Loading...

CARA MEMBUAT KOMPOS Drs I Ketut Sudirja,BPP Susut

CARA  MEMBUAT KOMPOS Drs I Ketut Sudirja,BPP Susut
I. PendahuluanUntuk menunjang intensifikasi pekarangan telah dikaji teknik percocok tanam sistim pupuk organic pada usahatani pekarangan. Sistim ini ternyata menghasilkan volume tisik dan penerimaan petani yang lebih besar. Selain itu anjuran terhadap teknik bercocok tanam dengan cara pupuk organic didasari atas pertimbangan bahwa para petani pada umum nya belum menggunakan pupuk dan pestisida secarai Intensif.Penerapansistimpupukorganikjugamempunyaiaspekpelestarianlingkungan. Dalam teknik bercocok tanam ini dianjurkan pengolahan tanah ganda, pembuatan bedengan tinggi, penambahan pupuk kandang dan sistim tumpang sari.Karena ketersedian pupuk kandang masih terbatas maka dilakukan adaptasi dengan mengurangi pupuk kandang dan memberikan pupuk kompos.II. Cara membuat komposAda beberapa alternative cara yang dipilih sesuai kondisi lokal. A. Kompos jadisiap pakaiPada daerah yang banyak terdapat sampah kota dan desa yang telah mengalami proses pembusukan dan penghancuran yang cukup lama di alam terbuka, dapat diterapkan cara ini, sebagai berikut:• Gali tumpukan sampah (garbage atau sampah lapuk) yang sudah seperti tanah• Pisahkan dari bahan-bahan yang tidak dapat lapuk• Jemur sampai kering, lalu ayak• Bubuhkan 50 - 100 gram beleranguntuksetiap 1 kg tanahsampah.a. Bahan:• 2 1 /4 hingga 4 m3 sampah lapuk (garbage)• 6,5 m3 kulit buah kopi• 750 kg kotoran ternak memamah biak (± 50 kaleng ukuran 20 liter)• 30 kg abu dapur atau abukayub. Cara Membuat1) Buatlah bak pengomposan dari bak semen. Dasar bak cekung dan melekuk di bagian tengahnya. Buat lubang pada salah satu sisibak agar cairan yang dihasilkan dapat tertampung dan dimanfaatkan. Atau buatlah bak pengomposan dengan menggali tanah ukuran 2,5 x 1 x 1 m (panjang x lebar x tinggi). Tapi hasilnya kurang sempurna dan kompos yang dihasilkan berair dan lunak.2) Aduk semua bahan menjadi satu kecuali abu. Masukkan kedalambak pengomposan setinggi 1 meter, tanpa dipadatkan supaya mikroorganis meaerob dapat berkembang dengan baik. Kemudian tabor ibagian atas tumpukan bahan tadi dengan abu.3) Untuk menandai apakah proses pengomposan berlangsung dengan balk, perhatikan suhu udara dalam campuran bahan. Pengomposan yang baik akan meningkatkan suhu dengan pesat selama 4 - 5 hari, lalu segera menurun lagi.4) Tampunglah cairan yang keluar dari bak semen. Siram kepermukaan campuran bahan untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengomposan.5) 2 - 3 minggu kemudian, balik-balik bahan kompos setiap minggu. Setelah 2 -3 bulan kompos sudah cukup matang.6) Jemur kompos sebelum digunakan hingga kadar airnya kira-kira 50 -60 % saja.Kalau di daerah kitatidak tersedia kulit buah kopi, carake II dapat diadaptasi dengan menggantikan kulit buah kopi dengan hijauan seperti Iamtoro atau lainnya.B.Kompos Sistem Bogora.Bahan :• Sampah mudah lapuk (garbage)• Jerami yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.• Kotoran ternak memamah biak• Abu dapur atau abu kayub. Cara Membuat:1) Timbuni campuran jerami dan sampah setinggi 25 cm di atas bedengan berukuran 2,5 x 2,5 meter.2) Timbun lagi campuran kotoran dan air kencing ternak di atas timbunan tadi tipis-tipis dan merata.3) Timbun lagi campuran jerami dan sampah-sampah setinggi 25 cm.4) Tutup lagi dengan campuran kotoran dan kencing ternak.5) Timbun bagian paling atas dengan abu sampai setebal ± 10 cm.6) Balik-balik campuran bahan kompos setelah berlangsung 15 hari, 30 hari dan 60 hari.7) Setelah di proses selama 3 bulan kompos biasanya cukup matang.Agar pengomposan berhasil, buatlah atap naungan di atas bedengan pengomposan sebabair hujan dan penyinaran langsung matahari dapat menggagalkan proses pengomposan. Sumber:1) Apriadji, W.H. 1989. Memproses Sampah Penebar Swadaya Jakarta2) Sihombing S.1995. Laporan Pengkajian Sistem Pupuk Organik Pada Usahatani Pekarangan di Desa Besum Kabupaten Jayapura