A. PENDAHULUANDalam budidaya jagung komponen teknologi pengaturan jarak tanam diperlukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Teknologi ini diperlukan untuk mendapatkan tingkat populasi yang optimal, mempermudah dalam perawatan, mendapatkan efek tambahan pakan (pada tanam jajar legowo sisip), mengurangi kompetisi mendapatkan unsur hara antar tanaman serta memaksimalkan penerimaan sinar matahari ke tanaman sehingga proses fotosintesis dapat maksimal. Inovasi teknologi pengaturan jarak tanam salah satunya adalah tanam Jajar Legowo.Sistem tanam legowo adalah pola bertanam yang berselang-seling antara dua atau lebih (biasanya dua atau empat) baris tanaman jagung dan satu baris kosong. Istilah Legowo di ambil dari bahasa jawa, yaitu berasal dari kata ”lego” berarti luas dan ”dowo” berarti memanjang. Baris tanaman (dua atau lebih) dan baris kosongnya (setengah lebar di kanan dan di kirinya) disebut satu unit legowo. Bila terdapat dua baris tanam per unit legowo maka disebut legowo 2:1, sementara jika empat baris tanam per unit legowo disebut legowo 4:1, dan seterusnya.Legowo Pada Tanaman JagungSelain pada tanaman padi, sistem tanam legowo ternyata juga dapat diterapkan pada pertanaman jagung. Berbeda dengan padi, tanaman jagung tidak membentuk anakan sehingga penerapan sistem legowo pada tanaman jagung lebih diarahkan pada:1. Meningkatkan penerimaan intensitas cahaya matahari pada daun dan diharapkan hasil asimilat meningkat sehingga pengisian biji dapat optimal.2. Memudahkan pemeliharaan tanaman, terutama penyiangan gulma baik secara manual maupun dengan herbisida, pemupukan, serta pemberian air.3. Memudahkan penanaman untuk pertanaman II dengan sistem tanam sisip yang dilakukan 2 minggu sebelum pertanaman I dipanen (khusus untuk wilayah potensial penanaman jagung 2 kali berturut-turut) sehingga menghemat periode pertumbuhan tanaman di lapangan.B. KEUNTUNGANBanyak keuntungan yang dapat kita petik dari tanam jajar legowo jagung diantaranya adalah sebagai berikut :1. Ada peningkatan jumlah populasi tanaman per hektarnya2. Mudah pemeliharaan baik untuk pemupukan, pembumbunan, maupun pengendalian hama dan penyakitnya3. Kelembaban tanaman lebih baik karena sirkulasi udara di sela/ bawah tanaman lebih baik, sinar matahari yang masuk disela2 tanaman lebih banyak4. Ada Peningkatan produksi yang cukup tinggi dibanding jarak tanam biasa. OLEH MASSUANNA ABD. SAAD PPL WKPP BUNGADIDI