Salah satu faktor penting dalam usaha peternakan adalah bibit. Tak terkecuali dalam usaha peternakan unggas. Dengan memilih bibit yang baik dan unggul akan mendapatkan hasil yang baik pula. Demikian sebaliknya, jika bibitnya asal-asalan maka akan memberikan hasil yang tidak sesuai dengan harapan.Bibit yang unggul dapat diperoleh melalui banyak cara. Misalnya, membeli langsung Day Old Chicken (DOC) dari perusahaan pembibit. Namun, tentu saja ada konsekuensinya yaitu harganya relatif lebih mahal. Atau, cara lain dengan dengan membeli telur tetas dan menetaskannya sendiri secara alami maupun dengan bantuan mesin penetas.Pilihan cara yang disebut terakhir adalah yang relatif lebih efisien. Sebab, disamping dapat menghasilkan DOC dalam jumlah banyak sesuai yang diinginkan, juga biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah. Tentu saja dengan catatan, peternak sudah terbiasa dan terlatih mengoperasikan mesin tetas sehingga prosentase tingkat kesuksesan penetasannya cukup tinggi.Penetasan, baik alami maupun menggunakan mesin tetas merupakan proses biologis untuk mempertahankan kelangsungan hidup ternak itu sendiri. Ada empat faktor utama yang perlu diketahui jika menggunakan mesin tetas yaitu : faktor induk, kondisi telur tetas, kondisi mesin tetas dan pengelolaan mesin tetas. Oleh karena itu, untuk dapat berhasil dalam penetasan telur maka keempat faktor ini perlu dipahami dengan baik.Induk haruslah memenuhi persyaratan standar yaitu dari keturunan yang produksi telurnya tinggi, sehat dan tidak cacat. Sementara untuk faktor kondisi telur tetas harus berbentuk normal, kulit kerabang tidak terlalu tebal, permukaan telur halus, dan bobot minimal 35 gram. Selanjutnya, untuk faktor mesin tetas harus dalam kondisi prima dan stabil yaitu dapat memenuhi kondisi suhu dan kelembaban yang dikehendaki. Dalam pengoperasian mesin tetas, faktor skill manusia adalah faktor penentu keberhasilan penetasan.Dalam pembuatan mesin tetas, perlu pula diperhatikan kotak atau peti mesin jangan ada yang bocor atau kurang rapat. Jika ini terjadi, maka suhu yang diinginkan dalam mesin tidak tercapai karena udara panas akan keluar melalui lubang tersebut. Bahan yang digunakan untuk membuat mesin tetas tidak terlalu penting asalkan sesuai dengan aturan pembuatan mesin tetas. Pembuatannya juga mudah dan dapat dilakukan sendiri. Biayanya pun relatif murah dan dapat memanfaatkan bahan–bahan yang tidak terpakai seperti kardus, seng bekas, dan sebagainya.Bahan dan PeralatanUntuk membuat mesin penetas telur dengan kapasitas 50 butir bersumber panas dari listrik, diperlukan bahan sebagai berikut : Kayu reng 2X3 cm, aluminium siku 3 X 3 cm, capit udang, engsel piano, kawat ram Ø 0.5 cm, seng, thermostaat, kabel listrik, fiting lampu, steker listrik, lampu bohlam, thermometer, baki, dus rokok, paku triplek dan lem kayu. Peralatan yang dibutuhkan: gergaji kayu, gergaji besi, meteran, alat tulis, bor, obeng, tang, pahat kayu dan palu.PembuatanRangka dibuat dengan kayu reng yang dipotong berukuran 39 cm=4 batang; 37 cm=4 batang; 52 cm=4 batang. Untuk bagian pintu 32 cm=2 batang dan 33 cm = 2 batang. Untuk rak telur 33X47 cm, alas rak dipasang ram kawat sesuai ukuran. Seng dipotong dengan ukuran 39X52 cm=2 lembar;37X52 cm=2 lembar dan 33X37 cm=1 lembar.Bahan-bahan tersebut dirangkai sesuai kebutuhannya. Untuk alas dan bagian belakang, dilengkapi dengan lembaran seng. fiting lampu yang dipasang tersambung dengan kabel listrik. Thermostat dipasang dan disambungkan dengan lampu pemanas. Lis rak, dipasang dengan jarak 11 cm dari dasar/alas, kemudian menutup seluruh bidang dengan seng kecuali bagian pintu. Pintu dipasang menggunakan engsel piano dan diberi capit udang agar kondisi pintu dapat tertutup dengan sempurna.Setelah selesai, mesin dimasukkan ke dalam kardus dan kabel listrik dikeluarkan. Sebelum dipergunakan, dilakukan uji coba suhu mesin tetas selama 48 jam. Apabila suhunya stabil / konstan maka mesin tetas siap untuk digunakan.BAGIAN DAN FUNGSI MESIN TETASThermometer, berfungsi sebagai indikator suhu yang diperlukan oleh mesin tetas.Regulator / Thermostat, yaitu alat pengatur suhu otomatis yang diletakkan di dalam mesin penetas dan dapat diatur dari sebelah luar supaya suhu panas dalam mesin tetap dan tidak berubah. Kapsul adalah bagian yang terpenting dari thermostat. Cara kerja kapsul, kapsul akan mengembang apabila terkena suhu panas dan akan mengempis apabila suhu turun/dingin. Kapsul dapat disetel dengan bantuan mur yang dapat disetel untuk menekan micro switch. Micro switch berfungsi untuk menghidupkan dan mematikan sumber panas. Caranya, dengan memutar kearah kanan apabila suhu belum terpenuhi atau memutar kekiri apabila suhu terlalu panas.Rak Telur, berfungsi sebagai penampung/tempat telur yang akan ditetaskan. Rak telur diisi sesuai dengan kapasitasnya.Baki Air, gunanya untuk memenuhi standar kelembaban mesin tetas. Isi air dalam baki dengan ketinggian 2–3 cm/di bawah permukaan bibir baki. Jika mau menambah air dalam baki, gunakan air hangat supaya suhu dalam mesin tidak berubah turun secara drastis.Ventilasi, diperlukan untuk kebutuhan oksigen telur tetas dalam mesin. Ventilasi haruslah dapat diatur sesuai kebutuhan. Apabila tidak ada ventilasi maka udara yang ada di dalam mesin tetas akan meracuni bibit telur dan dapat menimbulkan kematian.Alat Candling, digunakan untuk meneropong apakah telur yang dimasukkan ke dalam mesin penetas itu sudah dibuahi/fertil atau belum. Alat ini dapat dibuat dari lampu senter yang bagian depannya dibuat seperti corong dari kertas karton yang berwarna hitam sehingga yang diteropong terlihat labih jelas.Dengan memahami cara sederhana pembuatan mesin tetas seperti di atas diharapkan peternak dapat dengan mudah menghasilkan anak ayam (DOC) untuk dijadikan bibit yang akan dipelihara dan dibudidayakan sebagai usahanya (Inang Sariati).Sumber informasi :https://tetasan.com/cara-pembuatan-mesin-penetas-telur-sederhana/https://www.sampulpertanian.com/2017/12/membuat-mesin-penetas-telur-yang.htmlhttps://www.google.com/search?q=telur+tetas