Loading...

BUDIDAYA TUMPANG SARI JAGUNG KEDELAI DI POKTAN SUKA MAJU DESA GUNUNGSARI KEC. KASREMAN KAB. NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR

BUDIDAYA TUMPANG SARI JAGUNG KEDELAI DI POKTAN SUKA MAJU DESA GUNUNGSARI KEC. KASREMAN KAB. NGAWI PROVINSI JAWA TIMUR
Untuk mewujudkan swasembada jagung dan kedelai di Indonesia, metode budidaya tumpangsari merupakan salah satu strategi budidaya tanaman kedelai agar tetap berproduktivitas tinggi. Secara tradisional tumpangsari digunakan untuk meningkatkan diversivitas produk tanaman dan stabilitas hasil tanaman. Keuntungan penanaman secara tumpangsari antara lain dapat memudahkan pemeliharaan, mengurangi risiko kegagalan panen, meningkatkan produktivitas lahan, lebih efisien tenaga dan waktu, hemat dalam pemakaian sarana produksi, dan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan lahan Langkah Budidaya Tumpang Sari Jagung Kedelai Persiapan Lahan dengan pembuatan bedengan berupa gundukan dengan jarak parit sekitar 1-2 meter dengan parit lainnya. Setelah itu buat lubang tanam pada gundukan menggunakan tugal. Persiapan benih tanaman yang berlabel dan penanaman dengan cara jajar legowo dengan jarak tanam 40 cm x 20 cm (terdapat 2 tanaman kedelai pada setiap baris jajar legowo jagung). Setelah benih ditanam pada lubang tanam lalu ditutup dengan tanah atau pupuk kandang. Penanaman dengan sistem jajar legowo ini cukup 1 benih tanaman per lubang, jarak tumpang sari menggunakan sistem jajar legowo antara jagung dan kedelai adalah 100 cm x 20 cm atau 50 cm x 20 cm Tanam benih kedelai terlebih dahulu dbaru setelah 3 minggu tanam benih jagung, adanya perbedaan waktu tanam 2 komoditas ini dikarenakan kedelai lebih membutuhkan air yang banyak setelah benih ditanam, sedangkan tanaman jagung tidak terlalu membutuhkanair yang banyak sehingga kedepannya dua komoditas tanaman ini dapat tumbuh berdampingan dengan hasil yang diharapkan. Kebutuhan benih kedelai untuk 1 ha membutuhkan 6 – 7 kg benih unggul, sedangkan untuk jagung membutuhkan 8-10 ons benih jagung unggul. Setelah tanaman menginjak usia 10 hari, biasanya jagung membutuhkan air, akan tetapi tanaman kedelai tidak membutuhkan air, maka kita harus mengatur suplai airnya dengan cara pengairan jagung dilakukan secara manual tidak menggunakan pengairan parit. Suplai air jagung di oplos dengan pupuk ZA dan Urea karena pada umur 10 hari tanaman jagung membutuhkan belerang dan nitrogen. Saat umur 21 hari kedua komoditas ini membutuhkan air secara bersamaan maka kita bisa memberikan suplai air melalui parit. Setelah itu jagung kembali dipupuk tapi tidak dengan dicairkan lagi cukup dengan dosis 1 sendok teh tiap tanaman jagung Tahapan pemeliharaan tanaman secara umumdilakukan penyiangan dengan mencangkul lahan di sekitar tanaman. Pemberian nutrisi dilakukan secara insentif sekitar 3-4 kali sehingga setiap pengairan diberi pupuk 1 sendok per tanaman. Untuk menjaga kondisi tanaman kedelai tetap sehat maka kita perlu melakukan penyemprotan pestisida yg dilakukan 7-10 hari sekali untuk mengantisipasi hama penyakit . Proses panen tanaman kedelai dapat dilakukan terlebih dahulu ketika umur 75 Hst sedangkan untuk waktu panen jagung sekitar 120 Hst. Dengan cara tumpangsari diharapkan laha lebih produktif dengan bukan hanya ditanami 1 komoditas saja, namun dapat ditanaman 2 komoditas yang berbeda. Ditulis Oleh : DAMEYDRA JAYA, SST NIP. 19800523 201001 1 003 PPL Wilayah Binaan BPP Kec. Kasreman Kab. Ngawi