Loading...

BUPATI KONAWE UTARA BERSAMA WAKIL BUPATI MELAKUKAN PENINJAUAN GUNUNG OHEO SEBAGAI TEMPAT ARGO WISATA

BUPATI KONAWE UTARA BERSAMA WAKIL BUPATI  MELAKUKAN PENINJAUAN GUNUNG OHEO SEBAGAI TEMPAT ARGO WISATA
BUPATI KONAWE UTARA BERSAMA WAKIL BUPATI MELAKUKAN PENINJAUAN GUNUNG OHEO SEBAGAI TEMPAT ARGO WISATA Gunug Oheo terletak di Kecamatan Oheo bagi sebagian masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) tentu tak asing lagi. Namun, tak sedikit pula yang belum mengetahui keberadaan gunung ini. Dalam cerita rakyat, Gunung Oheo adalah tempat pertemuan sepasang kekasih yaitu Oheo dan Anawai Ngguluri. Dalam cerita tersebut Oheo membuka lahan pertanian dan menanam tebu, namun ia selalu dibuat kesal oleh burung nuri (jelmaan bidadari) yang memakan tanamannya. Suatu ketika Oheo menelusuri ampas tebu tersebut. Pandangan matanya pun berhenti ketika melihat tujuh bidadari mandi di sungai. Dengan terus mengendap pemuda Oheo mengambil pakaian salah satu dari mereka yang diletakkan di tepi sungai. Ketika hendak kembali ke kahyangan, si bungsu yang dalam kisahnya disebut Anawai Ngguluri tidak dapat lagi terbang karena pakaiannya tidak kunjung ditemukan. Hingga Oheo menghampiri dan menawarkan pakaian. Singkat cerita Anawangguluri dan Oheo menikah dengan beberapa syarat yang diajukan sang bidadari. Gunung Oheo terletak di Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Dari kejauhan jabal ini menyajikan daya tarik tersendiri. Bukit batu berwarna putih dibalut pepohanan yang hijau ditambah embun yang menutupinya. Gunung itu memancarkan panorama keindahan yang sejuk nan alami. Gunung Oheo merupakan tumpukan batu yang tumbuh dari dasar tanah dan menjadi bukit. Pelataran di sekitar bawah gunung ini dipenuhi alang-alang yang subur, setinggi pinggang orang dewasa. Sebagian gunung itu juga dijadikan lahan tempat bercocok tanam warga sekitar seperti menanam cengkeh, merica, padi, dan tanaman penghasil lain dari gunung seperti cempedak dan rotan. Gunung ini juga diabadikan sebagai lambang daerah Konut dan disimbolkan sebagai kebesaran, kekokohan, kestabilan, keagungan dan keluhuran serta kemakmuran bagi kelangsungan hidup masyarakat. Bagi Anda yang hendak menghilangkan kejenuhan, bolehlah sekali-sekali menikmati keindahan Gunung Oheo. Sekitar sejam berkendara dari ibukota kabupaten di Wanggudu, Anda sudah bisa menyaksikan gunung itu menjulang seolah memagari kawasan Kecamatan Oheo.