Hama ngengat adalah salah satu musuh utama para petani, sejak lama mereka telah konsern terhadap cara membasmi hama ngengat ini. Bukan saja karena kehadirannya mengganggu proses pertumbuhan tanaman, namun serangan hama ngengat seringkali menyebabkan petani mengalami gagal panen. Hama yang sering menyerang tanaman padi ini dapat merusak tanaman mulai dari fase penyemaian hingga menjelang panen. Secara fisik, hama ngengat dapat dibedakan menjadi 4 jenis, yakni: ngengat kuning, ngengat putih, ngengat bergaris, serta ngengat merah jambu. Meskipun memiliki ciri fisik dan karakter yang berbeda, ke empat jenis ngengat tersebut sama berbahayanya, ada beberapa solusi yang mungkin bisa Anda coba untuk melenyapkan hewan perusak ini. Setiap metode memiliki keunggulan dan teknik pengerjaan yang berbeda, namun tujuannya tetap sama yaitu mengusir hama ngengat dari lahan pertanian Gejala Serangan Hama Ngengat Ngengat memiliki fase hidup yang lengkap meliputi telur – larva – pupa – ngengat. Yang dikenal sebagai hama adalah saat ngengat dalam fase larva, karena larva inilah yang akan bergerak dan mulai memakan sari pati tumbuhan. Di bawah ini adalah gejala serangan hama ngengat: Pada awalnya telur ngengat akan diletakkan di balik daun dan bentuknya menyerupai gundukan kecil berwarna putih dengan diselimuti bulu halus. Telur akan menetas kurang lebih selama 7 hari kedepannya. Larva akan mengerek tanaman dari satu anakan ke anakan yang lain. Ketika larva mulai menyerang akar, tanaman akan menjadi kerdil bahkan sampai mati. Sedangkan saat larva berhasil masuk ke dalam batang, larva akan menghancurkan pembuluh batang sehingga batang akan mudah putus ketika dicabut. Gambaran populasi ngengat yang menyerang sebuah lahan pertanian adalah sebagai berikut: ekor ngengat dapat bertahan hidup selama 5 hari, maka 5 hari x 150 telur = 750 telur 1 butir telur yang menjadi larva berhasil memakan 6 tanaman, maka 750 larva x 6 tanaman = 4500 tanaman rusak Cara Membasmi Hama Ngengat Setelah mengetahui betapa berbahayanya hama ngengat terhadap kelangsugan hidup tanaman pertanian kita. Kini saatnya kita mengambil tindakan pembasmian. Metode atau teknik dapat kita lakukan adalah sebagai berikut: Menanam Tanaman Secara Serentak Menanam tanaman secara serentak pada satu lahan, dengan jarak maksimal waktu penanaman terakhir adalah selang 2 minggu. Diharapkan waktu panen tanaman dapat bersamaan sehingga pembersihan lahan dapat dilaksanakan secara serentak pula. Makanan hama ngengat pun habis, dampaknya tentu saja lambat laun populasinya akan menurun. . Menanam Tanaman yang Tahan Hama Ngengat Jika memilki lahan pertanian di area endemis hama ngengat, maka solusi yang paling tepat adalah dengan menanam tanaman yang bisa bertahan dari serangan hama ngengat. Melakukan Rotasi Tanaman Dengan adanya rotasi tanaman atau pergiliran tanaman pada satu lahan, maka kesempatan hama ngengat untuk berkembang biak akan semakin pupus. Lakukan Pengelompokan Persemaian Metode ini dilakukan dengan maksud untuk mengumpulkan telur hama ngengat sebelum menjadi larva dana menghancurkan pertanian secara meraja rela. Pengaturan Waktu Tanam Pengaturan waktu tanam berdasarkan waktu penerbangan ngengat dan populasi larva pada lahan pertanian. Pengendalian Secara Fisik Langkah ini baru dapat dikerjakan pada saat panen tanaman. Sabitlah tanaman hingga pangkalnya atau menddekati permukaan tanah, hal ini bertujuan untuk menghilangkan bagian tanaman yang kemungkinan bisa menjadi tempat peletakan telur ngegat. Lengkapi teknik ini dengan merendam lahan pertanian sedalam 10 cm agar sisa tanaman cepat membusuk sehingga larva atau pupa ngengat ikut mati pula. Menggunakan Light Trap Penggunaan Lingt trap atau lampu jebakan dilaksanakan jika lahan pertanian Anda mendapat ancaman serangan hama ngengat dari luar area pertanian Anda atau ngengat yang bermigrasi.