat perontok padi dengan Power Tresher. Panen juga dapat menggunakan Combine disebut juga lat panen ModerenPasca panen yaitu pengeringan padi hingga kadar air ± 14%dengan memanfaatkan sinar matahari langsung atau dengan menggunakan pengering seperti BOXDRYER.