Usahatani Padi, Horti, palawija memiliki risiko yang tinggi, banyak tantangan dan kendala yang dihadapi. Masalah utamanya adalah tingginya intensitas serangan hama dan penyakit (OPT). Penggunaan insektisida kimia yang tidak terkendali dapat menyebabkan hama bawang merah menjadi resisten terhadap insektisida yang digunakan. Penggunaan insektisida kimia juga menyebabkan kerusakan ekositem sehingga terjadi peledakan populasi hama tertentu. Salah satu alternatif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia pada tanaman yang banyak menimbulkan dampak negatif adalah menggunakan pestisida nabati (bio pestisida). Berbagai jenis tumbuhan dapat digunakan sebagai bio pestisida, di Bali sendiri banyak melakukan kajian untuk membuat bio pestisida, salah satunya di BPP Dawan Kabupaten Klungkung membuat biopestisida dari bahan Bawang putih, bawang merah, cabai, sereh wangi, daun salam, daun bawang, daun kelor, laos , merica, bunga cengkeh, jebug harum, kayu mesui, dan kencur dapat digunakan sebagai bahan biopestisida., dengan perbandingan 3 kg bawang putih, dan 2 kg rimpang lengkuas, 2 kg cabai, 2 kg sereh wangi, 3 daun salam, 1 kg daun bawang, 2 kg daun kelor, 1 kg merica, 2 kg bunga cengkeh, 1 kg jebug harum, 1 kg kayu mesui, dan 1 kg kencur di Bali lebih dikenal dengan nama Bali Spice Pesticide. (sumber Prof. Dr. Ir.I Made Sudana, M.Sc) Bali Spice Pesticide dapat digunakan untuk mencegah segala jenis penyakit tanaman dari OPT maupun cendawan pada tanaman padi, hortikultura, dan palawija Bagaimana cara membuat Bali Spice Pesticide ? berikut dijelaskan langkah-langkah pembuatannya: untuk pertanaman bawang merah seluas satu hektar dibutuhkan 3 kg bawang putih, dan 2 kg rimpang lengkuas, 2 kg cabai, 2 kg sereh wangi, 3 daun salam, 1 kg daun bawang, 2 kg daun kelor, 1 kg merica, 2 kg bunga cengkeh, 1 kg jebug harum, 1 kg kayu mesui, dan 1 kg kencur semua bahan dicacah dan dicampur kemudiandigiling sampai halus; tambahkan bahan yang sudah digilingdengan 20 liter air bersih dan diaduk selama 5 menit; endapkan larutanselama 24 jam; aplikasi pada tanaman suspensi diencerkan sebanyak 20 kali dengan cara menambah air bersih sebanyak 580 liter sehingga volume ekstrak kasar menjadi 600 liter; sebagai bahan perata dapat ditambahkan 0,1 gram sabun atau deterjen per 1 liter ekstrak (60 g/600 L ekstrak).