Vertikultur berasal dari istilah bahasa lnggris yaitu verticulture (vertical dan culture) artinya sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat. Vertikultur adalah system pertanian yang efisien dan efektif. Masalah lahan sempit dapat diatasinya, dengan melakukan penanaman secara bertingkat kita dapat memanfaatkan bidang penanaman menjadi lebih luas beberapa kali lipat.Sistem vertikultur ini sangat cocok diterapkan bagi petani atau perorangan yang mempunyai lahan sempit, namun ingin menanam tanaman sebanyak-banyaknyaJenis-jenis tanaman yang dibudidaya-kan secara vertikultur biasanya adalah tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi, berumur pendek, atau tanaman semusim seperti sayuran, dan memiliki sistem perakaran yang tidak terlalu luas. Namun tidak menutup kemungkinan jenis pohon obat atau tanaman hias juga dapat ditanam. Bahan tempat bertanam yang biasa dimanfaatkan sebagai model vertikultur adalah pipa paralon (PVC), bambu, botol bekas air mineral, bekas kaleng cat, atau wadah plastik minyak pelumas, ember bekas serta polybag. Berikut ini adalah cara membuat model sederhana teknik vertikultur menggunakan pipa paralon dan polybag.1. Siapkan pipa paralon berdiameter 4 inci sepanjang ± 1 m2. Buat lubang di sisi pipa secara bertingkat dan berselang-seling sehingga tanaman tidak akan saling menutupi.3. Pembuatan jarak lubang tanam sebaiknya dengan mempertimbangkan jenis tanaman yang akan ditanam agar tidak saling menutupi.4. Setelah paralon sudah jadi siapkan polybag dan media tanam yang terdiri dari campuran tanah, pupuk kandang / pupuk kompos dan sekam dengan perbandingan 1:1:1.5. Selanjutnya tanam pipa paralon di dalam polybag besar kemudian isi polybag serta paralon dengan media tanam yang sudah disiapkan hingga penuh. 6. Vertikultur sudah siap untuk ditanami. Model bisa diangkat dan dipindah-pindah sesuai dengan tempat yang inginkan walaupun agak berat.A. Cara Penanaman• Penanaman dilakukan dengan cara menebar benih langsung pada lubang paralon atau disemai terlebih dahulu.• Untuk tanaman bayam dan kangkung, benih langsung disebar di media pipa paralon• Untuk tanaman sawi, cabe, tomat dilakukan persemaian terlebih dahulu. Apabila tanaman sudah tumbuh 3-4 daun tanaman bisa dipindah pada media vertikultur. B. Penyiraman• Penyiraman dimulai saat benih ditaburkan pada persemaian dan terus dilakukan selama masa penanaman hingga menjelang panen• Penyiraman dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore) sesuai dengan kondisi cuaca C. Penyulaman• Penyulaman adalah kegiatan mengganti tanaman yang tidak tumbuh, mati, kerdil atau tanaman rusak karena terkena serangan hama atau penyakit.• Waktu penyulaman sebaiknya tidak lebih dari 1 minggu.• Cara : cabut tanaman yang mati atau kerdil, tanam dengan tanaman baru dari tanaman cadangan. D. Pemupukan• Untuk tanaman sayuran daun seperti bayam, kangkung, sawi sebaiknya tidak perlu dipupuk namun apabila pertumbuhnnya kurang bagus cukup menggunakan urea saja sebanyak 1 sendok makan dilarutkan pada 10 lt air kemudian disiramkan dengan menggunakan gembor.• Pemupukan dihentikan 1 minggu menjelang panen. E. Pengendalian HamaUntuk berkebun di rumah sebaiknya jangan menggunakan bahan kimia. Hal yang perlu diperhatikan apabila kita terpaksa menggunakan bahan kimia harus benar-benar selektif agar tanaman yang kita usahakan tidak tercemar dan sebaiknya dua minggu sebelum masa panen jangan menggunakan pestisida. F. Panen dan Pasca PanenPemanenan sayuran dapat dilakukan dengan sistem cabut akar (sawi, bayam, seledri, slada, dll) atau hanya memotong daunnya saja seperti kangkung karena akan tumbuh lagi dan bisa dipanen berulang-ulang. Setelah tanaman dipanen diperlukan adanya penggantian tanah, penggantian tanah dilakukan tergantung dari usia tanaman. Bila usia tanaman 30–40 hari ( bayam, kangkung, sawi ) maka penggantian tanah dilakukan setelah dua-tiga kali panen. Sedangkan bila usia tanaman 60 hari maka penggantian tanah dilakukan setelah satu kali panen.