Loading...

BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI (Varietas Wilis)

BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI  (Varietas Wilis)
BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI (Varietas Wilis) Oleh: Alfriane K. F. Tabalujan, SPKoordinator BPP Kec. Mapanget Ketergantungan terhadap kedelai impor sangat memprihatinkan, karena seharusnya kita mampu mencukupinya sendiri. Ini karena produktivitas rendah dan semakin meningkatnya kebutuhan kedelai Pengembangan kedelai varietas wilis yang baik membantu dalam peningkatan produksi secara kuantitas , kualitas dan kelestarian lingkungan sehingga kita bisa bersaingdiera pasar bebas. Produksi komoditi kedelai per hektarnya belum mencapai hasil yang maksimum. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh faktor tanah yang makin keras (rusak) dan miskin unsur hara terutama unsur hara mikro serta hormon pertumbuhan. Disamping itu juga karena faktor hama dan penyakit tanaman, faktor iklim, serta faktor pemeliharaan lainnya. I. SYARAT TUMBUHTanaman Kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah asal drainase (tata air) dan aerasi (tata udara) tanah cukup baik, curah hujan 100-400 mm/bulan, suhu udara 23°C - 30°C, kelembaban 60% - 70%, pH tanah 5,8 - 7 dan ketinggian kurang dari 600 m dpl. II. TEKNIK BUDIDAYAKEDELAI a. Paket teknologi produksi - Varietas wilis- Pengolahan tanah yang baik- Benih bermutu baik- Penggunaan seed treatment (Rhidomil)- Penyiangan- Pengendalian hama penyakit- Pemupukan berimbang- Penggunaan PPC/ZPT b. Benih- Bebas hama penyakit, murni dan bersih- Daya tumbuh tinggi di atas 90 %- Varietas Wilis c. Penyiapan LahanPengolahan tanah Sempurna - Tanah dibajak/dicangkul 2 kali sedalam 15-20 cm hingga gembur.- Gulma dan sisa tanaman dibenamkan sebagai pupuk, tanah digaru sampai rata.- Buat saluran air dengan jarak sekitar 3-4 m- Tanah dikeringanginkan tiga minggu baru ditanami. d. Waktu tanamDisesuaikan dengan tipologi lahan, agroekosistem dan anjuran setempat.Waktu tanam yang baik akhir musim hujan. e. Penanaman- Rendam benih dalamLegin (Rhizobium ) untuk tanah yang belum pernah ditanami kedelai- Buat jarak tanam antar tugalan berukuran 30 x 20 cm, 40 cm x 15 cm, 25 x 25 cm.- Buat lubang tugal sedalam 2 - 3 cm dan masukkan biji 2per lubang- Tutup benih dengan tanah gembur dan tanpa dipadatkan tanahnya. f. Pemeliharaan- Kedelai mulai tumbuh kira-kira umur 5-6 hari, benih yang tidak tumbuh diganti atau disulam dengan benih baru dan akan lebih baik jika dicampur Legin. - Penyulaman sebaiknya sore hari.- Penyiangan pertama umur 2-3 minggu, ke-2 pada saat tanaman selesai berbunga (sekitar 6 minggu setelah tanam). Penyiangan ke-2 ini dilakukan bersamaan dengan pemupukan ke-2.- Pembubunan dilakukan dengan hati-hati dan tidak terlalu dalam agar tidak merusak perakaran tanaman. Luka pada akar akan menjadi tempat penyakit berbahaya. g. Pemupukan- Untuk lahan kering yang tidak masam setiap hektarnya dibutuhkan 50 – 100 kg pupuk urea, 50 -100 kg pupuk TSP atau 100 kg SP 36, 50 -75 kg KCL.- Pemupukan dilakukan pada saat penanaman atau semua pupuk tersebut paling lambat diberikan pada saat tanaman berumur 14 hari.- Pada lahan yang ber-pH sekitar 7 biasanya mengalami kekurangan unsurmikro, yaitu Cu, Mn, Zn, dan Fe. Oleh karena itunlahan perlu ditambahkan unsur mikro sebanyak 3 – 5 kg/ha. h. PengairanKedelai menghendaki kondisi tanah yang lembab tetapi tidak becek. Kondisi seperti ini dibutuhkan sejak benih ditanam hingga pengisian polong. Saat menjelang panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering. i. Pengendalian Hama Penyakit dan Gulma- Gunakan seed treatment (Rhidomil)- Pengendalian sedini mungkin- Gunakan pengendalian secara terpadu sesuai anjuran. • Pengendalian Hama Hama utama tanaman kedelai adalah lalat bibit (Ophiomya phaseoli), ulat pemakan daun seperti ulat grayak (Spodoptera litura), ulat jengkal (Chrysodeixis chalcites), ulat Heliotos sp., ulatpenggulung daun (Lamprosema indicata), pengisap polong (Riptortus linearis, Nezara viridula, dan Piezodurus hybneri), penggerek polong (Etiella zinckenella), penggerek batang (Malanagromyza sojae), kutu kebul (Bemisia sp.), dan kutu daun (Aphis glycines).Pengendalian secara biologis antara lain dengan memanfaatkan musuh alami sepeti Trichogramma untuk penggerek polong Etiella spp. dan Helicoverpa armigera; Nuclear Polyhodrosis Virus NPV untuk ulat grayak Spodoptera litura (S/NPV, Helocoverpa armigera (HaNPV) untuk ulat buah, dan penggunaan feromon seks untuk ulat grayak.. Penggunaan Pestisida dilakukan berdasarkan hasil pemantauan , hanya digunakan bila populasi hama telah melebihi ambang kendali, • Pengendalian PenyakitPenyakit utama tanaman kedelai adalah karat daun Phakopsora pachyrhizi, busuk batang, dan busuk akar Schlerotium rolfsii dan berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus.Penyakit karat daundikendalikan oleh fungisida yang mengandung bahan aktif mancozeb, virus difokuskan pada vektornya. Waktu pengendalian disesuaikan denga kondisi penyakit. j. Panen dan Pasca Panen• Panen dilakukan apabila 95 % polong pada batang utama telah berwarna kuning kecoklatan.• Panen dapat dimulai pada jam 09.00 pagi pada saat air embun sudah hilang.• Panen dengan cara memotong pangkal batang menggunakan sabit. Hasil panenan segera dijemur selama beberapa hari, kemudian dikupas dengan thresher atau pemukul (digeblok).• Biji dipisahkan dari kotoran/sisa kulit polong dan dijemur kembali hingga kadar air mencapai 1- 12 % saat disimpan.• Untuk keperluan benih, biji perludikeringkan lagi hingga kadar air 9 – 10 %, kemudian disimpan dalam kantong plastik tebal atau dua lapis kantong pkastik tipis. Potensi hasil 2,3 t/Ha.