Loading...

Budidaya Tanaman Lada

Budidaya Tanaman Lada
Lada (Piper nigrum L.) termasuk genus Piper, famili Piperaceae, ordo Piperales, sub klas Dicotyledonae dan klas Angiospermae. Ordo Piperales salah satu yang paling primitive dari orto Ranales. Bentuk batang yang karakteristik merupakan bentuk peralihan antara Dicotyledonae dan Monocotyledonae, yaitu jaringan pengangkut terletak dalam dua lingkaran atau lebih. Tanaman lada tumbuh baik di daerah dengan ketinggian 0 � 500 M diatas permukaan laut. Pertumbuhan terbaik di peroleh di dataran rendah kurang dari 100 m di atas permukaan laut. Curah hujan yang dikehendaki berkisar antara 2000 � 3000 mm/tahun dengan rata-rata 2300 mm/tahun. Hari hujan antara 150 � 210 hari atau rata � rata 177 hari dalam setahun. Tidak terdapat adanya bulan � bulan kering dengan curah hujan kurang dari 60 mm/bulan.Derajat suhu yang dikehendaki berkisar antara 20�C (minimum) dan 34�C (maksimum). Kisaran suhu terbaik adalah antara 23 � 32�C dengan suhu rata � rata siang hari � 29�C. Kisaran tersebut sebaiknya 21 - 27�C pagi hari (jam 8.00), 26 � 32�C siang hari (jam 14.00) dan 24 � 30�C sore hari (jam 18.00). Sedang suhu tanah yang berkisar antara 25 � 30�C pada kedalaman 10 cm. Suhu tanah optimal untuk pertumbuhan akar adalah 26 � 28�C.Kisaran derajat lembab antara 50 � 100 persen lengas nisbi dengan kisaran optimal antara 60 � 80 persen RH. Angin sebaiknya tidak bertiup kencang. Angin yang kencang apabila disertai udara panas sangat mengganggu karena dapat merusak keseimbangan antara laju penguapan, pengisapan dan penyediaan air. Tanaman Lada dapat tumbuh pada ragam tanah yang cukup besar seperti : Andosol, Grumosol, Latosol, Podsol, Regosol dan lain � lain, asal memiliki tingkat kesuburan dan drainase yang baik. Kelihatannya tanah terbaik adalah yang bertekstur ringan yang memiliki keadaan fisik dan kimia subur. Hal mana erat hubungannya dengan system perakaran yang dangkal tanpa akar tunggang. Tanah liat berpasir (candy clay) sampai saat ini merupakan tanah dimana lada dapat tumbuh sangat baik.2. Persiapan Tanama. Pembukaan lahanPada pembukaan tanah bekas hutan sekunder, semak belukar, padang rumput/padang alang � alang, pekerjaannya lebih ringan karena pohon � pohon besar hamper tidak ada. Selanjutnya kayu yang besar dan tunggul � tunggul disingkirkan atau dikumpulkan dan ditumpuk melintang arah lereng untuk mencegah erosi. Dahan ranting dan dedaunan dibiarkan membusuk ditempat sebagai tambahan bahan organik.b. Pengolahan tanah, pengajiran dan jarak tanam.Setelah lahann dibersihkan (land clearing), tanah dicangkul sedalam � 20 cm. Setelah itu dipasang ajir atau tiang panjat dan diikuti dengan pembuatan lobang tanam. Ukuran lobang yang dianjurkan adalah 60 x 80 x 60 cm.3. Jarak TanamJarak tanam yang umum digunakan adalah 2 x 2 atau 2� x 2� m. Besarnya jarak tanam ditentukan pula oleh macam varietas dan tiang panjat yang digunakan. Untuk varietas-varietas berkanopi sempit (Choenuk, Bangka dan Merapin) dapat digunakan jarak yang relative sempit bahkan 1.5 x 1.5 m. Untuk varietas bertajuk lebar (Kerinci, Belatung, Jambi Bengkayang dan Lampung Daun Lebar) digunakan jarak tanam yang relatif lebih lebar 2.5 x 2.5 sampai 3 x 3 m. Demikian pula bila Tiang panjat mati yang digunakan relative lebih tinggi diperlukan jarak tanam yang relative lebih lebar.4. Teknik Perbanyakan dan Pembuatan Bibit LadaSumber bibit harus memenuhi berbagai persyaratan berikut ini.(1) Bila bibit diambil dari kebun perbanyakan maka kebun perbanyakannya sendiri harus pula memenuhi syarat seperti :1.1. terawat baik sehingga tanaman perbanyakan yang ada betul � betul bebas dari berbagai serangan hama dan penyakit.1.2. tanamannya tumbuh sehat dan kuat.1.3. keadaan kebun tidak terlalu gelap/teduh sehingga sulur � sulur panajat yang dimiliki tumbuh sehat dengan akar lekat yang banyak dan sehat.1.4. dari varietas/klon yang dikehendaki.(2) Bila sumber bibit adalah kebun produksi, maka disamping berbagai persyaratan di atas kebun tersebut haruslah pula masih cukup muda (belum mencapai usia produktif) atau berumur antara 6 bulan sampai 2 � 3 tahun sehingga sulur yang diperoleh betul � betul masih memiliki kemampuan tumbuh yang baik.Dari persyaratan di atas jelaslah pula bagaimana cara yang dapat ditempuh dalam membentuk kebun benih sebagai sumber bibit yaitu - dengan membuat kebun � kebun perbanyakan yang khusus dipersiapkan sebagai sumber bibit - dengan menggunakan kebun � kebun produksi terpilih yang belum mencapai usia produktif8. Pemeliharaana. Penyiangan dan menggemburkan tanahMenyiang bertujuan untuk membasmi gulma yang dapat menjadi saingan bagi tanaman pokok dalam hal kebutuhan hara, air, cahaya maupun CO2. sehingga tidak menghambat pertumbuhan tanaman lada.Setelah penyiangan dilanjutkan dengan penggemburan tanah yang disertai dengan membumbun/membuat guludan adakalanya diperlukan. Dengan adanya penggemburan tanah dapatlah diharapkan adanya perbaikan pengudaraan/penyediaan O2 yang penting pula bagi pernafasan akar. Selang waktunya dapat pula disesuaikandengan keadaan dan kebutuhan yang terutama ditentukan oleh berat ringannya tekstur tanah. Bila tanah cukup ringan adakalanya tindakan khusus ini tidak diperlukan.b. MemupukTujuan memupuk adalah untuk menambahkan bahan makanan pada tanah agar diperoleh pertumbuhan dan hasil tanaman yang lebih baik serta mengganti bahan makanan tanaman yang ada di dalam tanah yang terangkut bersama hasil atau yang tercuci oleh air hujan.Untuk menetapkan dosis dan komposisi pupuk yang harus digunakan secara tepat boleh di kata data yang tersedia masih terbatas. Dasar � dasar umum yang dapat dipegang antara lain adalah. saat ini dianjurkan pemupukan dengan pupuk majemuk NPK, Mg 13.6.18.4 sebanyak 2 200 g/pohon dalam 4 kali pemberian berturut � turut 750, 750, 350 dan 350 g dilengkapi dengan 0.5 kg dolomite dan 28 g pupuk mikro FE 26 dalam setahun untuk tanaman dewasa.c. Pengikatan sulur panjat.Dalam keadaan normal dan baik � 10 hari setelah tanam, stek sudah bertunas dan tumbuh. Pada umur � 1 (satu) bulan sesudah tanam, naungan sudah dapat berangsur � angsur dikurangi. Pada umur � 3 (tiga) bulan panjangnya stek yang tumbuh sudah akan mencapai 9 ruas. Pada umur tersebut naungan sama sekali tidak diperlukan. Namun demikian stek yang baru tumbuh ini, memanjatnya pada tiangnya panjat perlu dibantu dengan jalan mengikatkannya pada tiang panjat. Bahan pengikat yang baik adalah yang tidak terlalu kuat seperti kulit Ramin, gedebok pisang dan sebagainya, sehingga tidak akan mencekek dan mengganggu pertumbuhan sulur. Bila harus terpaksa menggunakan bahan pengikat yang kuat seperti benang ataupun tali raffia, maka bahan pengikat tidak boleh dibuhul kuat tetapi cukup dipilin dan dilipat sehingga mudah lepas bila sulur tumbuh membesar sedangkan akar lekatnya sudah melekat pada tiang panjat.d. MemangkasPemangkasan bertujuan untuk menjaga keseimbangan pertumbuhan bagian vegetative di atas tanah (tajuk = mahkota pohon) dan di bawah tanah (akar). Disamping itu tujuan utamanya adalah untuk mendorong pembentukan cabang � cabang buah pada buku ruas yang tidak membentuk cabang buah dan untuk memperoleh bentuk tajuk/mahkota pohon yang baik, serta membatasi jumlah pertumbuhan sulur panjat sebanyak yang diingini (biasanya 3 buah).pemangkasan pucuk (top-prunning) untuk mencegah tanaman tumbuh terlalu tinggi, terbuangnya tenaga assimilate bagi pertumbuhan yang tidak berguna, menekan terbentuknya sulur � sulur gantung serta mendorong pembentukan buah.Selang waktu pemangkasan sulur panjat bervariasi menurut kebiasaan dan daerah. Di Kalimantan Barat dilakukan rata � rata 2 � 3 kalipada umur 6 � 8 bulan pemangkasan I, 6 � 8 bulan kemudian pemangkasan kedua dan tergantung pada keadaan pertumbuhan pemangkasan ketiga dilakukan pada umur � 20 bulan. (f) Tiang panjat hidup. Sebaiknya digunakan ajir mati dari bahan kayu (kayu ulin, melangir, pelawan, mendaru, seru dan lain � lain) seperti di Kalimantan dan Bangka tanaman akan dapat memberikanHasil pertama pada umur 3 � 4 tahun. Jika dipeihara dengan meggunakan tiang panjat hidup (kapok, dadap, Gliresidia dan sebagainya) seperti di daerah Lampung dan Bengkulu hasil pertama baru dapat diharapkan pada umur 4 � 5 tahun. Disamping itu produktivitas tanaman yang dipelihara dengan tiang panjat hidup ini relative juga lebih rendah, sedang tanamannya sendiri juga kurang tanggap terhadap pemakaian pupuk.Diduga perbedaan � perbedaan tersebut terutama diakibatkan oleh kurangnya cahaya di permukaan tajuk tanaman bila tanaman dipelihara dengan tiang panjat hidup. Keadaan mana diakibatkan oleh kurangnya pemangkasan tiang panjat dilakukan oleh petani disamping tanaman ladanya juga dipelihara terlalu tinggi (6 � 10 m). Dalam keadaan kurang cahaya ini pertumbuhan sulur panjat dominan daripada pertumbuhan cabang buah, dengan akibat rendahnya hasil yang diperoleh.Untuk mengatasi hal itu pemangkasan tiang panjat harus dilakukan. Pemangkasan berat dilakukan pada awal musim hujan. Diikuti oleh pemangkasan ringan pada pertengahan dan akhir musim hujan. Pada pemangkasan berat hampir seluruh bagian tiang panjat di atas tajuk tanaman dipangkas habis. Sedang pada pangkasan ringan hanya dilakukan pengurangan tajuk tiang panjat agar tidak terlalu rindang menaungi tanaman ladanya. Penulis : Musafit�Penyuluh BPP Kota Jantho