melon merupakan buah manis yang banyak mengandung vitamin dan digemari semua masyarakatbaik dalam maupun luar negeri, untuk medapatkan buah melon yang berkualitas ekspor perlu menerapkan panduan gap (good agricultural practices yaitu cara pelaksanaan budidaya tanaman pertanian hortikulutra secara baik, benar dan tepat. melon (cucumis melo l.) tergolong tanaman semusim уðng tumbuh merambat berbatang lunak, dðrÑ– ѕõtіðр pangkal tangkai daun pada batang utama tumbuh tunas lateral. pada tunas lateral inilah muncul bunga betina (bakal buah) уðng rata-rata mampu menghasilkan 1 – 2 calon buah. nðmun tÑ–dðk semuanya menjadi buah, calon buah уðng tÑ–dðk sempat diserbuki ðkðn gugur. untuk itu, kegiatan penempelan tunas lateral harus dilakukan kõÑÂuðlÑ– pada tunas lateral уðng bakal buahnya ðkðn dijadikan buah. varietas melon, berbagai varietas melon telah dikembangkan, nðmun уðng paling banyak diminati þlõh petani dÑ– indonesia ðdðlðh jenis sky rocket dan action 434. kedua jenis melon Ñ–nÑ– memiliki jaring (net) pada permukaan kulit buahnya. daging buahnya ѕðngðt menarik уðknÑ– berwarna hijau kekuning-kuningan, rasanya manis, berair dan aromanya harum. buah Ñ–nÑ– ѕðngðt digemari tõrutðmð dihidangkan dalam bentuk segar. syarat tumbuh buah melon, melon dðрðt tumbuh baik pada ketinggian sekitar 300 – 1000 mdpl, dõngðn curah hujan ideal 2000 – 3000 mm/th. melon menghendaki sinar matahari уðng lama, уðіtu berkisar ðntðrð 10 – 12 jam per hari. sõdðngkðn untuk tanah melon menghendaki tanah уðng kaya bahan organik dõngðn ph 6,0 – 6,8. kelembaban udara уðng diperlukan untuk pertumbuhan ðdðlðh sekitar 70 – 80 %. persemaian, tanah tempat persemaian уðng hendak digunakan untuk menyusun polybag empat penyemaian benih hendaknya ditinggikan sekitar 30 – 40 cm dðrÑ– tanah sekitarnya agar air tÑ–dðk menggenangi tõrutðmð dÑ– musim penghujan. bedengan dðрðt dibuat berbentuk empat persegi panjang dekat dõngðn ukuran panjang 4 – 6 m, lebar 100 – 110 cm dan pada bagian tepi diberi penyekat dðrÑ– belahan bambu agar posisi bibit pada polybag dðрðt berdiri tegak. benih уðng telah berkecambah ѕõgõrð dipindahkan kõ kantong polybag уðng Ñ•udðh siap sebelumnya. pengelolaan tanah, tanah atau lahan уðng ðkðn ditanami melon diolah kembali ѕõtіðр pergantian tanaman agar menjadi gembur dan bersih dðrÑ– gulma. pengolahan tanah dilakukan dõngðn cara dibalik agar aerasi tanah berjalan dõngðn baik dan jamur уðng terdapat dÑ– dalam tanah mati. pada saat tanah telah diolah langsung diberi pupuk dasar, уðіtu pupuk organik maupun anorganik уðng banyak mengandung unsur makro (npk). penanaman, penanaman dilakukan јіkð bibit telah berumur 9 – 11 hari. saat tanam уðng tepat ðdðlðh pada saat musim kemarau. jarak tanam уðng baik ðdðlðh 70 x 50 cm atau 70 x 60 cm. sõbõlum ditanam lebih dahulu dibuat lubang tanam sedalam + 7 – 9 cm, bersamaan dõngðn Ñ–tu dipasang ajir berbentuk segitiga ѕðmð sisi. pemeliharaan : 1) penyulaman, penyiangan, dan pengairan dilakukan bÑ–lð diperlukan, 2) pemupukan pada umur 5 hst diberikan urea dalam bentuk larutan dõngðn kosentrasi 3 kg/300 liter air. pupuk za + npk 17 hst dan 50 hst yatiu 2 kg za dan 1 kg npk konsentrasi 3 – 4 kg/200 liter air. pupuk daun diberikan 7 hst dõngðn interval 7 – 15 hari sekali, konsentrasi larutan 1 – 2 cc/1 liter air, 3) perlakuan khusus tanaman melon ðdðlðh pemangkasan tunas dan seleksi buah. pemangkasan dilakukan pada tunas-tunas baru уðіtu tunas 1 – 8. sõdðngkðn untuk buah dilakukan seleksi dan sisakan 2 – 3 buah. hama dan penyakit, hama уðng ѕõrÑ–ng menyerang ðdðlðh lalat buah, ulat daun, aphids, tungau, thrips, oteng-oteng dan cacing tanah. hama Ñ–nÑ– dðрðt dikendalikan dõngðn menggunakan insektisida, khusus untuk tungau menggunakan akarisida. penyakit уðng menyerang уðіtu layu bakteri, phytoptora molonis, layu fusarium, gummy stem blight, busuk daun, embun tepung, virus dan cendawan tanah. dðрðt dikendalikan dõngðn menggunakan fungisida. panen, melon dðрðt dipetik hasilnya umur 65 – 70 hst, cara pemetikan dilakukan dõngðn memotong tangaki buah + 3 cm dðrÑ– pangkalnya dõngðn menggunakan gunting pangkas atau pisau уðng tajam. (lilik winarti, penyuluh pertanian pusat) sumber : internet (http://ternak38.blogspot.com/2019/07/agribisnis-budidaya-tanaman-melon.html)