Indonesia merupakan negara yang sangat subur dan banyak jenis tanaman yang dapat tumbuh dan dapat berrpoduksi sangat baik sebagai bahan pangan untuk keperluan bahan kebutuhan pangan manusia, salah satu tanaman yang dapat tumbuh dengan baik dan sangat potensial untuk ekspor adalah tanaman durian menurut Dirjen Hortikultura Suwandi mengatakan “ bahwa ekspor durian setiap tahunnya semakin meningkat dimana durian lokak sudah tembus ke pasar manca negara seperti, Hongkong, China, Malasyia, Vietnam, Timur- Tengah , dan lainya”. Berdasarkan data BPS, produksi dan ekspor durian setiap tahun mengalami kenaikan. Produksii pada tahun 2017 mencapai 795 ton dan ekspornya sebesar 240 ton. Pada tahun 2018 produksi dan ekspor durian mengalami kenaikan yang cukup drastic yakni produksinya sebesar 819.654 dan ekspor 1,086 ton. Tanaman durian dari Sabang sampai Maroke dapat tumbuh dengan baik dan panennya hamper bersamaan di akhir tahun dan awal tahun yang tentunya bagi pengemar durian sangat menanti untuk musim panen durian bahkan karena sangat menggemari dengan cita rasa durian maka ada sautu perkumpulan sebagai penggemar durian local salah satunya adalah PENCINTA DURIAN NUSANTARA, ini sebagai bukti bahwa durian yang tumbuh dan dikembangkan di masing2 daerah mempunya jenis jenis durian local tersendiri, lebih lanjut Suwandi , “indicator lainnya durian local akan semakin bersaing di pasar ekspor, yakni para durian mania yang bergabung dalam Yayasan durian Nusantara berkumpul untuk membahas upaya-upaya mengembangkan buah durian local yang ada diseluruh pelosok negeri. Berbagai jenis durian local antara lain durian Bido, Matahari , D 168, Bawor, Pelangi, Srombut, Petruk, Madu racun, Bangau dan lainnya. Begitu banyak varietas durian yang ada di Negara kita yang tentunya merupakan sumber daya yang ada sangat luar biasa di samping sumberdaya alam yang cocok untuk tumbuh dan berkembangnya tanaman durian serta sumber daya manusia yang dapat mengelola budidaya tanaman durian dan pasca panen yang tetntunya merupakan potensi yang dimiliki begitu tersedia dengan optimis bahwa kedepan akan menguasai pemasaran durian dengan berbagai jenis dengan kualitas yang sangat baik serta produksi yang semakin meningkat. Mengingat bahwa buah durian mempunyai ciri khas tertentu dengan aroma dan rasanya yang lezat .mempunyai daya tarik tersendiri sehingga banyak yang menyukai buah tersebut baik berupa buah segar’prospek untuk ekspor sangat memungkinkan dengan pangsa pasar di luar negeri karena masyarakat di berbagai negeri atau Benua sangat menyukai buah durian yang sangat menguntungkan bagi Negara seperti Indonesia yang sangat potensial sekali untuk membudiyakan tanaman tersebut, karena didukung oleh iklim yang cocok untuk tanaman durian dan lokasi untuk memproduksi durian terbentang luas dari Sabang sampai Maroke dengan tanah yang subur sehingga akan menghasilkan buah yang berproduksi maksimamal dan kualitas yang unggul. Utuk menghasilkan buah durian yang diingikan maka perlu mengetahui budi daya tanaman durian sebagai berikut , tanaman durian salah satu tanaman dengan katagori tanaman buah rendah basah. Varietas yang dapat tumbuh baik dengan lokasi rendah basah adalah, matahari, sitokong, montong, tembaga, chanee, montong, sunan, simas, bantal mas dan siriwing. Kemudian lokasi yang harus disiapkan untuk budi daya tanaman durian diantaranya ; lokasi terbuka atau bebas naungan karena tanaman durian memerlukan sinar matahari sepanjang hari, durian menghendaki tanah bertipe lempung, lempung berpasir, lempung liat berpasir dan liat, jarak tanam 8 m x 8 m dan lubang tanam dapat dibuat dari 60 cm x 60 cm x 60 cm s/d 100 cm x 100 cm x 100 cm tergantung dari jenis tanahnya.lubang tanam kemudian dibiarkan lubang tersebut selama 6 – 10 hari. Bibit durian yang akan ditanam dimulai dengan pemilihan bibit tanaman durian yang baik sehingga akan menghasilkan buah durian yang berkualitas, untuk itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan diantaranya ; bibit berasal dari okulasi atau sambung pucuk, bibit dengan ketinggian 70 cm dan sehat, diameter batang mempunyai ukuran 1,5 – 2 cm, sedangkan umur bibit tanaman minimum 6 bulan setelah dilakukan dengan cara okulasi atau sambung pucuk, agar kita tidak kecewa dengan buah durian pada saat atau menjelang panen maka bibit tanaman durian harus bibit yang berlebel . kemudian dipersiapkan pupuk dasar yang terdiri dari kompos/ pupuk kendang sebanyak 20 – 40 kg /lubang, dan pupuk fosfat sebanyak 500 grm/ lubang serta kapur sebanyak 500 gram/ lubang. Setelah pupuk dasar tersedia ( kompos/pupuk kendang, fosfat dan kapur ), kemudian campurkan dengan tanah bekas galian lubang tanam untuk dikembalikan lagi ke lubang tanaman durian. Persiapan lakosasi dan lubang tanam serta pupuk dasar sudah selesai dipersipkan maka selanjutnya melakukan penanaman bibit tanaman durian yang telah disiapkan bebrapa hal yang perlu diperhatikan dalam menanam bibit durian sbb ; pada saat memindahkan bibit tanaman dilakukan penimbunan atau penutupan tanah sekitar 5 cm diatas pangkal batang akan tetapi di bawah sambungan okulasi, dan penanaman sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan , serta dilakukan pada pagi atau sore hari. Materi Cyber 3 Desember 2019, Penulis , M. Ali Nurdin.