TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN VANILI (vanilla planifolia) DI DESA TURALOA KECAMATAN WOLOMEZE KABUPATEN NGADA SUMBER BIBIT Perbanyakan vanili dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif. secara generatif dapat dilakukan dengan menggunakan biji dan secara vegetatif dapat dilakukan dengan menggunakan stek. namun di desa turaloa petani menggunakan stek karena dianggap lebih mudah dan cepat serta minim kegagalan, cara pengambilan bibit dapat dipilih dari induk tanaman vanili yang sehat, kemudian dipotong stek 3 buku (dua ruas) untuk dijadikn bibit baru kemudian di semai di tempat persemaian sampai berumur 5 bulan lalu siap untuk ditanam. 2. PERSEMAIAN Pembuatan rumah persemaian menggunakan atap transparan (plastik uv), dengan ukuran tinggi bagian timur 2 meter dan bagian barat 1,50 meter. kemudian tanah di dalam rumah persemaian diratahkan dan dibuat bedengan dengan ukuran lebar 1 meter dan tinggi 20 cm dan panjang 25 meter. Media tanam yang digunkan adalah campuran tanah, pupuk kandang dan pasir dengan perbandingan 2:1:1, kemudian dimasukan kedalam polibag berdiameter 20*15 cm lalu dimasukan stek vanili kemudian disiram. pemeliharaan stek dapat dilakukan dengan menyiram 2 hari sekali dan pemberian pupuk kandang. 3. PERSIAPAN LAHAN Pembuatan rumah atap dengan menggunakan paranet bertujuan agar sinar matahari tidak langsung mengenai tanaman vanili dan melindungi tanaman vanilli dari serangan hama. kemudian dibuatkan bedengan dibawah rumah atap. Persiapan lahan dilakukan 6 bulan sebelum tanam dengan membersihkan lahan dari gulma kemudian dicangkul dan diisi dengan bokhasi padat (campuran pupuk kandang,arang sekam,daun gamal dan daun bambu), kemudian dibuat bedengan dengan lebar 1 meter, tinggi 20 cm dan panjang 20 meter, jarak antar bedengan 0,5 meter, dengan jumlah 10 bedengan, kemudian dibuatkan tiang panjat dari lingkaran anyaman kawat dengan ukuran tinggi 2 meter dan lingkaran 20 cm, didalam lingkaran tersebut diisi dengan cacahan sabut kelapa sampai penuh pada tiang panjat. jarak antara tiang panjat dalam bedengan adalah 1,5 m. 4. PEMBUATAN LUBANG TANAM DAN PENANAMAN Lubang tanam dibuat dengan jarak 1,5 m dan diisi dengan pupuk bokhasi padat kemudian bibit vanili dipindahkan dari rumah persemaian menuju lahan, kemudian bibit vanili ditananam pada lubang tanam, cara penanaman ialah polibag disobek terlebihdahulu dengan hati-hati agar akar tidak terputus dan tanahnya tetap menempel pada akar. 5. PENYIANGAN DAN PEMUPUKAN SUSULAN Penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma pada bedengan tujuannya agar tanaman vanili tidak bersaing untuk memperoleh unsur hara. setalah gulma dibersihkan selanjutnya diberikan pupuk susulan dari bokhasi padat. 6. PEMANGKASAN Agar sulur cepat membesar setelah mencapai 80 cm atau telah mencapai 10 daun dewasa sulur dipangkas pada bagian pucuknya. 7. PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT Beberapa penyakit yang sering menyerang tanaman vanilli antara lain : busuk batang, busuk daun, busuk pucuk, busuk skelerotium, dan antraknosa. namun penyakit yang ditemukan didesa turaloa adalah busuk batang dan busuk daun. cara penanggulangannya saat ini masih menggunakan lapukan daun bambu (mengandung cendawan fositip) dengan cara ditebar disekitaran pohon vanilli, daun vanili yang terserang penyakit busuk daun langsung dipangkas. 8. PANEN DAN PASCA PANEN Penyerbukan Bunga peyerbukan bunga vanili memerlukan bantuan manusia karena tanaman vanili tidak dapat menyerbuk sendiri. penyerbukan dilakukan pada pukul 09:00 - 12:00 saat bunga mekar dan embun pagi telah berkurang. jumlah bunga pada setiap tandan adalah 15 - 20 bunga, penyerbukan sebaikny dilakukan pada bunga terbawah yang paling dulu mekar. penyerbukan bunga pad 1 tandan memerlukan waktu 7 - 10 hari. penyerbukan dilakukan dengan menggunakan lidi atau bambu panjang ditekan pada bibir bunga sehingga tangkai putik terkoyak dan terbuka kemudian putiknya diaangkat sehingga kepaala benang sari terangkat. kemudian tepungsari diangkat dan diletakan pada kepala putik. Bila penyerbukan berhasil akan terjadi pembuahan dan daun-daun bunga akan gugur. pada setiap tandan hanya 9-12 bunga saja yang dipelihara. Panen buah vanili yag siap dipanen biasanya telah berumur 8 - 9 bulan setelah penyerbukan. buah yang berwarna hijau akan memudar dan ujung polong mulai menguning tetapi belum pecah. Pemetikan buah dilakukan secara bertahap dengan cara memanen buah yang telah masak saja. Pemetikan dilakukan secara hati-hati dengan menggunakan gunting pangkas. polong vanili yang dipanen pada umur yang tepat akan meghasilkan vanili kering yang mengkilap, lentur, berdaging, warna cokelat kehitaman dengan arom yang khas serta kadar vanilin yang tinggi. Pasca Panen Polong yang baru dipanen dicuci dan disortir. proses pengolahan polong vanili dilakukan melalui 4 tahap yaitu: -Pelayuan Pelayuan dilakukan untuk menghentikan pertumbuhan vegetatif dan mendorong pembentukan enzim vanilian. Prosesnya adalah dengan cara mencelupkan polong vanili kedalam air yang bersuhu 60 - 65 Derajad Celcius selama 5 menit. - Pemeraman setelah dilayukan, polong vanili ditiriskan, dan dilakukan pemeraman selama 24 jam dengan suhu 35 - 40 Derajad Celcius. hal ini dilakukan agar terjadi reaksi enzimatis pada polong vanili untuk pembentukan vanilin dan polong vanili berubah warna kecokelatan dan berminyak. - Pengeringan polong dikeringkan dengan cara dijemur atau dengan alat pengering khusus sampai kadar air menurun sampai 50 - 60% - Pengering Anginan bertujuan untuk menurunkan kadar air secara perlahan dan meningkatkan aroma vanilin. polong disusun pada rak bambu atau kawat dan disimpan dalam ruagan selama 30 - 40 hari. Bila kadar air 30-40% dikeluarkan dari rak untuk proses selanjutnya. pengeringan dapat juga dilakukan menggunakan oven dengan suhu 50 derajat celcius selama 3 jam setiap hari untuk menghasilkan mutu vanilli yang lebih baik dan waktu yang lebih singkat yaitu 10 hari. - Penyimpanan Penyimpanan bertujuan untuk menyempurnakan dan memantapkan aroma. Polong-polong vanili diikat 50-100 polong perikat, disimpan dalam peti berlapis kertas minyak. Penyimpanan selama 2-3 bulan.