Loading...

Cara Budidaya Tanaman Sirih Di Kecamatan Tanah Pinem

Cara Budidaya Tanaman Sirih Di Kecamatan Tanah Pinem
CARA BUDIDAYA TANAMAN SIRIH DI KECAMATAN TANAH PINEM Oleh : Sarpin Situmorang, SP Pendahuluan Sirih merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh merambat atau bersandar pada batang pohon lain termasuk dalam famili Piperaceae. Tanaman sirih memiliki banyak nama seperti betel (Prancis), betelhe, vitele (Portugal), ju jiang (China) dan sirih (Indonesia). Sebagai budaya daun dan buahnya biasa dikunyah bersama gambir, pinang, tembakau dan kapur. Namun mengunyah sirih telah dikaitkan dengan penyakit kanker mulut dan pembentukan squamous cell carcinoma yang bersifat malignan. Juga kapurnya mebuat pengerutan gusi (periodentitis) yang dapat membuat gigi tanggal, walaupun daun sirihnya yang mengandung antiseptik pencegah gigi berlubang. Tanaman sirih sudah tersebar pertumbuhannya pada hampir sebagian besar wilayah Kecamatan Sirih digunakan sebagai tanaman obat (fitofarmaka); sangat berperan dalam kehidupan dan berbagai upacara adat di Kab. Dairi terkhusus di Kecamatan Tanah Pinem. Sirih selain untuk dikunyah juga digunakan sebagai obat berbagai jenis penyakit. Sirih selain dikonsumsi juga dapat dijadikan sebagai usaha sampingan yang sangat menjanjikan dengan menjual daunnya. Walaupun sirih banyak tumbuh di hutan-hutan, zaman sekarang tanaman ini sudah cukup banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Dalam budidaya tanaman ini biasanya ditumpangsarikan dengan pohon kemiri, pohon durian dan pohon lainnya. II. Syarat Lingkungan Hidup Tanaman Sirih Sirih adalah tanaman yang pertumbuhanya menggunakan bagian sulur. Ketika kamu ingin membudidayakan sirih, sebaiknya kamu mengambil bagian dari ujung atas sulur dari tanaman sirih, kurang lebih 40-50 cm. Agar sirih mampu bertumbuh dengan baik, tanaman ini membutuhkan sandaran untuk dapat hidup dan bertumbuh. Tempat untuk merambat atau bersandar alaminya dapat berupa pohon. Semisal pohon kemiri, pohon durian dan pohon lainnya yang agak tinggi. Namun bila tidak ada, sebenarnya sirih juga bisa kamu rambatkan dengan tiang buatan atau pagar rumahmu kok.. III. Media Rambatan Tanaman Sirih Untuk media rambatan, bila kamu ingin memakai media rambatan yang alami semisal pohon, pohon sandaran ini dapat ditanam saat musim hujan sebelum menanam sirih. Aturlah jaraknya sekira 1,5 meter atau lebih antar batang pohon. Setiap dua baris tanaman yang ditanam, buatlah selokan atau parit kecil untuk mengalirkan air. Tujuannnya agar tanah tidak terlalu basah karena sirih adalah tipe tanaman yang tidak tahan jika tanah tempat dia hidup itu terlalu basah. Disamping itu, selokan juga nantinya berperan sebagai pengair pohon sirih ketika musim kemarau.Dan ketika tanaman sandaran ini sudah berakar dan mampu bertahan dengan baik, pada awal musim hujan kamu dapat mulai membuat lubang-lubang di sekitar sandaran. IV. Proses Penanaman Sirih Tanaman Sirih yang dijadikan bibit adalah hasil potongan batang sirih yang panjangnya mencapai 40-50 cm. Batang sirih tadi dapat ditanam sepanjang dua buku. Sisanya bisa diikatkan pada bagian pohon sandaran. Cara lain yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan pemotongan sulur panjang yang sudah cukup dewasa di bagian pangkalnya. Daun sirih yang terdapat pada bagian sulur dihilangkan, kemudian sulur ini dibagi menjadi 3-4 bagian. Setelah itu, tanam sulur tadi secara mendatar. Setelah sulur sudah berakar, dari sulur yang tadi cukup tiga sulur saja yang diikatkan ke sandaran dan biarkan sulur bertumbuh sampai ke atas. Perawatan Tanaman Sirih Seperti tanaman yang lain, tanaman sirih juga perlu dirawat agar bisa tumbuh dengan baik dan sehat. Selain itu, jika ingin melakukan perawatan pada tanaman sirih, maka dari tanaman tersebut akan didapatkan panen sirih dengan kualitas yang baik. Ketika semua proses perawatan dilakukan dengan baik, maka cabang, ranting yang menggantung pada bawah ketiak daun sirih akan bertumbuh dengan baik pula. Nah, bagian inilah yang nantinya akan dapat kamu panen. Sirih sebenarnya sangat peka terhadap paparan sinar matahari. warna daun akan berubah menjadi berwarna kuning kehijauan dan jika sirih tersebut kamu kunyah, rasanya akan lebih pedas dari yang lainya. Berbeda dengan yang tadi, tanaman sirih yang ditumbuhkan pada tempat teduh bentuk daunnya akan sedikit lebih panjang, sedikit lemas dan warnanya hijau segar. Bila kamu kunyah rasanya tidak terlalu pedas. Selain cahaya matahari tadi, jenis pupuk yang digunakan sebenarnya juga memengaruhi citarasa dari daun sirih. Sebaiknya kamu memakai pupuk berbahan kotoran ayam yang bersifat dingin. Nantinya, daun tanaman sirih yang dipupuk dengan menggunakan pupuk kotoran ayam akan menjadi berwarna kuning muda. Tapi jikalau pupuk yang kamu pakai merupakan pupuk yang berasal dari kotoran sapi, kuda ataupun kerbau, warna daun yang akan dihasilkan nantinya adalah kuning tua. VI. Pemanenan Tanaman Sirih Panen sirih sudah bisa dilakukan setelah tanaman berumur 12 bulan. Produksi sirih yang maksimal akan dipetik jika tanaman sirih sudah bertumbuh hingga ke ujung pohon yang di jadikan sebagai sandaran. Panen daun dapat dilakukan yang berasal dari sulur menggantung yang sejumlah 3-4 ruas. Proses pemanenan sebaiknya dilakukan saat pagi hari ketika kondisi daun masih segar. Sulur hasil pemanenan sirih itu kemudian diikatkan dan dikemas ke dalam wadah keranjang. Selain itu kita juga bisa memetik daun sirih dari sulurya kemudian mengikatkannya menjadi satu setiap 25 lembar daun sirih. Agar hasil panen sirih bisa lebih awet saat pendistribusian ke konsumen, kamu bisa membungkus daun sirih menggunakan daun pisang atau pelepah pisang