Loading...

BUDIDAYA TANAMAN SEHAT YAITU CARA SEHAT ATASI SERANGAN OPT TANAMAN PADI DAERAH ENDEMIS DI DESA KACANGAN KECAMATAN MALO

BUDIDAYA TANAMAN SEHAT YAITU CARA SEHAT ATASI SERANGAN OPT TANAMAN PADI DAERAH ENDEMIS DI DESA KACANGAN KECAMATAN MALO
Tingginya kebutuhan beras yang merupakan sumber bahan pangan tertinggi di Indonesia secara otomatis menjadikan meningkatnya kegiatan budidaya padi menjadi 2 – 3 kali dalam setahun. Melalui beberapa kegiatan, pemerintah selalu berupaya untuk memenuhi kebutuhan beras dengan meningkatkan produktivitas dan produksi padi. Hal ini jika tidak dikelola dengan baik dan benar dapat memberikan dampak menurunnya kualitas lahan, berpotensi meningkatnya serangan OPT seperti wereng batang coklat (WBC), kerdil rumput/hampa, penggerek batang padi, blas, hawar/kresek dan lain-lainnya.Sehingga untuk mencegah terjadinya dampak buruk tersebut dilakukanlah upaya-upaya pengelolaan budidaya tanaman padi dengan prinsip pengendalian hama terpadu (PHT) antara lain budidaya tanaman sehat (BTS) dan pelestarian musuh alami.Di Kecamatan Malo, Dem Budidaya tanaman sehat (BTS) diterapkan di Desa Kacangan Kelompok Tani Karya Lestari Satu dengan jumlah hamparan 94 Hektar. Di desa ini sebagian besar lahannya yang merupakan daerah pengairan budidaya padi dilakukan hingga 3x dalam setahun sehingga menjadi daerah endemis yang rawan akan serangan OPT.Persiapan pelaksanaan Dem BTS ini dimulai pada akhir bulan Pebruari 2019 dengan dilakukannya pertemuan sosialisasi dan pertemuan perencanaan terlebih dahulu. Poktan yang diketua oleh Bapak Wardi ini memulai semai padi pada minggu ke III April 2019. Budidaya tanaman sehat ini dilakukan mulai dari pengolahan tanah yang harus dilakukan dengan baik dan benar yaitu dengan menambahkan kapur dolomite untuk meningkatkan pH (derajat keasaman) tanah sehingga mencegah terjadinya asem-asemen. Selain itu juga adanya pemakaian pupuk organik, yang keduanya bermanfaat untuk memperbaiki sifat fisik, biologi dan kimia tanah.Penanaman tanaman refugia di pematang sawah menjadikan tempat berlindung/persembunyian atau persinggahan dan menyediakan makan bagi serangga musuh alami OPT) dilakukan setelah pengolahan tanah selesai. Hal ini untuk meningkatkan keanekaragaman hayati, pemanfaatan dan pelestarian/pengelolaan musuh alami. Pengendalian OPT dilakukan dengan menggunakan agen pengendali hayati (APH) seperti Paenibacillus polymyxa untuk pengendalian penyakit blas dan kresek, jamur Metharizium spp atau Beauveria bassiana untuk wereng batang coklat, bio insektisida yang mengandung bakteri Bacillus thuringiensis yang menghasilkan racun pencernaan untuk ulat penggerek batang padi. Sedangkan untuk penanaman tanaman padi sangat dianjurkan dengan sistem jajar legowo karena selain meningkatkan populasi pertanaman juga dapat mengoptimalkan fotosintesis, mempermudah melakukan pengendalian OPT, pemupukan dll.Dengan dilaksanakannya dem BTS ini membawa dampak baik bagi petani dalam melakukan budidaya padi secara intensif dengan cara yang lebih sehat dengan tidak meninggalkan upaya perbaikan struktur tanah dan keseimbangan agroekosistem pertanaman.Penulis : Supriyadi, SP.-ppl Kecamatan Malo