Ternak sapi potong di Kecamatan Praya barat Daya telah diusahakan sejak lama. Jenis sapi ptootng yang dipelihara adalah sapi bali (sapi dalam negeri) dan sapi import seperti Sapi Simental, Brahman dan sapi unggul lainnya yang diadakan melalui proses IB. Peternakan sapi potong yang lazim dilakukan petani masih banyak yang menggunakan pola tradisional, masih sangat kurang peternak yang mengusahakan sapi secara semi teknis apalagi secara teknis. PEMILIHAN BIBIT Dalam melaksanakan pemilihan bibit, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah: Sifat induk sapi, misalnya pertumbuhan cepat. Silsilah induk Berdasarkan pemenang dalam perlombaan Berdasarkan daya produksi, yang diperhatikan meliputi: Berat lahir, berat sapih; pertambahan bibot badan, efisiensi penggunaan makanan; dan kualitas karkas. MAKANAN Bahan makanan yang lazim digunakan meliputi: Hasil limbah pertanian (jerami padi, sisa tanaman jagung, daun-daun pucuk tebu, dll.) Hasil limbah industri (dedak padi/jagung, tetes tebu, bungkil kelapa, ampas tahu, dll. Hijauan lainnya bahan lain/tambahan TATA LAKSANA Kandang Syarat kandang: Terpisah dari rumah dan jaraknya cukup jauh Bahan bisa dari bambu (mudah didapat dan kuat) Letak kandang lebih tinggi dari tanah sekitarnya Ventilasi udara dalam kandang harus baik Sistem drainase didalam dan di luar kandang harus baik Konstruksi Kandang Syarat konstruksi kandang yang baik: Ukuran kandang: Sapi betina dewasa : 1,5 x 2 m2 Sapi jantan dewasa : 1,8 x 2 m2 Anak sapi : 1,5 x 2 m2/2 ekor Cara Memilih Induk atau Pejantan Hal-hal yang perlu diperhatikan di dalam memilih bibit yang berkualitas baik adalah: Pilihlah bibit yang sehat. Pilih yang berasal dari keturunan yang unggul seperti Peranakan Etawa (PE) atau kambing lokal (kambing kacang) yang diketahui berasal dari keturunan yang unggul. Ciri-ciri Induk dan Pejantan yang Sehat Pejantan Bibit: Induk Bibit: · Tubuhnya sehat, besar,panjang · Kaki lurus dan kuat · Tumit tinggi · Penampilan gagah, dada lebar · Alat kelamin normal · Aktif dan besar nafsu kawinnya · Bulu bersih dan mengkilat · Tidak Terlalu Gemuk · Kaki lurus dan kuat · Alat kelaminnnya normal · Ambing puting susu normal · Bulu bersih dan mengkilap Jenis Pakan yang Baik Ternak harus diberi pakan yang sesuai dengan tujuan produksi, untuk pertumbuhan, pembiakan, atau penggemukan. Bila ternak digembalakan pada siang hari, maka pada malam hari perlu disiapkan pakan agar pertumbuhan baik. Tanaman dedaunan dari jenis kacang-kacangan (legume) seperti lamtoro, gamal, turi atau daun dari tanaman tahunan seperti daun nangka, mangga yang disukai oleh kambing. Cara Memberikan Pakan Jumlah pakan yang diberikan 8-10% dari berat badannya, misalnya berat badan 25 kg maka perbandingan antara rumput dan dedaunan adalah sebagai berikut: Untuk penggemukan = 1 bagian rumput : 4 bagian dedaunan Untuk induk bunting dan menyesui : 3 bagian rumput : 3 bagian dedaunan (masing-masing 50%). Sebaiknya ditambah makanan penguat (konsentrat) misalkan dedak, jagung giling sebanyak 2-3 gelas per ekor. Untuk anak sebelum disapih = 1 bagian rumput dan 1 bgian dedaunan. Keterangan : tiap bagian beratnya 2,5 kg. Penyediaan Pakan Musim Kemarau Bagi peternak yang memiliki lahan sebaiknya menanam HMT seperti lamtoro, gamal atau turi yang sekaligus bisa berfungsi sebagai tanaman pagar. Tanaman ini sangat berguna terutama pada sat musim kemarau sebagai sumber persediaan pakan. Pemberian minum pada kambing sagat penting walaupun sebenarnya kebutuhan air minumnya sedikit. Selain itu pada saat menyesui atau pada saat memproduksi air susu kebutuhan minumnya lebih banyak. Perkandangan Syarat-syarat penting perkandangan yang harus dipenuhi adalah: Kandang harus selalu kering dan tidak tergenang Jarak kandang agak jauh dari sumur Cukup mendapatkan sinar matahari Kandang bisa dibuat dari bahan yang murah dan mudah didapat asalkan kuat dan dapat dipakai lama. Kandang yang ideal adalah memiliki ruang untuk penggemukan, untuk penyapihan anak/pembesaran, untuk induk bunting. Untuk memisahkan dari penjantan dapat dibuat sekat-sekat. Ukuran kandang: Jantan dewasa umur >12 bulan: 1,2 m2/ekor. Betina dewasa umur > 12 bulan: 1,0 m2/ekor Kambing muda umur 7-12 bulan: 0,75 m2/ekor Anak kambing umur < 7 bulan: 0,5 m2/ekor Induk dan anak yang masih disusui: 1,5 m2/ekor Pencegahan Penyakit Menjaga kebersihan ternak dan kandangnya. Membersihkan kandang dari sisa-sisa pakan dan kotorannya. Bila perlu secara teratur disemprot dengan antiseptik. Memberikan pakan yang berkualitas baik dan bergizi. Bia ada ternak yang sakit harus segera dipisahkan dari kelompoknya, agar yang lainnya tidak tertular. Vaksinasi untuk penyakit-penyakit yang berbahaya seperti antrax. PENUTUP Manusia diwajibkan untuk berikhtiar, Allah yang akan menentukan hasilnya. Marilah kita simak firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar (39) ayat 21 berikut ini: أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ أَنزَلَ Ù…ÙÂÙ†ÙŽ السَّمَاء مَاء ÙÂَسَلَكَه٠يَنَابÙÂيعَ ÙÂÙÂيالْأَرْض٠ثÙÂمَّ ÙŠÙÂخْرÙÂج٠بÙÂه٠زَرْعًا مّÙÂخْتَلÙÂÙÂًا أَلْوَانÙÂه٠ثÙÂمَّ ÙŠÙŽÙ‡ÙÂيج٠ÙÂَتَرَاه٠مÙÂصْÙÂَرًّا Ø«ÙÂمَّ يَجْعَلÙÂه٠ØÂÙÂطَامًا Ø¥ÙÂنَّ ÙÂÙÂيذَلÙÂÙƒÙŽ لَذÙÂكْرَى Ù„ÙÂØ£ÙÂوْلÙÂيالْأَلْبَاب٠Artinya: Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.