Pemeliharaan Pemeliharaan ternak dapat di lakukan dengan metode intensif, semi intensif dan pasture (pengembalaan)Seleksi dimaksudkan untuk memilih dan menentukan keunggulan di atas rata-rata ternak lain yang terdapat di dalam satu populasi / kelompok. Untuk sapi induk harus dapat menghasilkan anak secara teratur, tidak cacat baik untuk anak jantan maupun anak betina memiliki rasio sapi umur 205 hari, memiliki bobot diatas rata-rata berat kelompok.Untuk calon pejantan dipilih bobot sapih diatas rata-rata, libido dan kualitas spermanya yang baik. Sedangkan calon induk harus memiliki bobot sapih diatas rata-rata kelompok, memiliki penampilan fenotipenya sesuai dengan rumpunnya.PerkawinanDalam upaya memperoleh bibit yang berkualitas melalui teknik perkawinan dapat dilakukan dengan cara kawin alam dan inseminasi Buatan (IB).Ternak Pengganti (replacement)Calon bibit betina dipilih 25 % terbaik untuk replacement, 10 % untuk pengembangan populasi kawasan, sedangkan 60% untuk dijual keluar kawasan sebagai sumber bibit dan 5 % dijual sebagai afkir (culling). Sedangkan untuk calon bibit jantan dipilih 10 % terbaik pada umur sapih dan bersama calon bibit betina 25 % terbaik untuk dimasukkan pada uji performan.Afkir (Culling)Pengeluaran ternak yang sudah dinyatakan tidak memenuhi persyaratan bibit (afkir/culling), dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut Untuk sapi bibit jantan peringkat terendah dikeluarkan sebagai ternak afkir dan Sapi betina yang tidak memenuhi persyaratan sebagai bibit dikeluarkan sebagai ternak afkir.Pemberian IdentitasPemberian identitas ternak merupakan suatu tindakan untuk memberikan tanda pada ternak secara permanen, yang bertujuan sebagai tanda kepunyaan/kepemilikan, perhitungan umur, atau penomoran. Penandaan yang lazim dilakukan antara lain yaitu Tanda telinga (eartag), cap bakar pada kulit, tato, kalung ternak dan tanda pada ternak. SilsilahDalam usaha pembibitan, mengetahui siapa bapak dan induk bibit ternak, silsilah mutlak diperlakukan untuk mengetahui potensi keunggulan ternak yang bersangkutan serta menghindari terjadinya kawin kerabat dekat (inbreeding) yang akan mengakibatkan penurunan kualitas bibit ternak.PengukuranParameter ternak yang harus diukur meliputi bobot badan, bobot lahir, bobot umur sapi . Pengukuran meliputi tinggi pundak, panjang badan, dan lingkar dada.PencatatanSetiap kegiatan hendaknya melakukan pencatatan (recording) Penyusun : Sad Hutomo PribadiSumber : Dinas Peternakan AcehSumber Gambar : tribunenews.com