PENDAHULUAN Salah satu tantangan dalam pembangunan pertanian adalah adanya kecenderungan menurunnya produktivitas lahan. Disisi lain dumberdaya alam terus menurun sehingga perlu diupayakan untuk menjaga kelestariannya. Salah satu strategi dalam upaya mencapai produktivitas usahatani padi adalah penerapan inovasi teknolgi yang sesuai dengan sumberdaya pertanian dispesifik lokasi, dengan menggunakan penggunaan Tanaman Terpadu (PTT).MATERI POKOK Komponen teknologi dasar dalam PTT yaitu :1. Penggunaan varietas padi unggul dan varietas berdaya hasil tinggi .2. Benih bermutu dan berlabel3. Pemupukan berimbang berdasarkan kebutuhan tanaman dan status hara 4. Tanah (spesifik lokasi).5. Pengendalian hama dan penyakit secara terpadu (PHT).Komponen Teknologi Pilihan Dalam PTT yaitu : 1. Penanaman bibit umur muda dengan jumlah bibit terbatas yaitu antara1 – 3 bibit perlubang.2. Peningkatan populasi tanaman.3. Penggunaan kompos bahan organik atau pupuk kandang sebagain pupuk 4. Pengunaan kompos bahan organik atau pupuk kandang sebagai pupuk dan pembenah tanah.5. Pengaturan pengairan 6. Pengendalian gulma7. Panen tepat waktu.8. Perontokan gabah sesegera mungkin.Gunakan VUB (varietas unggul baru) yang mampu beradaptasi dan kualitas baik dengan lingkungan dengan menjamin pertumbuhan tanaman yang baik ,hasil tinggi dan kualitas baik serta rasa nasi dapat diterima pasar. Benih bermutu adalah benih dengan vigor yang tinggidan bersetifikat . Pemilihan benih bermutu dilakukan secara • Merendam benih dalam rendaman garam dengan mengunakan indikator telur.Telur diletakan didasa air dan masukan garam sampai telur mulai terangkat kepermukaan,kemudian telur diambil dan benih dimasukan kedalam air garam ,selanjutnya benih yang mengambang dibuang.• Dapat juga dengan cara membuat larutan garam dapur (30 gram garam dapur dalam 1 lt air). atau Larutan pupuk ZA (1 kg) dalam 2,7 lt air.Keuntungan mengunakan benih bermutu :1. Benih cepat tumbuh dan serempak2. Jika disemaikan akan menghasilkan bibit yang tegar dan sehat3. Pada saat tanaman dipindah ,bibit tumbuh dengan cepat.4. Jumlah tanaman optimum sehingga tanaman memberikan hasil yang tinggi.PERSEMAIAN Untuk keperluan penanaman seluas 1 ha benih yang diperlukan sebanyak 20 kg. Benih bernas ( yang tenggelam) dbilas dengan air bersih kemudian direndam dalam air selama 24 jam. Selanjutnya diperam dalam karung selama 48 jam dan dijaga kelembabannya dengan cara membasahi karung dengan air.Luas persemaian sebaiknya 400m/ha dengan lebar bedengan 1,0 – 1 ,2 sehingga kerusakan akar bisa kurang dan diberi campuran pupuk kandang , sebuk kayu dan abu sebanyak 2 kg/m , pemberian ini untuk mempermudah pencabutan bibit padi PERSIAPAN LAHAN Pengolahan tanah dapat dilakukan secara sempurna ( 2kali bajak dan satu kali garu ) atau minimal atau tampa olah tanah sesuai keperluan dan kondisi. Faktor yang menentukan adalah kemarau panjang, pola tanam,jenis/ tekstur tanah. Dua minggu sebelum pengolahan tanah ditaburkan bahan organik sebanyak 2 ton/ha .PENANAMAN Tanam bibit muda ( < 21 HSS) sebanyak 1-3 bibit /rumpun akan menghasilkan anakan lebih banyak.Penyulaman dilakukan sebelum tanaman berumur 14 HST, penanaman disarankan dengan sistem jejer legowo 2:1 atau 4:1 ( 40x (20x10)cm. Keuntungan cara tanam jejer legowo antara lain : • Rumpun tanaman yang berada padabagian pinggir lebih banyak.• Terdapat ruang kosong untuk pengaturan air• Pengendalian hama, penyakit dan gulma lebih mudah.• Pada tahap awal areal pertanaman lebih terang sehingga kurang disenangi tikus.• Penggunaan pupuk lebih berdaya guna.PEMUPUKANPemupukan merupakan salah satu factor kunci untuk memperbaiki dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian khususnya daerah tropika bash yang tingkat kesuburan tanahnya relative rendah karena tingginya tingkat pelapukan dan pencucian unsure hara. Pembatas pertumbuhan tanaman yang umum dijumpai adalah rendahnya hara didalam tanah, terutama hara makro N, P, K.Dengan pemupukan maka tidak saja banyaknya zat makanan tanaman didalam tanah dapat ditambah, namun kondisi tanahpun sedikit banyak mengalami perubahan, struktur tanah dapat diubah dengan pemupukan yang membawa pengaruh positif atau negatif dan potensi pengikat terhadap zat makanan tanaman juga dapat dipengaruhi oleh pemupukanPemupukan adalah pemberian beberapa bahan / zat untuk memenuhi kebutuhan unsure hara didalam tanah baagi tanaman dengan jumlah cukup dan berimbang dalam hal ini pada tanaman padi.Pupuk organik / alami adalah pupuk yang tersedia oleh proses alam misalnya kotoran ternak, atau bahan dari pelapukan tanaman ( kompos) dan sebagainya. Pupuk organic lebih baik dalam hal kesuburan tanah (bertahan lebih lama) namun dari segi aplikasi kurang praktis.1. Tujuana. Menyediakan zat-zat makanan (unsure hara bagi tanaman)b. Mempertahankan kesuburan tanahc. Memperbaiki struktur tanah sehingga unsure hara lebih mudah diserap tanamand. Tujuan akhir adalah meningkatkan produksi sesuai dengan harapan. 2. Dosis pemupukanDalam hal ini adalah menggunakan pupuk buatan yakni urea, TSP / SP 36 dan KCLNo Pupuk Per Ha/ Kg Per Borong/ Kg1. Urea 250 – 300 7.0 – 8.02. TSP/SP 36 100 – 125 3.0- 3.53. KCL 75 – 100 2.0 – 3.0 3. Cara PemupukanDalam hal pemupukan harus di perhatikan 4 (empat) tepat yaitu : Tepat Waktu, Tepat Jenis, Tepat Dosis dan Tepat Cara.a. Tepat waktu- Pemupukan I adalah 1 s/d 5 hari setelah tanam/ saat tanam.- Pemupukan II adalah 20 s/d 30 hari setelah tanam / anakan aktif- Pemupukan III adalah 50 s/d 60 hari setelah tanam / masa primordialb. Tepat jenis dan tepat dosis- Pemupukan I Urea 100 – 150 kg/ha atau 3 – 4 kg/Br dan TSP 100 – 150 Kg/Ha- Pemupukan II Urea 75 kg/ha dan KCL 75 – 100 Kg/ha- Pemupukan III Urea 75 kg/ ha atau 2 kg/ha Tepat cara- Pemupukan I : keadaan air macak-macak. Saluran pemasukan dan pembuangan air ditutup, pematang tideak bocor dan pupuk disetor merata diatas petakan sawah 3 – 4 hari setelah pemupukan saluran air dibuka kembali.- Pemupukan II dan III sama seperti pemupukan I dan dilakukan setelah diadakan penyiangan. PENGGUNAAN BAGAN WARNA DAUN (BWD) Pupuk merupakan salah satu masukan utama dalam usahatani padi. Untuk meningkatkan produksi umumnya petani memberikan pupuk belum berdasarkan dosis, takaran dan pemberian pupuk yang berlebihan merupakan pemborosan, menyebabkan tanaman peka terhadap penyakit dan mudah rebah juga merusak struktur kimia tanah dan mengganggu kesehatan lingkungan. BWD dapat menekan biaya pemakaian pupuk sebanyak 15-20% dari takaran yang umum digunakan petani tanpa menurunkan hasil.BWD dapat digunakan melalui 2 cara, yaitu:1. Berdasarkan kebutuhan real tanaman? Berikan 50-75 kg urea/ha sebagai pupuk dasar, sebelum tanaman berumur 14 HST? Pengukuran warna daun padi dengan BWD dimulai pada 21-28 HST, dilanjutkan setiap 7-10 hari sekali sampai 50 HST.? Untuk menentukan sampel, pilih secara acak 10 rumpun tanaman sehat pada hamparan yang seragam, lalu pilih daun teratas.? Taruh bagian tengah daun diatas BWD dan bandingkan warnanya. Jika warna daun berada diantara 2 skala, gunakan nilai rata-ratanya. Misalnya 3,5 untuk warna antara 3 dan 4? Sewaktu mengukur BWD, jangan menghadap matahari sebab dapat mempengarahui warna daun.? Lakukan pengukuran pada waktu dan orang yang sama pula.? Jika lebih dari 5 dari 10 warna daun yang diamati berada dalam batasa kritis, yaitu dibawah skala 4 maka tanaman segera diberi pupuk N (urea) susulan sesuai target yang ingin dicapai. Untuk 5 ton/ha (GKG) takaran pupuk urea susulan adalah 50 kg/ha. 2. Berdasarkan waktu yang telah ditetapkanDengan cara ini petani hanya perlu melakukan 2-3 kali pengukuran warna daun padi dengan BWD? Berikan 50-75 kg/ha sebagai pupuk dasar, sebelum tanaman berumur 14 HST? Pada waktu pemupukan kedua dan ketiga bandingkan warna daun dengan skala BWD ? Bila warna daun berada skala < 3 berikan 75 kg urea/ha bila target hasil yang diingikan adalah 5 ton/ha.Pengendalian Hama dan penyakita. Keong mas b. Wereng coklatc. Penggerek batangd. Tikuse. Walang sangit f. Penyakit Haur daun bakterig. Penyakit Blast