Loading...

Budidaya Padi Sawah

Budidaya Padi Sawah
Budidaya Padi Sawah PENDAHULUAN Padi (bahasa latin: Oryza sativa L.) merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi merupakan salah satu komoditas pokok yang merupakan sumber pangan utama bagi masyarakat Indonesia. Budidaya yang baik akan mempengaruhi hasil dari padi tersebut. Oleh karena itu, penting adanya untuk mengetahui budidaya yang baik dan tepat mengenai padi. Dari segi reproduksi, padi merupakan tanaman berpenyerbukan sendiri,karena 95% atau lebih serbuk sari membuahi sel telur tanaman yang sama. Setelah pembuahan terjadi, zigot dan inti polar yang telah dibuahi segera membelah diri. Zigot berkembang membentuk embrio dan inti polar menjadi endosperm. Pada akhir perkembangan, sebagian besar bulir padi mengadung pati dibagian endosperm. Bagi tanaman muda, pati dimanfaatkan sebagai sumber gizi. Persemaian Penggunaan benih (Benih unggul, bersertifikat, kebutuhan benih 25-30 kg/ ha) Persiapan lahan untuk persemaian (tanah harus subur, cahaya matahari cukup, pengairan cukup, dan pengawasan). Pengolahan tanah calon persemaian (persemaian kering, persemaian basah, persemaian sistem dapog). Penaburan Benih Seleksi terhadap benih yang kurang baik, terapung, melayang harus dibuang agar terjadi proses tisiologis Proses fisiologis berarti terjadinya perubahan didalam benih yang akhimya benih cepat berkecambah. Terserap atau masuknya air kedalam benih akan mempercepat proses fisiologis Persiapan dan Pengolahan Tanah Sawah Pembersihan. Membajak. Menggaru. Penanaman Bibit telah berumur 17 -25 hari Bibit berdaun 5 -7 helai Batang bagian bawah besar, dan kuat Pertumbuhan bibit seragam ( pada jenis padi yang sama) Bibit tidak terserang hama dan penyakit Bibit yang berumur lebih dari 25 hari kurang baik, bahkan mungkin telah ada yang mempunyai anakan. Cara menanam Penanaman bibit padi diawali dengan menggaris tanah / menggunakan tali pengukur untuk menentukan jarak tanam. Setelah pengukuran jarak tanam selesai dilakukan penanaman padi secara serentak. Pemeliharaan Meliputi : Penyulaman dan penyiangan Pengairan Pemupukan Penyulaman dan penyiangan Yang harus diperhatikan dalam penyulaman : o Bibit yang digunakan harus jenis yang sama o Bibit yang digunakan merupakan sisa bibit yang terdahulu o Penyulaman tidak boleh melampoi 10 hari setelah tanam o Selain tanaman pokok ( tanaman pengganggu ) supaya dihilangkan Pengairan Pengairan disawah dapat dibedakan : o Pengairan secara terus-menerus Pengairan secara piriodik Pemupukan Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman baik dalam proses pertumbuhan / produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa : o Pupuk alam ( organik ) o Pupuk buatan ( an organik ) Dosis pupuk yang digunakan : o Pupuk Urea 250 -300 kg / ha o Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha o Pupuk KCI 50 -100 kg / ha Atau disesuaikan dengan analisa tanah. Disusun Oleh : WADNER SAMOSIR Koordinator BPP Sipodang