BUDIDAYA TANAMAN CABE Tanaman cabe masuk dalam keluarga Genus Capsisum. Tentu kita telah mengenal tanaman ini karna boleh dikatakan cabe selalu kita konsumsi setiap harinya sebagai bumbu, ada beberapa jenis cabe antara lain, Cabe Rawit, Cabe Keriting, Cabe Merah Besar, Cabe Hijau, Paprika dan lain-lain, namun disini kita lebih spesipik membahas jenis Cabe Merah Besar terkait budidayanya sesuai dengan pengalaman penulis. Secara umum ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya Cabe Merah Besar ini antara lain :A. SYARAT TUMBUH1. TanahTanaman Cabe Merah Besar membutuhkan struktur tanah yang remah, gembur, tidak terlalu liat dan tentunya kayak an unsure hara.2. Selanjutny yang perlu diperhatikan adalah Ph Tanah, untuk pertumbuhan yang optimal Cabe Merah Besar mebutuhkan Ph tanah antara 5,5 – 6,83. Ketersediaan AirYang tidak bisa disepelekan adalah ketersediaan air yang cukup karna Tanaman ini memerlukan pengairan yang intensif, apabila ketersediaan air tidak terpenuhi tentu akan menghambat pertumbuhan dan rentan terhadap kerontokan bunga dan keriting.4. IklimTerkait dengan curah hujan, Sinar matahari, suhu dan kelembaban udara, Tanaman Cabe Merah Besar membutuhkan curah hujan antara 1500 -2500 mm/tahun, kelembaban udara 80%, suhu udara 25 -30 ?C. B. TEHNIK BUDIDAYA1. Pemilihan Benih Langkah pertama yang dilakukan adalah penentuan varietas yang cocok di daerah masing-masing. Tentunya benih cabe yang dipilih adalah benih unggul yang sudah mendapatkan sertipikasi dari pemerintah.2. Setelah ditentukan varietas yang akan ditanam langkah selanjutnya adalah menyemai benih, tujuannya adalah agar dapat memberikan pertumbuhan yang maksimal, lebih mudah beradaptasi dengan lingkungannya dan untuk memudahkan dalam menentukan bibit yang sehat dan tidak sehat. Adapun cara menyemai benih yang baik adalah dengan menggunakan polybag atau pot tray, polybag atau pot tray diisi dengan media tanah yang sudah dicampur dengan kompos dan hasil ayakan sabut kelapa untuk mendapatkan perakaran bibit yang baik, setelah itu taruh biji cabe satu persatu dalam polybag atau pot tray dan disiram secara merata, penyiraman harus dilakukan dengan hati-hati agar biji cabe dan tanah dalam potrai tidak terlempar keluar oleh karnanya perlu dipilih lubang gembor yang lebih kecil. Lakukan penyiraman ini secara rutin, bibit akan berkecambah antara 7-10 hari. C. PENGOLAHAN LAHAN dan PENANAMANSembari menunggu bibit siap tanam, lakukan persiapan lahan untuk lokasi tanam dengan langkah-langkah sebagai berikut :1. Pembersihan LahanApabila kondisi lahan banyak gulmanya maka perlu dibersihkan terlebih dahulu dengan cara di babat atau menggunakan herbisida kontak atau sistemik.2. PembajakanUntuk mendapatkan tekstur tanah yang gembur lakukan pembajakan dengan kedalaman 20-40 cm, Diamkan selama 2 minggu tujuannya adalah agar sirkulasi udara pada tanah baik sekaligus juga untuk membunuh patogen-patogen yang tidak menguntungkan bagi tanaman. Lakukan pembajakan kedua agar betul-betul didaptkan tekstur tanah yang gembur.3. Pembuatan BedenganBuat bedengan dengan ukuran Lebar 100 cm, tinggi 25-30 cm dan panjang disesuaikan dengan kemauan dan kondisi petak lahan. Jarak antar bedengan 50 – 60 cm4. Pemasangan MulsaSebelum mulsa dipasang taburi dengan pupuk organic 15 – 20 ton per hektar dan pupuk kimia NPK perbandingan 2 : 1 : 1 yaitu : ZA 476 kg/ ha, SP36 174 kg/ha, KCL 174 kg/ha.Selanjutnya bedengan ditutup dengan mulsa plastic hitam perak, lubangi mulsa dengan jarak 50 x 60 cm. Sebelum dilakukan penanaman lakukan penyiraman dengan cara genangi lahan yang sudah terpasang mulsa agar pupuk benar-benar larut oleh air agar tanaman tidak keracunan pupuk.5. Tanam bibit pada bedengan yang sudah dilobangi mulsanya dengan, perlu diperhatikan penanaman ini harus dilakukan dengan hati-hati hindari memegang batang bibit untuk menjaga agar bibit tidak terinfeksi, sebaiknya pada saat menanam yang dipegang polybagnya atau daunnya. D. PEMELIHARAANUntuk mendapatkan hasil produksi yang maksimal dibutuhkan perawatan secara rutin, adapun tahapan-tahapannya adalah sebagai berikut :1. Pengairan Pada umur tanaman 2 minggu, apabila ditemukan kondisi tanah terlalu kering lakukan pengairan, dalam pengairan ini jangan terlalu penuh sampai menutupi mulsa, cukup reapannya saja, kalau sudah meresap walupun air tidak sampai menutup mulsa segera buang airnya.2. Penyulaman Mulai pada minggu pertama tanaman sudah mulai terlihat perkembangannya, segera ganti tanaman yang mati ataupun terlihat sakit, lakukan penyulaman ini sedini mungkin untuk mendapatkan keseragaman pertumbuhan.3. Pemasangan Ajir Karna cabe rentan rebah karna memang perakarannya serabut perlu diberi ajir, tinggi ajir 1-1,5 m, ajir dipasang pada setiap pokok tanaman dan diikat menggunakan tali raffia dan dalam mengikat pokok tanaman jangan terlalu kencang.4. Penyiangan Apabila ditemukan gulma terlalu padat lakukan penyiangan pada lobang tanam dengan mencabut gulma yang ada dan pada parit bedengan boleh menggunakan herbisida dengan catatan harus berhati-hati agar tidak mengenai Tanaman Cabe.5. Pemupukan Susulan Pemberian pupuk susulan dilakukan pada saat tanaman berumur 2-3 minggu setelah tanam dengan cara di kocor, komposisi pupuk yang diberikan adalah ZA, SP36, dan KNO3 Perbandingannya 1:2:1 dengan dosis 6 kg per 1000 tanaman. Lakukan pengocoran ini dengan interval 2 minggu sekali dengan komposisi yang sama dan dosisnya ditambah 2 kg setiap pemupukan.6. Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Cabe Merah Besar tergolong tanaman yang rentan terhadap serangan Hama dan Penyakit. Ada beberapa jenis Hama dan Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe:? Hamaa. Ulat Gerayak Ulat ini menyerang daun cabe hingga bolong-bolong bahkan pada tingkat yang membahyakan daun cabe hanya tinggal tulangnya saja bahkan dapat menyerang buah.b. Helicoverpa SP dan Spodoptera exigua Jenis ulat ini menyerang buah cabe yang masih muda bahkan sampai yang sudah masak.c. Tungau Kuning dan Tungau Merah Menyebabkan daun cabe keriting menggulung kebawah seperti sendok terbalik, daun menjadi tebal kaku sehingga menghambat potosintesis dan menghambat pertumbuhan tunas pucuk.d. Kutu Daun Menyerang dengan cara menghisap cairan daun sehingga daun menjadi keriput yang mengakibatkan kerontokan pada daun, disamping itu kutu daun juga bisa menjadi vector pembawa viruse. Lalat Buah Lalat buah sangat berbahaya bagi tanaman cabe, menyebabkan buah cabe menjadi busuk dan gugur sebelu masak. Cirri-ciri serangannya adalah terdapat titik hitam yang sangat kecil pada buah dan kalau sudah terserang maka buah sudah bisa dipastikan akan busuk dan rontok, maka mencegah lalat buah ini dengan cara membuat perangkap dan penyemprotan insektisida pengusir lalat agar tidak bertelur.f. Trips Tanda-tanda serangan pada daun terlihat bercak-bercak kuning kecoklatan dan tanaman menjadi kerdil.? Penyakita. Bercak Daun Pada daun terdapat bercak-bercak bundar berwarna abu-abu dengan pinggiran coklat dan pada tingkat yang berbahaya daun akan berguguran.b. Patek atau Antraknosa Ciri-ciri serangan tanaman mati pucuk, pada daun dan batang menyebabkan busuk kering, sedangkan pada buah terjadi busuk kering juga seperti terbakar.c. Penyakit Layu Penyakit layu merupakan penyakit yang sangat sulit untuk dikendalikan, penyakit ini disebabkan oleh bernagai jenis cendawan dan bakteri, biasanya penyakit layu ini akan terlihat tanda-tandanya pada saat tanaman berumur 3 minggu sampai menjelang masa panen. Cara efektip pencegahannya adalah pemilihan bibit yang betul-betul sehat dan drainase yang baik tidak boleh ada air yang tergenang dan bedengan tidak terlalu rendah.d. Mosaic Disebabkan oleh virus Cucumber mosaic virus dengan cirri-ciri daun dan tulang daun belang kekuningan, pertumbuhan kerdil pucuk merimbun. Pencegahan dengan cara dicabut dan taaman yang sudah tercabut di bakar atau di buang jauh. Umumnya pengendalian hama dan penyakit diatas dikendalikan dengan penyemprotan rutin menggunakan festisida (Insektisida, Fungisida, Bakterisida dan Akarisida) E. PANEN Umur panen Cabe Merah Besar antara 75 – 95 hari setelah tanam, umur panen juga bisa dipengaruhi oleh daerah tempat penanaman, semakin dingin suhu daerah tersebut maka usia panen akan semakin lambat begitu juga sebalikny semakin hangat daerah penanamannya maka usia panen semakin cepat, umur panen juga dipengaruhi oleh jenis atau varietas cabe. Produksi perhektar mencapai 10 – 14 ton, interval panen 2-5 hari tergantung tingkat kematangan buah.